Thursday, September 10, 2026

Commedy terms: Laughing at our self

 Dalam dunia komedi, “mentertawakan diri sendiri” berarti menjadikan diri, pengalaman, kesalahan, kekurangan, kebodohan, atau kegagalan pribadi sebagai bahan humor, bukan selalu menertawakan orang lain.


Contoh sederhana

Misalnya seorang komedian berkata:

“Saya ini sebenarnya orang yang sangat disiplin. Setiap pagi saya bangun jam 5... untuk mematikan alarm, lalu tidur lagi.”

Di sini komedian menertawakan dirinya sendiri karena mengakui kebiasaan malas dengan cara yang lucu.

Contoh lain:

“Saya sudah belajar bahasa Inggris selama 20 tahun. Sampai sekarang kalau orang bilang How are you?, saya masih menjawab, ‘Yes.’”

Ia menggunakan kekurangannya sendiri sebagai sumber humor.


Mengapa teknik ini efektif?

Ada beberapa fungsi penting:

  1. Membuat komedian terlihat rendah hati
    Ia tidak selalu memosisikan dirinya sebagai orang yang lebih pintar daripada penonton.

  2. Menciptakan kedekatan dengan penonton
    Penonton sering berpikir, “Wah, saya juga pernah begitu.”

  3. Mengurangi risiko menyinggung orang lain
    Daripada menjadikan orang lain sebagai sasaran lelucon, komedian menjadikan dirinya sendiri sebagai “target”.

  4. Mengubah pengalaman negatif menjadi sesuatu yang menghibur
    Kegagalan, rasa malu, kesalahan, atau pengalaman canggung dapat diolah menjadi humor.

  5. Membangun persona komedian
    Misalnya seseorang membangun karakter sebagai “orang yang kikuk”, “pelupa”, “terlalu serius”, atau “tidak pandai dalam urusan cinta”.

Tetapi “mentertawakan diri sendiri” bukan berarti merendahkan diri terus-menerus

Ini perbedaan yang penting. Self-deprecating humor yang sehat biasanya memiliki pesan:

“Saya tahu kekurangan saya, dan saya bisa melihat sisi lucu dari kekurangan itu.”

Bukan:

“Saya memang tidak berharga dan pantas dihina.”

Jadi, dalam komedi, mentertawakan diri sendiri adalah kemampuan melihat absurditas atau kelucuan dalam diri dan pengalaman pribadi, kemudian mengubahnya menjadi humor.

Dalam konteks teori humor dan pragmatik, teknik ini juga menarik karena dapat berfungsi sebagai strategi menurunkan jarak sosial, membangun rapport, menunjukkan humility, dan mengelola face. Ini bahkan bisa dikaitkan dengan konsep face menurut Goffman/Brown & Levinson dan Rapport Management Spencer-Oatey.

Wednesday, September 9, 2026

100 Bahasa Gaul Gen Alpha

 100 Bahasa Gaul Gen Alpha

Flex - Pamer kekayaan atau skill yang bikin orang melirik.
Lit - Super seru, bikin suasana meledak.
Bet - Bentuk persetujuan kayak "oke gas!".
Vibe Check - Ngecek mood atau aura seseorang.
FOMO - Takut ketinggalan momen asik yang lagi rame.
Sus - Kelihatan mencurigakan dan bikin ragu.
Clout - Popularitas atau pengaruh gede di medsos.
No Cap - Beneran serius, gak bohong.
Simp - Orang yang terlalu ngefans sama seseorang sampai bucin.
Drip - Outfit keren dan stylish abis.
Bussin' - Makanan yang enaknya keterlaluan.
Slay - Ngadepin sesuatu dengan hasil maksimal.
Ohio - Code buat hal yang cupu atau aneh.
Glow Up - Upgrade penampilan jadi makin kece.
Red flag - Tanda bahaya soal sifat buruk seseorang.
Tea - Info juicy atau gosip panas.
Lowkey - Diam-diam aja, gak mau ribut.
Highkey - Kebalikannya, jelas banget dan terbuka.
Green flag - Pertanda hubungan yang sehat dan bikin happy.

