Saturday, October 10, 2026
PegiatJurnal.com: Link SIAKAD atau LINK AKADEMIK DOSEN UIN Salatiga
Friday, October 9, 2026
Lawan Krisis Etika Digital Remaja, Akademisi Gagas Pembelajaran Bahasa Berbasis Nilai Moral

Risdianto, Faizal, Scopus ID: 57213518975
Article • Open access
Discovering the Communicative Functions of Cybertextual Contexts in Digital Media Environments: A Sociosemiotic Multimodal Perspective
Rahardi, R. Kunjana, Risdianto, Faizal, Purnomo, Budi, ... Rianita, Dian, Jumanto, JumantoStudies in English Language and EducationOpen source preview, 2026, 13(2), pp. 1051–1068
Show abstract
Full text
0
Citations
Article • Open access
Breaking through the Ivory Tower of High-Indexed Journals: Insights from EFL Academics in Private Universities, East Java, Indonesia
Ahmad Tajuddin, Azza Jauhar, Fadhilawati, Dian, Risdianto, Faizal, ... Supriyono, , Saifudin, AhmadDirasat: Human and Social SciencesOpen source preview, 2026, 53(3), 8603
Show abstract
Full text
0
Citations
Article
How Spatial and Temporal References Construct Cultural Identity and Ecological Awareness: The Case of Little Forest Movie
Hamidah, Idah, Lusiana, Y., Sunarni, Nani, Risdianto, FaizalInternational Journal of Society, Culture and LanguageOpen source preview, 2025, 13(2), pp. 157–168
Show abstract
Full text
0
Citations
Don’t miss out on new publications by this author!Set document alertSet document alert
Article
Appraisal and Ideology Realization in Indonesia State Capital Relocation News Texts
Risdianto, Faizal, Sumarlam, Sumarlam, Djatmika, , Wiratno, TriInternational Journal of Society, Culture and LanguageOpen source preview, 2024, 12(2), pp. 74–88
Show abstract
Full text
1
Citations
Article • Open access
Unlocking Potential: A Closer Look at Research Engagement and Productivity Among EFL Academics in East Java, Indonesia
Fadhilawati, Dian, Ahmad Tajuddin, Azza Jauhar, Romly, Raihana, ... Risdianto, Faizal, Saifudin, AhmadArab World English JournalOpen source preview, 2024, 15(3), pp. 255–269
Show abstract
Full text
1
Citations
Article
Women’s language features: Identifying language and gender in a talk show from a sociolinguistics the perspective
Purba, Ridwin, Fatmawati, Endang, Herman, Herman, ... Fatmahwati, A., Saputra, NandaResearch Journal in Advanced HumanitiesOpen source preview, 2023, 4(4), pp. 33–44
Show abstract
Full text
3
Citations
Article
Intercultural Linguistic Borders, Stereotypes and Representations in Americanah by Chimamanda Adichie Ngozie Adichie: A Sociolinguistics perspective
Sutrisno, D., Rafiek, Muhammad, Rintaningrum, Ratna, ... Saputra, Nanda, Herman, HermanISVS e-journalOpen source preview, 2023, 10(11), pp. 421–436
Show abstract
Full text
12
Citations
Article • Open access
“The Sum of All Fears” from Novel to Film: Shifting the Discourse of Terrorism
Rahayu, Mundi, Sahiruddin, , Risdianto, Faizal, ... Rabiah, S., Taufiqurrochman, R.World Journal of English LanguageOpen source preview, 2023, 13(7), pp. 186–193
Show abstract
Full text
1
Citations
Article • Open access
Sociolinguistic analysis of language and gender identity in talk shows
Purba, Ridwin, Fatmawati, Endang, Herman, Herman, ... Fatmahwati, A., Saputra, NandaResearch Journal in Advanced HumanitiesOpen source preview, 2023, 4(1), pp. 33–43
Show abstract
Full text
12
Citations
Conference Paper • Open access
Video as Educational Multimedia to Teach English Speaking
Fajar Masyitoh, Novia, Malihah, Noor, Risdianto, Faizal, Guritno, AgungJournal of Physics: Conference SeriesOpen source preview, 2019, 1339(1), 012118
Show abstract
Full text
3
Citations
PAK FAIZAL'S INTRODUCTION TO LINGUISTICS UTS ASSIGNMENT
PAK FAIZAL'S INTRODUCTION TO LINGUISTICS UTS ASSIGNMENT
Dear Students,
This is your UTS assignment for this semester.
