Kisah Perjuangan Nabi Musa A.S. dan Relevansinya dengan Zaman Modern

 Kisah Perjuangan Nabi Musa A.S. dan Relevansinya dengan Zaman Modern

Nabi Musa A.S. lahir pada masa kekuasaan Fir’aun yang sangat zalim, ketika bayi-bayi laki-laki Bani Israil dibunuh karena ramalan bahwa seorang anak dari kaum tertindas itu akan menjadi sebab runtuhnya kekuasaan Fir’aun. Sebenarnya mimpi buruk itu adalah peringatan dari Allah SWT agar Fir'aun tidak berbuat aniaya.

Atas wahyu Allah, ibu Musa A.S menyusui dan merawatnya dengan penuh keimanan, lalu menghanyutkannya ke Sungai Nil atas perintah Allah SWT (QS Al Qashas ayat 7). Hal ini demi keselamatannya. Takdir Allah mengantarkan bayi Musa A.S justru ke istana Fir’aun, musuh terbesar Bani Israil. Fir’aun menyadari ancaman di balik bayi itu, namun ia tidak mampu menolak keteguhan istrinya, Asiyah, yang melarang Musa dibunuh. Sejak awal, Allah telah memperlihatkan bahwa kekuasaan sebesar apa pun tidak mampu melawan rencana-Nya.

Nabi Musa A.S tumbuh besar di lingkungan istana, menikmati pendidikan dan perlindungan penguasa yang kelak akan ia lawan. Namun jiwanya tetap berpihak pada kaum tertindas. Pada usia sekitar 18 tahun, sebuah peristiwa menjadi titik balik: Musa melihat pertikaian antara seorang Qibthi (kaum Fir’aun) dan seorang Bani Israil. Musa bermaksud melerai dengan satu pukulan, tetapi pukulan itu menyebabkan orang Qibthi meninggal dunia. 

Journal of Pragmatics Research (JoPR)

Journal of Pragmatics Research (JoPR), E-ISSN: 2656-8020
Journal of Pragmatics Research (JoPR), E-ISSN: 2656-8020, is published by Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga, Indonesia. It is a forum published every April and October and aimed at developing all aspects of scholarly theories and research on pragmatics, Pragma-linguistics, Discourse Analysis, Sociolinguistics, and socio-pragmatics within the Indonesian context of political and socio-cultural elements. Authors may send the manuscript of these topics in English or Bahasa Indonesia. This Journal has been accredited by the Indonesian Ministry of Research, Technology, and Higher Education of the Republic of Indonesia in SINTA 3 since 2024. The recognition was published in the Director Decree (SK No. 177/E/KPT/2024), effective until 2028. Intending to improve the journal's quality since 28th October 2022, this journal has officially cooperated with INaPrA ( Indonesian Pragmatics Association). See The MoU Manuscript.
IMPORTANT NOTE:
1. The Editor makes no PDF of LoA (Letter of Acceptance). LoA is issued solely as an accepted paper notification via the official E-mail of the Journal of Pragmatics Research: jopr@uinsalatiga.ac.id.
2. The Editor has the right to ask the contributors to omit, reformulate, or reword their manuscripts or any part thereof in a manner that conforms to the publication policy.
3. THERE IS NO affiliation, Association, or endorsement between Elsevier's Journal of Pragmatics and UIN Salatiga's Journal of Pragmatics Research (JoPR).

Click for More...

Papers authored by Teisar Arkida, S.Hum., M.Li.

Berikut daftar artikel jurnal/prosiding karya Teisar Arkida, S.Hum., M.Li. yang mencakup judul artikel, nama jurnal/proceeding, dan tautan URL yang dapat diklik langsung oleh pembaca. Informasi ini berdasarkan hasil pencarian publikasi akademik terkait evaluasi bahasa, framing media, dan analisis wacana berita politik/klasik Covid-19 yang melibatkan penulis tersebut: 


1. Appraisal: Framing on Covid-19 Pandemic Handling News in Indonesia

Penulis: Teisar Arkida, Djatmika Djatmika, Riyadi Santosa
Jurnal: International Journal of Multicultural and Multireligious Understanding
Tahun: 2022
Link: Klik di sini: https://ijmmu.com/index.php/ijmmu/article/view/4187