THE GOLDEN CUCUMBER GIRL

 https://drive.google.com/file/d/1t7jBdZ8a_dfPT5_qkwCmsoxgtm5eiJut/view?usp=sharing


Assalamu'alaikum wrwb.


To honorable judges, teachers, and my dear friends.

In front of you all, let me to intoduce myself. My name Humaira ... from SMP N 1 Tasikmadu. Today, I am very excited to share a wonderful story entitled “The Golden Cucumber Girl. “

THE GOLDEN CUCUMBER GIRL

Once upon a time, in a peaceful village in Central Java, Indonesia, there lived a kind and lonely widow named Mbok Sirni.

She lived alone in a small wooden house near a green forest. Every day, she worked hard in her garden. She grew vegetables, took care of her plants, and sold them in the village.

Although she was a kind woman, she often felt lonely because she had no child.

One evening, while she was sitting in front of her house, she looked at the sky and said, “I wish I had a daughter. I would love her and take care of her with all my heart.”

Suddenly, she heard a strange voice from behind the trees. “Mbok Sirni, I can give you a child.”

She was surprised and looked around. An enormous green giant named Buto Ijo appeared from the forest.

Mbok Sirni was frightened, but she was also very happy when she heard that she could have a child.

Buto Ijo gave her some cucumber seeds and said,

“Plant these seeds. You will have a beautiful daughter. But when she is seventeen years old, you must give her to me.”

Mbok Sirni was shocked. However, because she desperately wanted a child, she agreed to his condition.

She planted the seeds in her garden and took care of them every day.

A few months later, one cucumber grew bigger and brighter than all the others. It was shining like gold.

Mbok Sirni quickly picked the golden cucumber. When she opened it, she was amazed. Inside the cucumber was a beautiful baby girl.

Mbok Sirni was extremely happy. She named her Timun Mas, which means Golden Cucumber.

She raised Timun Mas with love. Timun Mas grew into a beautiful, brave, and kind-hearted girl.

Years passed quickly.

When Timun Mas was seventeen years old, Mbok Sirni remembered her promise to Buto Ijo. She became worried and told Timun Mas about the agreement.

She said,

“My dear daughter, I have something important to tell you. When you were a baby, I promised Buto Ijo that I would give you to him when you became seventeen.”

Timun Mas was shocked.

“Mother, what should we do?” she asked.

Mbok Sirni did not want to lose her daughter. She went to a wise hermit and asked him for help.

The hermit gave her four magical objects: cucumber seeds, needles, salt, and shrimp paste. He told Mbok Sirni,

“Give these to Timun Mas. When Buto Ijo comes, she must run as fast as she can and throw these objects behind her one by one.”

Monday, September 7, 2026

APPRAISAL SFL MAIN SOURCES

 








Konsep Inscribed vs. Invoked dalam Appraisal (SFL)

Konsep Inscribed vs. Invoked dalam Appraisal (SFL)

Dalam kerangka Appraisal milik Martin & White (2005) dan Martin & Rose (2003/2007), pembedaan inscribed (tertulis/eksplisit) dan invoked (terundang/implisit) adalah cara sistemik untuk membedakan seberapa langsung sikap evaluatif (Attitude) diwujudkan dalam teks.libstore.ugent+2
1. Posisi dalam Sistem Appraisal
Appraisal adalah subsistem dari interpersonal meaning dalam SFL yang memodelkan sumber daya bahasa untuk mengekspresikan:
Attitude (sikap: Affect, Judgement, Appreciation)
Graduation (penguatan/pelemahan: Force, Focus)
Engagement (posisi terhadap suara/orientasi lain: expand, contract)
Dalam subsistem Attitude, setiap penilaian (positif/negatif) dapat diwujudkan sebagai:
Inscribed attitude: evaluasi yang langsung dan leksikal
Invoked attitude: evaluasi yang tidak langsung, muncul lewat implikasi, asosiasi, atau “fakta” yang tampak netrallibstore.ugent+2

