Ekosistem publikasi berkelanjutan di PTKI (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam) menekankan integrasi budaya menulis, peningkatan sitasi, dan dampak pengetahuan nyata untuk mendukung kemajuan akademik. Konsep ini relevan dengan minat Anda pada publikasi SINTA/Scopus di linguistik dan ELT, di mana PTKI seperti UIN Sunan Kalijaga mencatat sitasi tinggi (977 pada 2024) dan FWCI 2,68, dua kali rata-rata global.History+2
Kondisi Saat Ini
PTKI menunjukkan peningkatan produktivitas, dengan 3.140 artikel internasional pada 2020 (naik 116% dari 2019), tapi tantangan seperti rendahnya diseminasi disertasi dan dominasi jurnal nasional tetap ada. Publikasi dosen PTKI sering kali bergantung pada reward dan regulasi, bukan budaya intrinsik, mirip tren nasional di mana jurnal mendominasi (92%) atas buku (8%).History+3
Strategi Budaya Menulis
Bangun budaya melalui workshop, insentif, dan aturan wajib, sambil dorong membaca, berbagi, dan anti-plagiat. Kolaborasi antar-PTKI dan pemanfaatan SINTA untuk tracking sitasi efektif, seperti di UIN yang prioritaskan Q1 Scopus.uin-suka+3
| Strategi | Manfaat | Contoh PTKI |
|---|---|---|
| Workshop & Training | Tingkatkan skill menulis | UIN Sunan Kalijaga[uin-suka.ac] |
| Reward Publikasi | Motivasi dosen | Kemenag target 3.000+ artikel[test3.kemenag.go] |
| Kolaborasi Riset | Naikkan sitasi | Kerja sama lintas institusi[publetter] |
Tingkatkan Sitasi
Fokus Scopus/SINTA Q1-Q2 untuk FWCI tinggi; gunakan online first dan hindari predatory journals. Di PTKI, sitasi naik via riset berdampak global, bukan sekadar kuantitas.History+2
Dampak Pengetahuan
Ukur via sitasi, FWCI, dan aplikasi sosial; PTKI unggul di riset Islam-humaniora dengan pengaruh dua kali lipat dunia. Integrasikan dengan SPAN PTKIN 2026 untuk sinergi nasional.uinsatu+1
No comments:
Post a Comment