IJMMU+1
Keterangan: Artikel ini menganalisis penggunaan bahasa evaluatif dalam pemberitaan tentang penanganan pandemi Covid-19 dan bagaimana framing tersebut membentuk citra politis calon presiden 2024. IJMMU
 

2. ATTITUDES: Manifestasi Tahun Politik 2024 di Balik Laporan Covid-19

Penulis: Teisar Arkida, Djatmika Djatmika, Riyadi Santosa
Prosiding: Prosiding Seminar Nasional Linguistik dan Sastra (SEMANTIKS)
Tahun: 2022
Link: Klik di sini: https://jurnal.uns.ac.id/prosidingsemantiks/article/view/65377

Jurnal Universitas Sebelas Maret
Keterangan: Paper ini mengeksplorasi bagaimana bahasa evaluatif pada berita Covid-19 memuat agenda politik tersembunyi di balik framing media menjelang Pemilu 2024. Jurnal Universitas Sebelas Maret

 
3. Framinguistics: How is Evaluative Language Used to Manipulate Social Depictions of the 2024 Indonesian Presidential Candidates in Political News Texts?

Penulis: Teisar Arkida, Riyadi Santosa, Tri Wiratno
Prosiding: Proceedings of the Third International Conference on Communication, Language, Literature, and Culture (ICCoLliC 2024) (Atlantis Press)
Tahun: 2024
Link: Klik di sini: https://www.atlantis-press.com/proceedings/iccollic-24/126006843

Atlantis Press
Keterangan: Prosiding ini membahas strategi framing evaluatif terhadap kandidat presiden di media Kompas, TVOne News, dan Metro TV News dalam konteks pemilu 2024. Atlantis Press

 
4. Linguistic Reflections of Cultural Ethics: Social Assistance Discourse in Surakarta


Penulis: Teisar Arkida, Fitri Anekawati, Wakit Abdullah Rais
Jurnal: Journal of Pragmatics Research
Tahun: 2025
Link: Klik di sini: https://ejournal.uinsalatiga.ac.id/index.php/jopr/article/view/3692 eJournal UIN Salatiga
Keterangan: Artikel ini merupakan kajian etnolinguistik yang memadukan diskursus bantuan sosial dan etika budaya di Surakarta; relevan dalam memperlihatkan spektrum penelitian linguistik yang lebih luas dari penulis. eJournal UIN Salatiga

Pentingnya Pesantren Mutajawilah: Minal Masjid ilal Masjid: Khurudj Fi Sabilillah

 1. Tarbiyah Imaniyyah sebagai Fondasi Hakikat Kemanusiaan

Allah menetapkan manusia sebagai asyrāful makhlūqāt (makhluk paling mulia), sebagaimana firman-Nya: Laqad karramnā banī Ādam — “Sungguh Kami telah memuliakan anak cucu Adam.”

Kemuliaan ini bukan otomatis, tetapi bersyarat: ia bergantung pada iman, ketaatan, dan pengelolaan hawa nafsu. Di sinilah tarbiyah imaniyyah menjadi kebutuhan primer.

Malaikat taat secara total, tetapi tidak memiliki hawa nafsu. Manusia diberi akal dan nafsu; ketika ia taat, derajatnya melampaui malaikat. Namun ketika iman ditinggalkan, manusia bisa jatuh lebih rendah dari binatang, karena binatang tidak diberi akal dan tanggung jawab syariat.

Tarbiyah iman berfungsi menjaga manusia tetap berada pada jalur kemuliaannya, agar potensi akal dan nafsu tidak saling menghancurkan, tetapi saling dikendalikan dalam ketaatan kepada Allah.

2. Analogi Tanah: Hakikat Jiwa Manusia dan Kebutuhan Tarbiyah

Manusia diciptakan dari tanah; karena itu jiwa manusia bersifat reaktif dan mudah dipengaruhi:

Tanah terkena panas terus → keras

Tanah terkena air terus → lembek

Tanah dibiarkan → tumbuh liar

Demikian pula hati manusia: Tanpa tarbiyah iman, hati akan keras oleh dunia, lembek oleh syahwat, atau liar oleh hawa nafsu. Tarbiyah imaniyyah berfungsi seperti petani yang mengolah tanah: membajak, menyirami, membersihkan gulma, dan menanam tanaman yang bermanfaat.