2. Inscribed Attitude: Evaluasi Eksplisit
Inscribed attitude adalah penilaian yang diekspresikan melalui leksikon yang secara inheren bermuatan evaluatif dan relatif stabil nilainya di berbagai konteks.libstore.ugent+2
Ciri-ciri utama:
Menggunakan kata sifat, kata kerja, atau adverbia evaluatif seperti:
bahagia, sedih, marah (Affect)
jujur, korup, berani, pengecut (Judgement)
indah, memukau, buruk, merugikan (Appreciation)

Nilai evaluatifnya tidak terlalu bergantung pada konteks; kata itu sendiri sudah “membawa” penilaian positif/negatif.libstore.ugent+1

Sulit diabaikan atau “dibaca lain” karena evaluasinya terbuka dan langsung.omu.repo.nii.ac
Contoh:
“Kebijakan itu merugikan rakyat kecil.” → merugikan adalah inscribed appreciation negatif.

“Ia bertindak jujur dan bertanggung jawab.” → jujur, bertanggung jawab adalah inscribed judgement positif.libstore.ugent+1
3. Invoked Attitude: Evaluasi Implisit
Invoked attitude adalah penilaian yang tidak diucapkan langsung, tetapi dibangkitkan pada pembaca melalui:
Penyajian “fakta”, detail peristiwa, atau narasi yang tampak netral
Pemilihan kata denotatif yang dalam budaya tertentu memicu asosiasi evaluatif
Metafora, ironi, kontras, atau pengulangan yang mengarahkan interpretasilibstore.ugent+2
Ciri-ciri utama:
Tidak ada (atau sedikit) leksikon evaluatif eksplisit.
Evaluasi muncul lewat implikasi dan asosiasi, bukan lewat makna leksikal yang stabil.libstore.ugent+1
Lebih bergantung pada posisi sosial-budaya-ideologis pembaca; bisa lebih ambigu atau multitafsir.functionallinguistics.springeropen+1

Martin & White membedakan dua mekanisme utama invoked attitude:
Provoked (dipicu):
Melalui metafora leksikal, idiom, atau ungkapan figuratif yang secara kultural bermuatan evaluatif.
Contoh: “Ia adalah serigala berbulu domba” → tidak memakai kata berbahaya atau menipu, tetapi metafora memicu judgement negatif.functionallinguistics.springeropen+1

Invited (diundang):
Melalui penyajian fakta, urutan peristiwa, atau detail naratif yang “mengundang” pembaca menyimpulkan sikap.
Contoh: “Di tengah antrian panjang untuk beras subsidi, ia membeli mobil seharga 5 miliar.” → tidak ada kata korup atau tidak peduli, tetapi fakta mengundang judgement negatif.functionallinguistics.springeropen+1
4. Contoh Kontras: Inscribed vs. Invoked
Teks tentang pejabat
Inscribed:
“Pejabat itu sangat korup dan tidak bertanggung jawab.”

Kata korup dan tidak bertanggung jawab adalah inscribed judgement negatif.libstore.ugent+1

Invoked:
“Selama masa jabatannya, tiga proyek infrastruktur mangkrak, sementara ia membeli rumah kedua dan mobil mewah.”

Tidak ada kata evaluatif eksplisit, tetapi detail fakta mengundang pembaca menilai: tidak kompeten, mungkin korup, tidak peduli publik.functionallinguistics.springeropen+1
Teks tentang tokoh publik
Inscribed:
“Ia adalah pemimpin yang visioner dan berani.”
Invoked:
“Ia mengambil keputusan yang tidak populer, tetapi lima tahun kemudian angka kemiskinan turun drastis dan lapangan kerja meningkat.”
Pembaca diundang menyimpulkan: visioner dan berani, tanpa kata itu muncul.functionallinguistics.springeropen+1

5. Mengapa Pembedaan Ini Penting?
Analisis wacana kritis
Teks yang banyak menggunakan invoked attitude sering terlihat “objektif” atau “hanya menyajikan fakta”, padahal sangat evaluatif secara tersembunyi.functionallinguistics.springeropen+1

