Kasus Mahasiswa NTU (Nanyang Technological University) dan Tuduhan Penyalahgunaan AI

 🏛 Kasus Mahasiswa NTU (Nanyang Technological University)  dan Tuduhan Penyalahgunaan AI

Pada bulan April, tiga mahasiswa Nanyang Technological University (NTU) dituduh menyalahgunakan alat AI dalam penulisan esai akademik karena menggunakan kutipan palsu dan tidak akurat. Mereka membantah tuduhan tersebut dan menyuarakan keprihatinan atas proses hukum yang tidak adil .

NTU kemudian mengadakan konsultasi langsung dengan dua dari tiga mahasiswa tersebut untuk meninjau kembali dugaan pelanggaran. Selain itu, NTU membentuk sebuah panel peninjau banding yang akan melibatkan pakar AI untuk menangani banding dari satu mahasiswa yang merasa diperlakukan tidak adil .

### 📰 1. *Channel News Asia (CNA)*

NTU menyatakan bahwa pada April, tiga mahasiswa dituduh menyalahgunakan AI sehingga menghasilkan kutipan yang palsu dan salah. Mereka menolak tuduhan tersebut dan mempertanyakan keadilan proseduralnya. NTU kemudian mengadakan konsultasi dengan dua dari tiga mahasiswa tersebut, dan akan membentuk panel banding yang melibatkan pakar AI untuk menindaklanjuti banding salah satu mahasiswa itu ([channelnewsasia.com][1]).

---

### 📰 2. *The Online Citizen*

Dikonfirmasi bahwa ketiga mahasiswa menerima nilai nol karena dugaan menggunakan AI dalam penulisan esai. Dua mahasiswa menyatakan tidak setuju karena mereka hanya menggunakan AI untuk riset atau menyusun kutipan—bukan menulis konten. Salah satu mahasiswa menyajikan bukti seperti riwayat versi Google Docs dan rekaman pengetikan menggunakan ekstensi Draftback, tetapi merasa NTU tetap mengabaikan bukti tersebut dan menolak banding dengan alasan prosedural yang tidak transparan ([theonlinecitizen.com][2]).

---

### 📰 3. *South China Morning Post (via SCMP “This Week in Asia”)*

Mengulas bahwa kontroversi ini memunculkan pertanyaan penting terkait prosedur penanganan sengketa AI di universitas. Salah satu mahasiswa mendapat kesempatan banding, yang saat ini sedang diproses oleh panel yang mencakup pakar AI. Namun, dua mahasiswa lainnya tetap menerima nilai nol. Kasus ini menunjukkan adanya *kekurangan kerangka kerja yang jelas* dalam menghadapi penggunaan AI dalam akademik .



## 🔍 Ringkasan Singkat


| Point                | Detail                                                                           |

| -------------------- | -------------------------------------------------------------------------------- |

| *Waktu Kejadian*   | April 2025                                                                       |

| *Pemicu*           | Mahasiswa membuat kutipan palsu/tidak akurat                                     |

| *Reaksi Mahasiswa* | Bantah tuduhan, ajukan banding, dan suarakan kekhawatiran soal proses yang adil  |

| *Tindakan NTU*     | Konsultasi dengan dua mahasiswa, membentuk panel banding dengan pakar AI         |

| *Perhatian Umum*   | Banyak pihak menyoroti kurangnya prosedur AI yang transparan di perguruan tinggi |

SUMBERNYA:

* [channelnewsasia.com](https://www.channelnewsasia.com/singapore/nus-ntu-ai-cheating-plagiarism-misuse-university-5220781?utm_source=chatgpt.com)

* [theonlinecitizen.com](https://www.theonlinecitizen.com/2025/06/22/ntu-students-dispute-academic-fraud-claims-after-being-penalised-for-ai-use-in-essay-submissions/?utm_source=chatgpt.com)

* [scmp.com](https://www.scmp.com/week-asia/people/article/3316155/do-universities-need-rethink-ai-use-students-singapores-ntu-case-causes-stir?utm_source=chatgpt.com)

[1]: https://www.channelnewsasia.com/singapore/nus-ntu-ai-cheating-plagiarism-misuse-university-5220781?utm_source=chatgpt.com "Trying to catch students using AI a 'lost cause', Singapore university ..."

[2]: https://www.theonlinecitizen.com/2025/06/22/ntu-students-dispute-academic-fraud-claims-after-being-penalised-for-ai-use-in-essay-submissions/?utm_source=chatgpt.com "NTU students dispute academic fraud claims after being penalised ..."

No comments:

Post a Comment

Thanks for your comment...I am looking forward your next visit..