Friday, February 27, 2026

15 important ways of achieving happiness


1. Determine Your Goal

Happiness begins when we know what we want in life. Determining your goal gives direction and meaning to your actions. Without a clear goal, life can feel confusing and empty. When you set a specific goal, you have something to focus on, work toward, and feel motivated about every day.


2. Create Ideal, Create Yourself

This means shaping yourself into the person you truly want to become. Instead of waiting for the perfect situation, you build your own ideal future through self-improvement. By developing good habits, positive character, and strong values, you create a better version of yourself that leads to lasting happiness.


3. Dare to Dream

Dreaming gives hope and inspiration. When you dare to dream, you allow yourself to imagine a better future without fear. Big dreams encourage creativity, courage, and ambition. Even if not all dreams come true, they push you to grow and achieve more than you thought possible.


4. Accept Challenge

Life is full of difficulties, and happiness does not mean avoiding problems. Accepting challenges helps you become stronger and wiser. Every obstacle is an opportunity to learn something new. When you face challenges bravely, you gain confidence and personal growth.


5. Be Tough, Be Persistent

Success and happiness require mental strength and persistence. Sometimes you will fail, but being tough means you do not give up easily. Persistence helps you continue working toward your goals even when the journey is hard. Strong determination often leads to meaningful achievements.

Thursday, February 26, 2026

Ketidakamanan Ganggu Ramadan di Kwara, Nigeria, Keluarga-Keluarga Hindari Shalat Malam di Masjid karena Serangan Teror


Ketidakamanan yang semakin parah di Nigeria bagian utara telah memaksa umat Muslim di sejumlah komunitas di daerah Edu dan Kaiama, Negara Bagian Kwara, untuk menjalankan ibadah shalat malam Ramadan di rumah masing-masing. Warga di daerah seperti Gbugbu, Yikpata, Kali, Baburasa, dan Gada Oli kini menghentikan shalat Tarawih, Maghrib, dan Isya berjamaah di masjid karena ancaman serangan teroris yang kembali terjadi.

Keputusan berat ini diambil setelah serangkaian insiden teror yang mengguncang wilayah tersebut, termasuk penculikan warga saat Ramadan di Gbugbu yang membuat kehadiran masjid menurun drastis. Yang paling traumatis adalah pembantaian 176 warga di desa tetangga, Woro, yang membuat ketakutan semakin mendalam. Warga Baburasa menyatakan bahwa peristiwa Woro telah mengubah segalanya dan membuat mereka tidak lagi merasa aman berkumpul di keramaian, terutama setelah matahari terbenam.

Situasi memilukan ini memaksa perubahan total dalam rutinitas ibadah. Warga menggambarkan suasana malam yang sunyi dan mencekam, di mana shalat Maghrib dan Isya dilakukan tergesa-gesa di dalam rumah. Para tetua desa di Gada Oli bahkan telah menginstruksikan warganuys untuk tetap di dalam rumah setelah petang, dan orang tua melarang keras anak-anak mereka keluar rumah karena tidak ada yang tahu di mana serangan berikutnya akan terjadi.

Blog Dr. Faizal Risdianto: [A STORY] Candy

Blog Dr. Faizal Risdianto: [A STORY] Candy: [A STORY] Candy Two years ago, I met a charming boy at Southfield station. Since he smiled at me, I smiled back at him, offering him a sweet...


Analisis Video tiktok tentang Kalimat “Pilih uang 2 miliar atau meninggalkan agama Islam”

Kalimat “pilih uang 2 miliar atau meninggalkan agama Islam” dalam video ini https://x.com/P3gEl/status/2026661519258431523?s=20 secara struktur bahasa adalah kalimat pilihan (disjunction) karena menggunakan kata “atau”, yang secara gramatikal berarti memberikan dua opsi yang berbeda.

Namun, dari sisi makna (pragmatik), kalimat itu bisa ditafsirkan sebagai:

  1. Dua opsi yang berdiri sendiri
    Secara literal, itu hanya menyajikan dua pilihan ekstrem tanpa menjelaskan hubungan sebab-akibat. Jadi, tidak secara eksplisit menyatakan bahwa uang 2 miliar diberikan jika seseorang meninggalkan Islam.

  2. Implikasi adanya imbalan (makna tersirat)
    Dalam konteks tertentu, kalimat tersebut bisa dipahami sebagai ajakan atau godaan: seolah-olah seseorang akan mendapatkan uang 2 miliar jika meninggalkan Islam. Ini disebut makna implisit atau implikatur, karena hubungan “uang sebagai imbalan murtad” tidak dinyatakan langsung tetapi bisa dipahami dari cara kalimat itu dibingkai.

Jadi, jawabannya tergantung konteks penggunaan:

  • Secara struktur bahasa, itu dua pilihan berbeda.

  • Secara makna pragmatik, bisa ditafsirkan sebagai tawaran/godaan meninggalkan agama dengan imbalan uang, jika konteksnya mengarah ke sana.

Ok lanjut ke analisis secara lebih akademik melalui dua cabang utama linguistik makna: semantik dan pragmatik.