Dominasi invoked attitude bisa menjadi strategi untuk menyembunyikan bias atau menghindari tanggung jawab atas penilaian.omu.repo.nii.ac+1

Retorika dan persuasi
Invoked attitude sering lebih persuasif karena pembaca merasa “menemukan sendiri” kesimpulan, bukan “dipaksa” oleh kata evaluatif.functionallinguistics.springeropen
Inscribed attitude lebih cocok untuk posisi yang ingin terbuka dan jelas tentang nilai yang dipegang (mis. manifesto, pidato normatif).omu.repo.nii.ac

Variasi interpretasi lintas budaya
Karena invoked attitude bergantung pada asosiasi kultural, penilaian yang “jelas” dalam satu komunitas bisa tidak terbaca sama sekali dalam komunitas lain.functionallinguistics.springeropen+1
Inscribed attitude lebih stabil lintas konteks, meski tetap bisa “dibalik” oleh ko-teks (mis. ironi).omu.repo.nii.ac+1

6. Nuansa Teoretis: Spektrum, bukan Dikotomi Kaku

Beberapa pengembang Appraisal (mis. Thomson, White, dan lain-lain) menekankan bahwa:
Inscribed vs. invoked sebaiknya dipahami sebagai spektrum keeksplisitan, bukan dikotomi hitam-putih.functionallinguistics.springeropen+1
Ada kata yang secara leksikal tampak netral, tetapi dalam konteks budaya tertentu sudah berfungsi hampir seperti inscribed (mis. “ia selalu datang tepat waktu” → hampir otomatis dibaca sebagai disiplin/terpuji).functionallinguistics.springeropen+1
Bahkan inscribed attitude pun bisa “dibalik” nilainya oleh konteks (mis. ironi: “Benar-benar pemimpin yang hebat” saat menggambarkan kegagalan besar).omu.repo.nii.ac+1

7. Ringkasnya
Inscribed attitude: Evaluasi langsung, lewat leksikon evaluatif stabil.

Mudah dikenali, lebih terbuka, lebih sulit “ditolak” sebagai sekadar opini karena memang dinyatakan sebagai penilaian.libstore.ugent+2
Invoked attitude: Evaluasi tidak langsung, lewat fakta, narasi, metafora, ironi, dan detail provokatif.
Teks tampak lebih “netral”, tetapi sebenarnya sangat evaluatif; menuntut pembaca aktif menyimpulkan sikap penulis.libstore.ugent+2

Dalam analisis teks, pertanyaan kuncinya adalah: Apakah penulis menyatakan sikapnya (inscribed), atau menuntun pembaca untuk menyimpulkan sikap itu sendiri (invoked)? Jawaban atas pertanyaan ini sangat penting untuk memahami strategi retorik, ideologi, dan bias dalam wacana.

Friday, September 4, 2026

SALAM SATU JARI = SALAM TAWHEED

 








Jurnal SINTA 1 – ELT & Linguistics (2025–2026)

 Berikut adalah daftar jurnal bidang ELT (English Language Teaching) dan Linguistics yang masih berstatus SINTA 1 dan SINTA 2 pada periode 2025–2026, berdasarkan informasi terbaru dari portal SINTA dan sumber terverifikasi.[pakfaizal][publikasi.internationaljournallabs][journal.teflin]


🥇 Jurnal SINTA 1 – ELT & Linguistics (2025–2026)

Nama JurnalISSN / e-ISSNPenerbit / InstitusiStatus & Catatan
TEFLIN Journal0215-773X / 2356-2641TEFLIN & Universitas Negeri MalangTerakreditasi SINTA 1 (SK 164/E/KPT/2021), juga terindeks Scopus Q2. Berlaku hingga Vol. 36 No. 2 (2025), sedang dalam proses reakreditasi untuk 2026. [journal.teflin]
LLT Journal: A Journal on Language and Language Teaching1410-493X / 2579-9533Universitas Sanata DharmaTerakreditasi SINTA 1, gratis APC, fokus pada linguistik terapan dan pengajaran bahasa. [pakfaizal]
Indonesian Journal of Applied Linguistics (IJAL)2301-9468Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)Terindeks Scopus Q1, juga berstatus SINTA 1, fokus pada linguistik terapan dan pendidikan bahasa. [scilit][yuvijen]

⚠️ Catatan: Status akreditasi SINTA dievaluasi secara berkala oleh ARJUNA. Pastikan untuk memverifikasi langsung di portal SINTA sebelum submit.