1. Prepare a PPT of 5-7 slides and create a short video recording showing your PPT and on-camera display describing one of your favorite analyses of INTRODUCTION OF LINGUISTICS. you may choose and describe any linguistics phenomenon in any language (English, Arabic, Indonesian, Bahasa Jawa, Bahasa Sunda, etc.). The theories can be phonetics, morphology, syntax, semantics, or pragmatics.
Thursday, October 8, 2026
Kebenaran pada dasarnya bersifat lurus, jelas, dan tidak membutuhkan banyak rekayasa
Dalam perspektif Islam, kebenaran pada dasarnya bersifat lurus, jelas, dan tidak membutuhkan banyak rekayasa, sedangkan kebohongan cenderung menjadi rumit karena harus ditopang oleh kebohongan-kebohongan lain. Al-Qur’an menggambarkan pentingnya perkataan yang benar melalui firman Allah: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar (qaulan sadīdan)” (QS. Al-Ahzab [33]: 70). Kebenaran tidak memerlukan banyak versi cerita untuk mempertahankan konsistensinya karena ia berangkat dari kenyataan. Sebaliknya, ketika seseorang berbohong, ia harus mengingat apa yang telah dikatakannya, menyesuaikan cerita dengan keadaan, dan terkadang menciptakan kebohongan baru untuk menutupi kebohongan sebelumnya. Karena itu, kebohongan sering digambarkan sebagai sesuatu yang “berkelok-kelok”, sementara kebenaran memiliki jalan yang lebih lurus dan sederhana.
Hal ini sangat kuat dalam ajaran Nabi Muhammad ﷺ tentang kejujuran (ṣidq). Dalam hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa kejujuran membawa kepada kebajikan (al-birr), dan kebajikan membawa ke surga; seseorang yang senantiasa berkata benar akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang sangat jujur (ṣiddīq). Sebaliknya, beliau memperingatkan bahwa kebohongan membawa kepada kejahatan (al-fujūr), dan kejahatan membawa ke neraka, hingga seseorang yang terus-menerus berdusta dicatat sebagai pendusta. Hadis ini menunjukkan bahwa kejujuran bukan sekadar persoalan berkata sesuai fakta, tetapi merupakan jalan moral yang membentuk karakter dan mengarahkan manusia kepada kebaikan. Sekali seseorang memilih kebohongan, ia dapat terdorong untuk mempertahankan kebohongan tersebut dengan kebohongan berikutnya, sehingga persoalan yang semula sederhana menjadi semakin kompleks.
Dengan demikian, “kebenaran itu lurus, sedangkan kebohongan itu berkelok-kelok” dapat dipahami sebagai gambaran moral dan psikologis yang sangat relevan dengan prinsip Islam. Allah juga memerintahkan orang beriman untuk menjadi orang-orang yang teguh dalam menegakkan kebenaran dan keadilan: “Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, sekalipun terhadap dirimu sendiri...” (QS. An-Nisa’ [4]: 135). Kebenaran mungkin terkadang terasa sulit untuk diucapkan karena dapat menuntut keberanian dan kejujuran terhadap diri sendiri, tetapi setelah diucapkan, ia tidak membutuhkan banyak penjelasan yang dibuat-buat. Kebohongan mungkin tampak sebagai jalan yang mudah pada awalnya, tetapi semakin jauh seseorang berjalan di dalamnya, semakin banyak “jalan kecil” yang harus dibuat untuk mempertahankan cerita yang tidak benar. Karena itu, Islam menempatkan ṣidq sebagai salah satu fondasi utama akhlak seorang Muslim: berkata benar, menepati kenyataan, dan berani mempertahankan kebenaran sekalipun tidak selalu menguntungkan diri sendiri.

