Monday, February 16, 2026

Ekosistem publikasi berkelanjutan di PTKI

 Ekosistem publikasi berkelanjutan di PTKI (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam) menekankan integrasi budaya menulis, peningkatan sitasi, dan dampak pengetahuan nyata untuk mendukung kemajuan akademik. Konsep ini relevan dengan minat Anda pada publikasi SINTA/Scopus di linguistik dan ELT, di mana PTKI seperti UIN Sunan Kalijaga mencatat sitasi tinggi (977 pada 2024) dan FWCI 2,68, dua kali rata-rata global.History+2

Kondisi Saat Ini

PTKI menunjukkan peningkatan produktivitas, dengan 3.140 artikel internasional pada 2020 (naik 116% dari 2019), tapi tantangan seperti rendahnya diseminasi disertasi dan dominasi jurnal nasional tetap ada. Publikasi dosen PTKI sering kali bergantung pada reward dan regulasi, bukan budaya intrinsik, mirip tren nasional di mana jurnal mendominasi (92%) atas buku (8%).History+3

Strategi Budaya Menulis

Bangun budaya melalui workshop, insentif, dan aturan wajib, sambil dorong membaca, berbagi, dan anti-plagiat. Kolaborasi antar-PTKI dan pemanfaatan SINTA untuk tracking sitasi efektif, seperti di UIN yang prioritaskan Q1 Scopus.uin-suka+3

StrategiManfaatContoh PTKI
Workshop & TrainingTingkatkan skill menulisUIN Sunan Kalijaga[uin-suka.ac]​
Reward PublikasiMotivasi dosenKemenag target 3.000+ artikel[test3.kemenag.go]​
Kolaborasi RisetNaikkan sitasiKerja sama lintas institusi[publetter]​

Tingkatkan Sitasi

Fokus Scopus/SINTA Q1-Q2 untuk FWCI tinggi; gunakan online first dan hindari predatory journals. Di PTKI, sitasi naik via riset berdampak global, bukan sekadar kuantitas.History+2

Dampak Pengetahuan

Ukur via sitasi, FWCI, dan aplikasi sosial; PTKI unggul di riset Islam-humaniora dengan pengaruh dua kali lipat dunia. Integrasikan dengan SPAN PTKIN 2026 untuk sinergi nasional.uinsatu+1

No comments:

Post a Comment