Thursday, February 5, 2026

JASA BIKIN WEB OJS

 JASA BIKIN WEB OJS



Instansi/Lembaga Anda Ingin Membuat Jurnal Online Berbasis Open Journal System (OJS)?

Kami melayani pembuatan Website Jurnal OJS sampai proses penerbitan dan didampingi hingga bisa mengelola sendiri.

Paket yang kami tawarkan:

  • Installasi OJS dan Desain Web OJS untuk Single/satu jurnal
  • Registrasi Domain Dan Hosting (sewa domain & hosting dalam tanggungan client)
  • Pemilihan Theme OJS
  • Tutorial sebagai Journal Manager, Editor dan Author di Web OJS
  • Update Versi OJS

Official website: https://jolcc.org/bikinwebojs/

Silakan Hubungi kami (Admin) WA: +6282138192095 atau 0856-4201-9501.

Nasehat untuk tetap berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah, terutama saat fitnah akhir zaman merajalela

 

Dari Mu'adz R.A. berkata Rasulullah S.A. W. pernah bersabda: “Kamu Sekalian pada hari (masa) ini di atas tanda bukti dari Tuhan-mu, kamu sama memerintahkan kepada kebajikan dan melarang daripada kejahatan, dan kamu sama berjuang membela agama Allah, kemudian akan lahir (timbul) di antara kamu sekalian dua macam kemabukan: Mabuk cinta kebodohan dan mabuk cinta kemewahan hidup, dan disebabkan demikian itu kamu berpindah haluan, lalu kamu tidak lagi memerintahkan kepada kebajikan dan tidak bertindak melarang kejahatan, dan tidak pula kamu berani berjuang membela agama Allah; pada hari itu orang-orang yang menegakkan agama dengan Kitab dan Sunnah, bagi mereka pahala lima puluh orang yang membenarkan kebenaran. Para sahabat bertanya "Ya Rasulullah,   adakah dari golongan kami ataukah daripada golongan mereka?" Beliau bersabda: "Tidak, bahkan daripada kamu sekalian". (Riwayat Abu Nu'aim).

source: https://drive.google.com/file/d/1GGATf-7vTNquf8Pqm2j3k6j0KbaW1k7k/view

Tuesday, February 3, 2026

Politeness vs. Impoliteness menurut Ahlli Pragmatics & Linguistics

 

1. Definisi Politeness menurut Pakar Pragmatics dan Linguistics

Dalam kajian pragmatik, politeness berkaitan erat dengan bagaimana penutur mengelola hubungan sosial dan menjaga keharmonisan interaksi melalui bahasa.

a. Brown & Levinson (1987)

Brown dan Levinson mendefinisikan politeness sebagai:

a system of strategies used by speakers to mitigate Face Threatening Acts (FTAs) in interaction.

Artinya, politeness adalah strategi linguistik untuk mengurangi ancaman terhadap “face” (harga diri sosial) mitra tutur, baik positive face (keinginan dihargai) maupun negative face (keinginan untuk bebas dari paksaan) (Brown & Levinson, 1987).

📌 Contoh:

“Could you possibly open the window?”
→ permintaan dibuat tidak langsung untuk menjaga negative face.


b. Leech (1983; 2014)

Leech memandang politeness sebagai:

a form of communicative altruism that minimizes cost and maximizes benefit to others.

Monday, February 2, 2026

Peran Umahatul mu'minin Khadijah Rha di Awal Turunya Wahyu Kepada Rasulullah SAW



KALLA WALLAHI  MA YUKHZII-KALLAHU ABADAN  INNAKA LATASILUR-ROHIMA   WATAHMILUL KALLA  WATAKSIBUL MA'DUMA  WATUQRIY DHOYFA    WATU'IYNU 'ALA NAWA IBIL HAQQI

 ChanelMuslim.com  – Peran Umahatul mu'minin Khadijah Rha, sebagai istri Rasulullah yang pertama dan yang paling berkesan di hatinya, sangat besar di awal turunnya wahyu.

