Wednesday, February 11, 2026
Blog Dr. Faizal Risdianto: Link SIAKAD atau LINK AKADEMIK DOSEN UIN Salatiga
Saturday, February 7, 2026
Dilema dan Solusi Pembelajaran Bahasa Inggris Online
Asal-Usul Sistem Pendidikan Modern
VIDEO SUMMARY FROM: (1) RAHASIA ROCKEFELLER — Bagaimana Sekolah Didesain untuk Membentuk Pekerja, Bukan Pemikir - YouTube
Asal-Usul Sistem Pendidikan Modern
Setiap pagi, jutaan anak di seluruh dunia menjalani rutinitas yang hampir sama: mengenakan seragam, datang ke sekolah tepat waktu, duduk di ruang kelas dengan jadwal yang kaku, serta mengikuti aturan dan kebiasaan yang seragam. Pola ini tampak alami dan seolah sudah menjadi kodrat pendidikan. Namun, sesungguhnya sistem tersebut bukanlah sesuatu yang lahir secara alamiah, melainkan hasil dari sebuah rekayasa sosial yang dirancang secara sadar lebih dari satu abad lalu—dan ironisnya, bukan oleh para pendidik, melainkan oleh para industrialis.
Pada awal abad ke-20 di Amerika Serikat, revolusi industri menciptakan kebutuhan besar akan tenaga kerja yang disiplin waktu, patuh terhadap perintah, dan tidak banyak bertanya. Pabrik-pabrik membutuhkan manusia yang dapat bekerja layaknya bagian dari mesin: efisien, konsisten, dan dapat dikendalikan. Dalam konteks inilah John D. Rockefeller, seorang raksasa industri minyak, melihat peluang besar untuk membentuk pendidikan sebagai alat produksi sosial. Melalui yayasan filantropinya, ia membantu membangun sistem pendidikan modern yang menyerupai pabrik, dengan tujuan utama bukan mencetak pemikir merdeka, melainkan pekerja yang patuh dan siap pakai.
Timeline Peristiwa Penting dalam Kehidupan Rasulullah SAW
Kondisi Masyarakat Arab Saat Kelahiran Nabi Muhammad SAW
Ketika
Nabi Muhammad SAW dilahirkan, masyarakat Arab berada dalam masa yang dikenal
sebagai zaman jahiliyah, yaitu masa kegelapan moral, akidah, dan sosial.
Salah satu praktik yang sangat keji pada masa itu adalah mengubur bayi
perempuan hidup-hidup, karena mereka menganggap kelahiran anak perempuan
sebagai aib dan kehinaan bagi keluarga. Al-Qur’an mengabadikan kondisi ini
dalam Surah An-Nahl ayat 58–59:
“Dan
apabila seseorang dari mereka diberi kabar tentang (kelahiran) anak perempuan,
wajahnya menjadi hitam (merah padam) dan dia sangat marah. Dia menyembunyikan
dirinya dari orang banyak karena kabar buruk yang disampaikan kepadanya. Apakah
dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan atau membenamkannya ke dalam
tanah (hidup-hidup)? Ingatlah, alangkah buruknya keputusan yang mereka tetapkan
itu.”
(QS. An-Nahl [16]: 58–59, Terjemahan Kemenag RI)
Selain
itu, masyarakat Arab sangat mudah tersulut konflik dan peperangan.
Perselisihan sepele, seperti seekor unta yang minum di mata air milik kabilah
lain, dapat memicu perang antarsuku yang berlangsung puluhan tahun. Bahkan
diceritakan, seekor unta yang dipanah hingga susunya bercampur darah menjadi
pemicu perang besar yang berlangsung hingga 40 tahun.
Dari sisi
moral, perzinahan merajalela, hingga dalam banyak kasus seseorang tidak
yakin apakah anak yang dilahirkan benar-benar anak kandungnya sendiri. Praktik poligami
dilakukan tanpa batas, termasuk menikahi dua perempuan yang bersaudara atau
bahkan menikahi janda ayahnya sendiri—sesuatu yang kelak diharamkan secara
tegas dalam Islam.
Nilai-Nilai
Positif dalam Masyarakat Arab
Meski
demikian, masyarakat Arab juga memiliki sejumlah sifat positif yang
kelak menjadi modal penting bagi penyebaran Islam. Mereka dikenal dermawan
dalam menjamu tamu dan menolong sesama, meskipun kedermawanan itu sering
disalahgunakan untuk hal negatif seperti minum khamr dan berjudi. Uniknya,
hasil perjudian terkadang digunakan untuk membantu fakir miskin, menunjukkan
adanya naluri sosial meskipun belum terarah dengan benar.
Mereka
juga sangat menjunjung tinggi janji dan kehormatan, tidak suka
mengingkari kesepakatan. Masyarakat Arab memiliki karakter berani, pantang
mundur, dan tidak mau hidup dalam kehinaan. Mereka lebih memilih mati demi
mempertahankan kemuliaan dan kehormatan. Kehidupan sederhana ala Badui yang
keras dan mandiri ini menjadi pra-syarat mental bagi lahirnya para
pengemban risalah Islam yang kelak menyebarkan dakwah ke seluruh penjuru dunia.
Peristiwa Penting dalam Kehidupan Nabi Muhammad SAW



.webp)