Tanpa tarbiyah:

Tumbuh rumput → sifat hewan ternak (egois, tidak peduli penderitaan orang lain).

Tumbuh ilalang → sifat buas (menyakiti demi kepentingan).

Tumbuh pohon liar dan lembab → muncul sifat ular dan kalajengking (merusak demi kesenangan).

Ini selaras dengan QS Al-A‘raf: 179, bahwa manusia yang tidak menggunakan hati, mata, dan telinga untuk iman lebih sesat daripada binatang ternak.

3. Tarbiyah Iman sebagai Jalan Keluar dari Egoisme Sosial

Fenomena “yang penting urusan saya” adalah gejala ketiadaan tarbiyah iman. Binatang ternak tetap makan meski saudaranya disembelih—tidak ada empati. Ketika manusia hidup dengan prinsip serupa, ia telah kehilangan fungsi sosial dan risalah kemanusiaannya.

Tarbiyah iman:

Menumbuhkan kepekaan sosial. Menghidupkan rasa tanggung jawab kolektif. Mengubah orientasi hidup dari self-centered menjadi Allah-centered. Inilah pintu masuk kewajiban amar ma‘ruf nahi mungkar.

Ironi Ibu Negeri, Ribuan Bumil Positif HIV

 # Rubrik Muslimah Seri 394 

Ironi Ibu Negeri, Ribuan Bumil Positif HIV

Oleh: Kholda Najiyah

Founder Salehah Institute 

Sumber tulisan: Ironi Ibu Negeri, Ribuan Bumil Positif HIV - Muslimah Times

Perempuan menjadi korban kebobrokan sistem pergaulan bebas

***

Perilaku gaya hidup bebas, menghancurkan moral masyarakat dengan cepat. Menghembuskan penyakit mematikan dengan kencang, termasuk menimpa kaum perempuan. Bahkan, ibu-ibu dan janin, harus menanggung kebobrokan sistem pergaulan liberal yang bercokol semakin mencengkeram di negeri Muslim ini. Sungguh sebuah ironi! 

Seperti diungkap oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang merilis tren tes dan pengobatan HIV pada ibu hamil. Dari 2.482.837 ibu hamil yang melakukan tes HIV sepanjang Januari-September 2025, ada 2.264 di antaranya positif HIV (tirto.id). Kemenkes memastikan, terdapat kenaikan tes HIV pada ibu hamil yang dibarengi dengan kenaikan jumlah ibu hamil pengidap HIV yang menjalani pengobatan. Artinya, semakin banyak ibu hamil yang dites, semakin tinggi juga temuan pengidap HIV. Ini artinya fenomena gunung es, karena jutaan ibu hamil lainnya banyak yang tidak tes HIV, dan bisa berpotensi positif. 

Lalu apa tindakan untuk mereka? Ketua Tim Kerja HIV PIMS Kemenkes, Tiersa Vera Junita, mengungkap pula dari total kasus yang ditemukan tahun 2025, sebanyak 1.536 bumil telah menjalani pengobatan Antiretroviral (ARV). Untuk mengurangi penularan HIV dari ibu hamil kepada anaknya, para ibu hamil diwajibkan untuk melakukan skrining HIV, Sifilis, dan Hepatitis B, imbuh Tiersa dalam acara temu media sebagai rangkaian peringatan Hari AIDS Sedunia 2025, di Gama Tower, Jakarta Selatan, Selasa (25/11/2025).

⭐ TIMELINE NABI MUHAMMAD SAW (0–40 TAHUN SEBELUM KENABIAN)

 

Tahun Gajah (570 M) – Kelahiran

  • Lahir di Makkah pada 12 Rabi‘ul Awwal, tahun terjadinya penyerangan Ka’bah oleh pasukan bergajah Abrahah.

  • Ayah beliau, Abdullah, telah wafat sebelum kelahirannya.