Di tengah ketakutan Rasulullah saat menerima wahyu pertama, serta kecemasan dan kekhawatiran bahwa dirinya akan menjadi dukun, ia pulang ke rumah dan menemui Umahatul mu'minin Khadijah Rha

Sesampainya di rumah, Umahatul mu'minin Khadijah Rha membukakan pintu dan pastinya ikut khawatir dengan kondisi Rasulullah yang tampak ketakutan itu. Namun, ia tetap berusah tenang dan tidak bertanya apapun kepada Rasulullah.

Umahatul mu'minin Khadijah Rha melihat bahwa apa yang dibutuhkan Rasulullah saat itu bukanlah pertanyaan-pertanyaan darinya. Ia langsung menyelimuti Rasul, barangkali itulah yang membuat ketakutannya berkurang. Rasulullah juga berkata, “Zammiluni, zammiluni” (Selimutilah aku, Selimutilah aku)

Hingga pada akhirnya Rasulullah menceritakan sendiri apa yang baru saja ia alami. Ia menceritakan saat wahyu itu turun kepadanya. Umahatul mu'minin Khadijah Rha menyimaknya meskipun sesungguhnya ia juga tidak tahu apa arti dari cerita Rasullah tentang wahyu tersebut. Sebagai seorang istri, melihat ketakutan Rasulullah itu, ia harus tetap menenangkan suaminya. Beliau mengatakan,

“Tidak Begitu/sekali-kali tidak. Demi Allah, Allah tidak akan menghinakan Engkau selama-lamanya. Sesungguhnya engkau menyambung persaudaraan, menanggung orang yang berat (orang yang susah), mencarikan pekerjaan bagi orang yang tidak mempunyai pekerjaan, menjamu tamu dan engkau membantu menolong atas kesusahan-kesusahan di jalan yang benar"

Sunday, February 1, 2026

Timeline Kehidupan Nabi Muhammad SAW saat lahir dan berkembang menjadi orang dewasa

 Berikut penjelasan lengkap, runtut, dan hati-hati secara historis mengenai peristiwa-peristiwa penting dalam kehidupan awal Nabi Muhammad SAW, disusun berdasarkan sirah klasik (Ibnu Hisyam, Ibnu Katsir, al-Baihaqi) serta hadits shahih, dengan penjelasan yang mudah dipahami.


1. Peristiwa Penting Saat Kelahiran Nabi Muhammad SAW (571 M, Tahun Gajah)

Kelahiran Nabi Muhammad SAW terjadi pada Tahun Gajah, tahun yang sama dengan gagalnya serangan Abrahah terhadap Ka‘bah. Peristiwa ini dipandang oleh masyarakat Arab sebagai tanda besar bahwa Ka‘bah berada dalam penjagaan langsung Allah SWT. Banyak ulama sirah memaknai kegagalan Abrahah sebagai pembuka jalan bagi datangnya Rasul terakhir, penjaga tauhid dan pemurni ibadah.

Dalam riwayat sirah, disebutkan pula bahwa saat Nabi dilahirkan terjadi beberapa fenomena luar biasa, seperti padamnya api sesembahan Persia yang telah menyala ratusan tahun, runtuhnya sebagian istana Kisra, dan cahaya yang menyinari negeri Syam. Walaupun sebagian riwayat ini derajatnya diperselisihkan, umat Islam sepakat bahwa kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah peristiwa agung yang mengubah arah sejarah manusia.


2. Masa Bayi: Disusui oleh Halimah as-Sa‘diyah dan Keberkahan yang Menyertai

Nabi Muhammad SAW disusui oleh Halimah as-Sa‘diyah dari kabilah Bani Sa‘ad, sesuai tradisi Arab Quraisy. Sejak Muhammad kecil diasuh oleh Halimah, keluarganya mengalami keberkahan luar biasa: unta dan kambing menjadi gemuk, air susu melimpah, dan kehidupan mereka membaik dibanding keluarga lain.

Keberkahan ini diakui langsung oleh Halimah dan suaminya, hingga mereka sangat menjaga Nabi dengan penuh kasih. Lingkungan pedalaman yang bersih, bahasa Arab yang murni, serta kehidupan sederhana membentuk kepribadian Nabi yang kuat, jernih berpikir, dan berakhlak luhur sejak dini.


3. Peristiwa Pembelahan Dada (Shaqq al-Shadr): Usia 3 atau 4 Tahun?