🥈 Jurnal SINTA 2 – ELT & Linguistics (2025–2026)

Nama JurnalISSN / e-ISSNPenerbit / InstitusiStatus & Catatan
Vision: Journal for Language and Foreign Language Learning2085-027X / 2580-9288UIN Walisongo SemarangSINTA 2, gratis APC, fokus pada pembelajaran bahasa asing dan linguistik. [pakfaizal]
OKARA: Jurnal Bahasa dan Sastra / Journal of Languages and Literature2085-3076 / 2656-8438IAIN MaduraSINTA 2, gratis APC, mencakup linguistik, sastra, dan pengajaran bahasa. [pakfaizal]
JOLL (Journal of Language and Literature)1412-3320 / 2580-2054Universitas Sanata DharmaSINTA 2, gratis APC, fokus pada kajian bahasa dan sastra. [pakfaizal]
k@ta: A Biannual Publication on the Study of Language and Literature1410-2601 / 2579-6472Universitas Kristen PetraSINTA 2, gratis APC, mencakup linguistik, sastra, dan pengajaran bahasa Inggris. [pakfaizal]
Indonesian Journal of English Education (IJEE)2356-1777 / 2443-0285UIN Syarif Hidayatullah JakartaSINTA 2, fokus pada pendidikan bahasa Inggris dan ELT. [publikasi.internationaljournallabs]
Journal of English Teaching and Learning Issues (JETLI)2775-0078Universitas Negeri MalangSINTA 2, fokus pada isu-isu pengajaran bahasa Inggris. [jurnal.uin-palangkaraya.ac]
Journal on English as a Foreign Language (JEFL)2088-1657 / 2548-6365UIN Raden Intan LampungSINTA 2, fokus pada pengajaran EFL dan linguistik terapan. [jurnal.uin-palangkaraya.ac]
Eltin: Journal of English Language Teaching in Indonesia2302-9366 / 2615-7691STKIP SiliwangiSINTA 2, fokus pada ELT di konteks Indonesia. [e-journal.stkipsiliwangi.ac]
VELES (Voices of English Language Education Society)2549-7855 / 2579-7832Universitas HamzanwadiSINTA 2, fokus pada pendidikan bahasa Inggris. [e-journal.hamzanwadi.ac]

🔍 Cara Verifikasi Status Terkini

  1. Kunjungi portal SINTA.
  2. Gunakan filter Rank (Sinta 1 / Sinta 2) dan Subject Area (Humanities / Education).
  3. Cari jurnal berdasarkan nama atau ISSN.
  4. Periksa masa berlaku akreditasi dan SK terbaru.

💡 Tips Memilih Jurnal

  • Cocokkan scope jurnal dengan topik naskah Anda.
  • Periksa jadwal terbit dan antrean artikel.
  • Pastikan gratis APC jika mencari jurnal tanpa biaya.
  • Verifikasi status akreditasi langsung di portal SINTA sebelum submit.

Daftar ini dapat berubah seiring evaluasi ARJUNA berikutnya. Untuk informasi paling mutakhir, selalu merujuk ke portal resmi SINTA.[peloporpublikasi][publiora]

7 Jurnal Terindeks Scopus yang Gratis atau Memiliki APC Relatif Rendah

 

7 Jurnal Terindeks Scopus yang Gratis atau Memiliki APC Relatif Rendah

1. Issues in Language Studies (ILS)

2. KEMANUSIAAN: The Asian Journal of Humanities

3. Pertanika Journal of Social Sciences & Humanities

4. 3L: Language, Linguistics, Literature

5. XLinguae

  • Bidang: Linguistics, Applied Linguistics & Philology
  • Scopus: Q2
  • APC: ± €500 / USD 538
  • URL: http://www.xlinguae.eu/