Usia 0–6 tahun – Masa Pengasuhan Awal

  • Disusui dan diasuh oleh Halimah As-Sa‘diyah di pedalaman selama beberapa tahun.

  • Peristiwa Syarhush Shadr (pembelahan dada) terjadi pada masa kecil beliau.

  • Ibunda beliau, Aminah, wafat saat beliau berusia 6 tahun di Abwa’.

Usia 6–8 tahun – Dalam Asuhan Kakek

  • Diasuh oleh kakeknya, Abdul Muththalib.

  • Abdul Muththalib wafat ketika Rasul berusia 8 tahun.

Usia 8–12 tahun – Dalam Asuhan Abu Thalib

  • Pindah diasuh oleh pamannya, Abu Thalib, sosok yang sangat melindunginya.

  • Beliau mulai bekerja membantu Abu Thalib dalam aktivitas sehari-hari.

Usia 12 tahun – Perjalanan ke Syam

  • Ikut dalam kafilah dagang Abu Thalib ke Syam.

  • Bertemu dengan pendeta Buhaira yang melihat tanda-tanda kenabian pada diri beliau.

Usia 15 tahun – Perang Fijar

  • Ikut serta dalam Perang Fijar, tetapi hanya membantu memungut anak panah, tidak ikut berperang secara langsung.

Usia 20 tahun – Hilful Fudhul

  • Terlibat dalam Perjanjian Hilful Fudhul, perhimpunan pemuda Quraisy untuk membela orang lemah dan menegakkan keadilan.

  • Nabi kemudian berkata: “Jika aku diajak kembali kepada perjanjian itu, aku akan memenuhinya.”

Usia 20–25 tahun – Menjadi Pedagang Amanah

  • Mulai menjalankan bisnis secara mandiri.

  • Mendapat gelar Al-Amīn karena kejujuran dan integritasnya.

Usia 25 tahun – Menikah dengan Khadijah RA

  • Menikah dengan Khadijah binti Khuwailid, seorang wanita bangsawan dan pengusaha.

  • Khadijah mempercayai Nabi memimpin perniagaannya ke Syam dan Yaman.

Usia 35 tahun – Renovasi Ka’bah & Kisah Hajar Aswad

  • Ka’bah diperbaiki oleh Quraisy setelah rusak.

  • Terjadi perselisihan tentang siapa yang berhak meletakkan Hajar Aswad.

  • Nabi menyelesaikan konflik dengan solusi kain terbentang yang diangkat bersama, sementara beliau meletakkan batu itu dengan tangan beliau sendiri.

Usia 35–40 tahun – Masa Perenungan

  • Sering berkhalwat (menyendiri) di Gua Hira’ untuk beribadah dan merenung.

  • Menjauhi penyembahan berhala dan keburukan masyarakat Quraisy.

Usia 40 tahun (610 M) – Pengangkatan Menjadi Rasul

  • Dalam sebuah khalwat di Gua Hira’, Malaikat Jibril turun membawa wahyu pertama:
    "Iqra’ bismi rabbika alladzi khalaq…" (QS. Al-‘Alaq 1–5).

  • Nabi Muhammad SAW resmi menjadi Rasul terakhir.

Kisah Sahabat Tufail ad-Dausi R.A. — Asbābul Hidayah bagi Abu Hurairah R.A.


Kisah Sahabat Tufail ad-Dausi R.A. — Asbābul Hidayah bagi Abu Hurairah R.A.

Sahabat Tufail bin ‘Amr ad-Dausi R.A. adalah seorang pemimpin, penyair, sekaligus tokoh terpandang dari kabilah Daus yang tinggal di wilayah Yaman. Karena kedudukannya, setiap kali ia datang ke Makkah, para pembesar Quraisy sangat memperhatikannya. Suatu hari, ketika ia mengunjungi Kota Makkah pada masa awal dakwah Nabi Muhammad SAW, para pemuka Quraisy menemuinya dan memperingatkannya agar tidak mendengarkan “mantra” dan “sihir” dari Nabi Muhammad SAW. Mereka menggambarkan Nabi dengan bahasa menakut-nakuti dan penuh fitnah, hingga Tufail merasa khawatir.

