Saturday, February 28, 2026
Perumpamaan seorang mukmin bagaikan lebah: terdapat 6 sifat yang baik dan mulia
DO‘A JIBRIL ALAIHISSALLAM KEPADA TIGA GOLONGAN MANUSIA
Al-Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Malik bin al-Huwairits Radhiyallahu anhu, beliau berkata.
“Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam naik ke atas mimbar, ketika beliau naik ke atas
tangga, beliau berkata ‘Aamiin,’ lalu beliau naik lagi ke atas tangga (tingkat
kedua) dan berkata, ‘Aamiin’ lalu beliau naik lagi ke atas tangga (tingkat
ketiga) dan berkata, ‘Aamiin’ lalu beliau berkata, ‘Jibril datang kepadaku dan
berkata, ‘Wahai Muhammad, siapa saja yang mendapati bulan Ramadhan dan dia
tidak diampuni, maka Allah akan melaknatnya.’ Lalu aku (Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam) berkata: ‘Aamiin.’”
Jibril berkata lagi, ‘Dan siapa
saja yang mendapati kedua orang tuanya masih hidup atau salah satunya, lalu dia
masuk ke dalam Neraka, maka Allah akan menjauhkannya dari rahmat-Nya.’ Aku
katakan, ‘Aamiin.’
Jibril berkata lagi, ‘Siapa saja
yang ketika namamu disebutkan, lalu ia tidak bershalawat kepadamu, maka Allah
akan melaknatnya, katakanlah aamiin, lalu aku katakan, ‘Aamiin.’[1]
Referensi :
https://almanhaj.or.id/3302-doa-jibril-alaihissallam-kepada-tiga-golongan-manusia.html
Friday, February 27, 2026
15 important ways of achieving happiness
1. Determine Your Goal
Happiness begins when we know what we want in life. Determining your goal gives direction and meaning to your actions. Without a clear goal, life can feel confusing and empty. When you set a specific goal, you have something to focus on, work toward, and feel motivated about every day.
2. Create Ideal, Create Yourself
This means shaping yourself into the person you truly want to become. Instead of waiting for the perfect situation, you build your own ideal future through self-improvement. By developing good habits, positive character, and strong values, you create a better version of yourself that leads to lasting happiness.
3. Dare to Dream
Dreaming gives hope and inspiration. When you dare to dream, you allow yourself to imagine a better future without fear. Big dreams encourage creativity, courage, and ambition. Even if not all dreams come true, they push you to grow and achieve more than you thought possible.
4. Accept Challenge
Life is full of difficulties, and happiness does not mean avoiding problems. Accepting challenges helps you become stronger and wiser. Every obstacle is an opportunity to learn something new. When you face challenges bravely, you gain confidence and personal growth.
5. Be Tough, Be Persistent
Success and happiness require mental strength and persistence. Sometimes you will fail, but being tough means you do not give up easily. Persistence helps you continue working toward your goals even when the journey is hard. Strong determination often leads to meaningful achievements.
Thursday, February 26, 2026
Ketidakamanan Ganggu Ramadan di Kwara, Nigeria, Keluarga-Keluarga Hindari Shalat Malam di Masjid karena Serangan Teror
Ketidakamanan yang semakin parah di Nigeria bagian utara telah memaksa umat Muslim di sejumlah komunitas di daerah Edu dan Kaiama, Negara Bagian Kwara, untuk menjalankan ibadah shalat malam Ramadan di rumah masing-masing. Warga di daerah seperti Gbugbu, Yikpata, Kali, Baburasa, dan Gada Oli kini menghentikan shalat Tarawih, Maghrib, dan Isya berjamaah di masjid karena ancaman serangan teroris yang kembali terjadi.
Keputusan berat ini diambil setelah serangkaian insiden teror yang mengguncang wilayah tersebut, termasuk penculikan warga saat Ramadan di Gbugbu yang membuat kehadiran masjid menurun drastis. Yang paling traumatis adalah pembantaian 176 warga di desa tetangga, Woro, yang membuat ketakutan semakin mendalam. Warga Baburasa menyatakan bahwa peristiwa Woro telah mengubah segalanya dan membuat mereka tidak lagi merasa aman berkumpul di keramaian, terutama setelah matahari terbenam.
Situasi memilukan ini memaksa perubahan total dalam rutinitas ibadah. Warga menggambarkan suasana malam yang sunyi dan mencekam, di mana shalat Maghrib dan Isya dilakukan tergesa-gesa di dalam rumah. Para tetua desa di Gada Oli bahkan telah menginstruksikan warganuys untuk tetap di dalam rumah setelah petang, dan orang tua melarang keras anak-anak mereka keluar rumah karena tidak ada yang tahu di mana serangan berikutnya akan terjadi.