6. The English and English-related Journals (TEWT)

  • Bidang: English Language / English-related Studies
  • Scopus: Q1
  • APC: Perlu dicek pada ketentuan terbaru
  • URL: https://tewtjournal.org/

7. Issues in Educational Research (IIER)

📌 Ringkasan URL

No.JurnalQuartileAPCURL
1Issues in Language StudiesQ2± RM500https://www.ils.unimas.my/
2KEMANUSIAANQ1± USD150http://web.usm.my/kajh/
3Pertanika JSSHQ2± USD300http://www.pertanika.upm.edu.my/pjssh/introduction
43LQ1± USD300https://ejournal.ukm.my/3l
5XLinguaeQ2± €500http://www.xlinguae.eu/
6TEWTQ1Cek jurnalhttps://tewtjournal.org/
7IIERQ1Relatif rendahhttps://www.iier.org.au/

Catatan: Untuk keperluan publikasi, sebaiknya cek kembali status Scopus dan quartile terbaru, APC, serta kebijakan waiver di website resmi masing-masing jurnal sebelum submission karena informasi tersebut dapat berubah.

PegiatJurnal.com: 50 websites that can turn a “quick visit” into hou...

PegiatJurnal.com: 50 websites that can turn a “quick visit” into hou...:   50 websites that can turn a “quick visit” into hours of exploring 1. http:// zoom.earth — Live satellite views 2. http:// flightradar24....

 50 websites that can turn a “quick visit” into hours of exploring 🌍
1. zoom.earth — Live satellite views 2. flightradar24.com — Track planes worldwide 3. marinetraffic.com — Track ships in real time 4. windy.com — Live weather & storms 5. lightningmaps.org — Live lightning strikes 6. earthquake.usgs.gov — Recent earthquakes 7. submarinecablemap.com — Explore internet cables 8. globalforestwatch.org — Monitor global forests 9. worldometers.info — Live world statistics 10. internetlivestats.com — Live internet stats 11. thetruesize.com — Compare country sizes 12. oldmapsonline.org — Explore historical maps 13. davidrumsey.com — Historical map archive 14. openstreetmap.org — Community-built world map 15. window-swap.com — Windows around the world 16. virtualvacation.us — Virtual city walks 17. mapcrunch.com — Random places worldwide 18. atlasobscura.com — Strange places worldwide 19. neal.fun — Fun interactive experiments 20. htwins.net/scale2 — Atom to universe 21. eyes.nasa.gov — Explore space in 3D 22. stellarium-web.org — Interactive sky map 23. apod.nasa.gov — NASA’s daily space image 24. images.nasa.gov — NASA image archive 25. pudding.cool — Interactive data stories 26. ourworldindata.org — Global data & insights 27. gapminder.org — Understand global trends 28. informationisbeautiful.net — Data visualizations 29. data.worldbank.org — World Bank data 30. data.tuik.gov.tr — Turkey’s official statistics 31. archive.org — Massive digital archive 32. gutenberg.org — Free classic books 33. openlibrary.org — Explore millions of books 34. loc.gov — Library of Congress archive 35. europeana.eu — Europe’s cultural archive 36. dp.la — America’s digital library 37. artsandculture.google.com — Virtual museums 38. rijksmuseum.nl High-res artworks 39. wikiart.org — Online art collection 40. publicdomainreview.org — Historical treasures 41. openculture.com — Free culture & education 42. metmuseum.org — Explore the Met collection 43. musicmap.info — Explore music genres 44. radiooooo.com — Music by country & decade 45. listen.hatnote.com — Wikipedia edits as audio 46. wikipedia.org/wiki/Special:R… — Random knowledge 47. timeanddate.com — Time & astronomy tools 48. sciencedaily.com — Latest science news 49. arxiv.org — Free research papers 50. observablehq.com — Interactive data visualizations The internet is much bigger than your usual feed. 🔖 Bookmark this for later. Follow for more useful websites & AI tools. 🚀