Begitu takutnya ia terpengaruh, Tufail bahkan menutup telinganya dengan kapas agar tidak mendengar lantunan ayat Al-Qur'an dari lisan Rasulullah SAW. Namun Allah memiliki rencana lain. Ketika Tufail berada di dekat Ka’bah, ia mendengar samar-samar bacaan yang begitu indah dan menyentuh hati. Ia berhenti sejenak dan berkata pada dirinya, “Aku adalah penyair. Aku tahu mana kata-kata indah dan mana sihir. Mengapa aku harus takut mendengar?” Ia pun melepas kapas dari telinganya dan mendekati Rasulullah SAW.

Ketika mendengar ayat-ayat Al-Qur’an secara langsung, Tufail merasakan ketenangan dan kebenaran yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Ia meminta Rasulullah membacakan lebih banyak ayat, dan seketika itu pula hatinya terbuka untuk memeluk Islam. Ironisnya, propaganda anti-Islam yang dibuat Quraisy justru menjadi jalan hidayah baginya.
 
Sahabat Tufail ad-Dausi dan Sahabat  Abu Hurairah R.A.

Setelah kembali ke kaumnya, Sahabat Tufail berdakwah dengan penuh semangat. Di antara orang pertama yang menerima seruannya adalah Sahabat Abu Hurairah R.A., yang kelak menjadi sahabat mulia, ahli ibadah, dan periwayat hadis paling banyak dalam sejarah Islam. Dengan demikian, keislaman Sahabat Abu Hurairah merupakan buah dari dakwah Tufail, dan dakwah Tufail bermula dari “propaganda” Quraisy yang justru memantik rasa ingin tahunya hingga ia mendengar Al-Qur’an.

Inilah bukti bahwa hidayah Allah datang dengan cara yang kadang tak terduga. Hal-hal yang dimaksudkan untuk menjauhkan orang dari Islam justru dapat menjadi pintu masuk bagi mereka yang hatinya tulus mencari kebenaran.

Fenomena “Hujan Hidayah” di Barat: Relasi dengan Islamofobia Modern

Dalam konteks modern, fenomena serupa sering dibahas oleh para sosiolog dan peneliti agama: ketika Islam disudutkan atau dipersepsikan negatif, justru banyak orang Barat yang penasaran dan ingin mempelajarinya sendiri. Misalnya, setelah peristiwa 9/11, banyak laporan akademik dan survei komunitas yang mencatat meningkatnya minat mempelajari Islam, meningkatnya pembelian Al-Qur’an, dan bertambahnya jumlah kelas studi Islam di berbagai universitas serta masjid. Tren ini menunjukkan bahwa ketika pemberitaan negatif naik, keingintahuan masyarakat terhadap Islam juga ikut meningkat.

Remaja 14 Tahun Terdiagnosis Gagal Ginjal Stadium 5 — Kisah yang Mengejutkan dan Waspadai Tanda Awal


Sejak usia 14 tahun, kehidupan seorang gadis asal Tangerang berubah drastis ketika ia divonis gagal ginjal kronis stadium 5. Saat itu, ia mulai merasakan tubuh membengkak, mual, muntah, dan sesak napas — gejala yang semula dianggap sebagai asam lambung atau gangguan paru. Karena diagnosa yang salah, ia bolak-balik ke klinik selama hampir dua bulan tanpa penanganan tepat. detikHealth+2detikHealth+2

Setelah kondisinya makin parah dan sempat tak sadarkan diri, akhirnya ketika tiba di rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut, fungsi ginjalnya ditemukan telah menurun sangat drastis — hingga dianggap gagal ginjal stadium 5. detikcom+1 Karena usianya yang masih belia, rumah sakit awal menolak menangani, dan ia dirujuk ke fasilitas lain. Di RS tersebut, ia sempat koma selama dua minggu di ICU sebelum memulai perawatan rutin. detikcom+1

Saat ini, gadis itu sudah menjalani cuci darah (hemodialisis) secara rutin selama beberapa tahun, dengan frekuensi dua kali per minggu. detikcom+1 Meski kondisi stabil jika tidak muncul keluhan — dia tetap harus membatasi asupan cairan, misalnya minum dibatasi hanya sekitar 600 ml per hari agar tidak memicu sesak napas. detikcom+1

