Tuesday, September 1, 2026
Monday, August 31, 2026
LIST SINTA 1-4 BIDANG LINGUISTICS, ELT, CULTURE & TRANSLATION GRATIS BIAYA PUBLIKASI
SINTA 1 GRATIS APC
LLT Journal: A Journal on Language and Language Teaching
https://e-journal.usd.ac.id/index.php/LLT/index
https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/673
- TEFLIN Journal, Sinta 1, Scopus Q1. Free APC untuk anggota teflin.org
SINTA 2 GRATIS APC
Vision: Journal for Language and Foreign Language Learning (walisongo.ac.id)
OKARA: Jurnal Bahasa dan Sastra or Journal of Languages and Literature http://ejournal.iainmadura.ac.id/index.php/okara
(JOLL) Journal of Language and Literature https://e-journal.usd.ac.id/index.php/JOLL/index
k@ta: a biannual publication on the study of language and literature
https://kata.petra.ac.id/index.php/ing/index
SINTA 3 GRATIS APC
Beyond Words:
https://journal.ukwms.ac.id/index.php/BW/index
Rainbow : Journal of Literature, Linguistics and Culture Studies
https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/rainbow/index
Acuity: Journal of English Language Pedagogy, Literature, and Culture https://jurnal.unai.edu/index.php/acuity
International Journal of Humanity Studies (IJHS)
https://e-journal.usd.ac.id/index.php/IJHS
LingTera
https://journal.uny.ac.id/index.php/ljtp/about
SINTA 4 GRATIS APC
Lingual Journal of Language and Culture
https://ojs.unud.ac.id/index.php/languange
Pedagogy : Journal of English Language Teaching
https://e-journal.metrouniv.ac.id/index.php/pedagogy/about
Journal of English Language and Culture (JELC)https://journal.ubm.ac.id/index.php/english-language-culture/index
LET: LINGUISTICS, LITERATURE AND ENGLISH TEACHING JOURNAL https://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/let/index
J-Lalite: Journal of English Studies
https://jos.unsoed.ac.id/index.php/jes/Author-Fees
Magister Scientiae:
https://journal.ukwms.ac.id/index.php/Magister_Scientiae
Blog Dr. Faizal Risdianto: LIST SINTA 1-4 BIDANG LINGUISTICS, ELT, CULTURE & ...
Sunday, August 30, 2026
Friday, August 28, 2026
PegiatJurnal.com: Who's Dr. Faizal Risdianto?
Wednesday, August 26, 2026
Internasionalisasi Bukan Berarti De-Lokalisasi
Internasionalisasi Bukan Berarti De-Lokalisasi: Menimbang Kembali Dominasi Scopus dalam Ekosistem Riset Indonesia
Dalam beberapa tahun terakhir, kebijakan publikasi ilmiah di Indonesia menghadapi tekanan besar dari sistem penilaian global yang diwakili oleh indeksasi Scopus. Tuntutan untuk mempublikasikan karya di jurnal internasional bereputasi sering kali berubah menjadi keharusan struktural bagi dosen dan peneliti, terutama dalam konteks kenaikan jabatan akademik. Namun, semangat internasionalisasi yang seharusnya memperluas wawasan dan jejaring akademik justru berpotensi menjadi bumerang ketika dimaknai secara sempit sebagai kewajiban menembus indeks global dengan mengabaikan dimensi lokal. San Juan (2021) dengan tajam mengkritik fenomena "Scopus-centrism" yang berkembang di universitas dan lembaga riset Filipina, di mana Scopus dijadikan satu-satunya tolok ukur riset berkualitas. Kritik ini memiliki relevansi mendalam bagi Indonesia yang menghadapi dinamika serupa dalam sistem pendidikan tingginya.
Fenomena Scopus-sentrisme bukanlah sekadar perdebatan teknis tentang indeksasi, melainkan cerminan dari ketimpangan struktural dalam sistem produksi pengetahuan global. Scopus dan Web of Science (WoS) dimiliki oleh korporasi penerbitan besar yang berbasis di negara-negara maju, dengan keanggotaan dewan penasihat yang didominasi oleh institusi dari Amerika Utara dan Eropa . Dominasi ini membawa konsekuensi epistemik: standar kualitas, bahasa, dan topik penelitian yang dianggap "berkelas" cenderung berorientasi pada kepentingan dan perspektif akademik Barat. Dalam konteks ini, publikasi di jurnal internasional bukan lagi sarana dialog ilmiah yang setara, melainkan menjadi instrumen neoliberal yang mengkomodifikasi pengetahuan dan memperkuat ketergantungan akademik negara-negara Selatan terhadap korporasi penerbitan global .
Tuesday, August 25, 2026
Blog Dr. Faizal Risdianto: Academic Writing: A Handbook for International Stu...
Blog Dr. Faizal Risdianto: A.R.G.I: SFL appraisal, register, genre, and ideol...
Blog Dr. Faizal Risdianto: BASIC ELEMENTS OF POETRY
Blog Dr. Faizal Risdianto: MOST IMPORTANT ELEMENTS OF PROSE FICTION
Thursday, August 20, 2026
Wednesday, August 19, 2026
CALL FOR PAPERS VOL 19 NO. 2 December 2026
Sunday, August 16, 2026
Apa itu DESIL? 10 Kriteria Desil dan web untuk cek kamu di DESIL berapa
Secara sederhana, desil (decile) 1–10 adalah pembagian penduduk atau rumah tangga berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi, dari yang paling miskin hingga paling mampu. Data ini umumnya digunakan dalam program bantuan sosial di Indonesia.
| Desil | Kategori Umum | Kondisi Ekonomi |
|---|---|---|
| Desil 1 | Sangat miskin | 10% penduduk dengan tingkat kesejahteraan paling rendah |
| Desil 2 | Miskin | Kelompok miskin dan sangat rentan |
| Desil 3 | Rentan miskin | Masih berpotensi jatuh ke kondisi miskin |
| Desil 4 | Rentan / hampir miskin | Kondisi ekonomi relatif terbatas |
| Desil 5 | Menengah bawah | Tidak termasuk kelompok miskin utama, tetapi belum tergolong mampu |
| Desil 6 | Menengah | Kondisi ekonomi cukup |
| Desil 7 | Menengah atas | Relatif mampu |
| Desil 8 | Mampu | Kondisi ekonomi baik |
| Desil 9 | Sangat mampu | Termasuk kelompok kesejahteraan tinggi |
| Desil 10 | Paling mampu/kaya | 10% penduduk dengan tingkat kesejahteraan tertinggi |
Kesimpulan praktis
Desil 1–2: umumnya kategori miskin dan sangat miskin.Desil 3–4: rentan miskin atau hampir miskin.
Desil 5–6: kelompok menengah.
Desil 7–10: secara umum termasuk relatif mampu hingga sangat mampu.
Namun, status desil tidak selalu berarti seseorang pasti menerima atau tidak menerima bantuan sosial, karena penetapan penerima bantuan dapat menggunakan kriteria tambahan, verifikasi data, dan kebijakan program tertentu.
CEK DESIL ANDA VIA WEB INI. MASUKKAN NIK/NOMOR KTP DAN TANGGAL LAHIR
https://dtsen-form.bps.go.id/indonesia-pintar
.jpg)