Menurut dokter, gejala seperti mual, muntah, pembengkakan, sesak napas — yang kadang dianggap sepele sebagai gangguan pencernaan atau lambung — bisa jadi pertanda awal gangguan ginjal. Hal ini karena ketika ginjal mulai menurun fungsinya, zat-zat sisa seperti ureum menumpuk dalam darah, sehingga menimbulkan gejala tersebut. detikcom+1 Oleh sebab itu, sangat penting untuk tidak mengabaikan gejala-gejala seperti demikian — terutama jika berlangsung terus-menerus — dan segera memeriksakan kesehatan ginjal.

Sumber: Remaja 14 tahun kena gagal ginjal stadium 5, dokter paparkan gejala yang sering diabaikan

Convert Text to audio MP3 Online

 Free Text-To-Speech for 28+ languages & MP3 Download | ttsMP3.com

Free Text To MP3 - Text to speech online converter

TXT to MP3 - Convert your TXT to MP3 for Free Online

Use this text for trial

The Crying Stone

Long time ago, lived a girl with her mother at a mountain near a town in Kalimantan. The girl's named was Darmi. Darmi is very beautiful. Every day, she wears makeup and her best clothes. She always wanted to be rich and beautiful. She never helped her mother. She is very lazy and spoiled girl.

One day, her mother Darmi to accompany her to the market. "Okay... but I don't want to walk beside you, you have to walk behind me. With a sad heart, her mother agreed. So, Darmi walked in front of her mother. Her mother followed behind her. The girl and her mother looked very different. The girl looked very beautiful in her pretty dress, while her mother looked very old in her simple dress.

On the way to the market, People greeted the beautiful girl and asked who the old woman behind her was. Then, the girl replied to them, that she was her servant. Her mother was very sad. But, she couldn't anything. She offended for the insult. Then, she said to Darmi: "Darmi... How could you keep telling those people that I'm not your mother?".

And Darmi said: "Mom... I have to do that, because I don't want them to laugh at me, If they find out that you are my mother. We look so different".

"Enough Darmi! You've hurt me! So deep that I can't stand on it any longer. Whoever and whatever I'm? You must honour me as your own mother." Said her mother. Her mother couldn't bear the pain anymore. She prayed to God to punish her daughter's. "My dear lord, I can't stand on my daughter's behaviour. She's been too far in hurting me. Please, give her a punishment to make feel sorry for what she has done to me".

And God answered her prayed. Slowly, Darmi's legs turned into stone and process continued to upper part of the girl's body. The girl began to be panic. She felt sorry and cried for help her mother's help. "Mom... Please, Forgive me". Said the girl. But, it was too late.

Finally, her whole body turned into stone. Until now, people can still see the tears falling down the stone. That's why stone is called "Crying Stone".

TEXT FILE & MP3 AUDIO RESULT

https://drive.google.com/drive/folders/1psMIjRcUYxhwro391vyvTRr-mTaMipMw?usp=sharing

Sahabat Abu Bakar R.A: Sang Bapak yang berpagi-pagi dalam kebaikan

 Berikut penjelasan kebaikan hati Sahabat Abu Bakar r.a., asal-usul namanya, dan makna kisah beliau yang berpagi-pagi dalam kebaikan:

Ada sebuah hadis sahih yang menggambarkan kebaikan beliau pada suatu pagi. Nabi ﷺ bertanya kepada para sahabat:

“Siapa di antara kalian yang pagi ini berpuasa?”

Abu Bakar menjawab: “Saya.”

“Siapa yang pagi ini memberi makan orang miskin?”

Abu Bakar menjawab: “Saya.”

“Siapa yang menjenguk orang sakit pagi ini?”

Abu Bakar berkata: “Saya.”

Lalu Nabi ﷺ bersabda:

“Tidaklah semua kebaikan ini terkumpul pada seseorang kecuali ia pasti masuk surga.”

(HR. Muslim)

1. Kebaikan Hati Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a.

Abu Bakar r.a. adalah sahabat yang paling mulia setelah Nabi Muhammad ﷺ. Banyak sifat kebaikannya yang diabadikan dalam sejarah Islam, antara lain:

a. Dermawan dan penyayang

Beliau dikenal sebagai orang yang sangat lembut hati, mudah tersentuh, dan gemar menolong. Kekayaannya sering dihabiskan untuk membantu orang-orang lemah, fakir miskin, dan membebaskan budak seperti Bilal bin Rabah.

Islam agama Rahmatan Lil Alamiin dan Social Experiment seorang ibu minta Susu formula untuk bayinya

 Islam agama Rahmatan Lil Alamiin dan Social Experiment seorang ibu minta Susu formula untuk bayinya


Seorang wanita asal Amerika Serikat melakukan sebuah “social experiment” di mana ia menelepon banyak gereja untuk meminta susu formula untuk bayinya. Sebagian besar gereja menolak atau menolak membantu. Namun ketika ia menghubungi Islamic Center of Charlotte (masjid di North Carolina), responsnya langsung positif — mereka bersedia membantu tanpa ragu, menunjukkan empati dan kepedulian. Respon hangat dan cepat dari masjid ini kemudian viral, menarik perhatian luas sebagai bukti bahwa solidaritas dan bantuan bisa muncul dari komunitas Muslim ketika banyak gereja gagal merespon. 

Banyak yang mengatakan bahwa eksperimen ini “membuka mata” bahwa nilai kemanusiaan dan kasih sayang bisa terpancar melalui agama yang benar-benar mengamalkan ajarannya — dalam hal ini lewat tindakan nyata, bukan sekadar retorika. 

https://www.viva.co.id/berita/dunia/1861434-viral-lakukan-sosial-eksprimen-wanita-as-ini-terkejut-dengan-respon-hangat-masjid-islamic-center-of-carolina 

FREE PDF DOWNLOAD:JAMAAH DAKWAH DAN TABLIGH DALAM LINTASAN SEJARAH

 

FULL PDF DOWNLOAD
WEB BLOG VERSION:

Journal of Pragmatics Research (JoPR)



JOPR SINTA 3 DOAJ INDEXED FAST TRACK 6-8 WEEKS
Journal of Pragmatics Research (JoPR) , E-ISSN: 2656-8020, is published by Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga , Indonesia.

It is a scientific forum published every February, July, and October, dedicated to developing and disseminating scholarly theories and research on Pragmatics, Pragma-linguistics, and Socio-pragmatics within the Indonesian socio-cultural and political context. Journal of Pragmatics Research serves as a forum for discussing the local Indonesian perspectives of language use, pragmatics, and linguistics. It seeks to bring these local insights to a wider international readership — from local to global. While grounded in the Indonesian experience, the journal also welcomes comparative and theoretical studies that connect local contexts to global discussions in cognitive linguistics, sociolinguistics, discourse analysis, applied linguistics, anthropology, and communication studies.

Authors should submit manuscripts written only in English. This journal has been accredited by the Indonesian Ministry of Research, Technology, and Higher Education (Kemdikbudristek) and indexed in SINTA 3 since 2024. The accreditation was confirmed by the Director Decree (SK No. 177/E/KPT/2024), effective until 2028.

Fast Track: 1.500.000 (IDR)/ 95 (USD)

This option is available for authors who prefer a streamlined publication process. With the payment of this fee, the review, editorial decision, and author notification on this manuscript are guaranteed to take place within 6-8 weeks. This payment includes publication fees.

Steps for the fast-track review process:

1. Submit your full manuscript to the journal's website.
2. Initial screening will be conducted to assess the quality of the manuscript.
3. If the manuscript is out of scope or low quality, it will be rejected. However, if the manuscript shows potential for future publication, there will be two options: Fast Track or Regular Track.
4. If you choose Fast Track, after the initial review, you can have 2 to 3 rounds of revisions.

Important Notes:
- Do not make any payment during the initial process.
- Wait for the editor's decision on whether your paper is eligible for the Fast Track or Not.
- If your paper is selected for Fast Track, it will be eligible for publication after several rounds of revision.