Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pernah kena tipu itu SUNNAH atau bagian dari RUKUN jika Anda tinggal di India

 Dear Netizens, 

Disclaimer: Andaikata ada India Wala/Orang india yang tahu Bahasa Indonesia membaca tulisan ini Maaf Kijiye atau Mohon maaf yaa. Terus terang saya sudah sering mendengar info dan stereotype (general false assumption)  kalo orang India itu pinter ngarang cerita dan Ngapusi. buktinya Film India itu rata-rata durasi 2 jam. Bisa panjaang gitu ya story-telling-nya. Kemudian ada pepatah Arab mengatakan "JIKA KAMU JUMPA ULAR DAN ORANG INDIA, BUNUH SI ORANG INDIA-NYA DULU". Waahh, pepatah atau pameo yang super extreme. Jadi Ular dan orang India itu mungkin dirasa lebih LICIN orang India daripada Ular.

Ok, back to the topic.

Ini pengalaman saya biar buat pelajaran mahal bagi saya dan siapapun yang sedang di India atau on the way ke india. Sabtu, Tanggal 22 Juni 2013,  saya dan tiga orang teman: satu orang indonesia dan 2 orang Ethiopia mau pergi ke Underground market yang sangat ramai dan terkenal bernama Palika Bazaar Tempatnya dekat perhentian kereta Delhi metro bernama Rajiv Chowk. (Ngga tahu apa itu arti kata Chowk soalnya banyak nama tempat pake  nama "Chowk" di sana: Chandini chowk, mak chowk, eh bukan ding :D). kenapa ke Palika Bazaar? karena tempat itu harga-harga super murah dan hampir semua kebutuhan kita ada di situ tapi harus hati-hati dalam menawar dan pilih-pilih barang karena misalnya handphone Samsung galaxy di luaran harganya 10 ribu Rupee = IDR. 2.000.000,- di situ bisa dibeli dengan harga cuman 2 ribu Rupee atau IDR. 400.000,-

This file is licensed under the Creative Commons Attribution 2.0 Generic license.

Hari Sabtu itu hari yang bersejarah, saya pertama kali ke Palika Bazaar karena penasaran aja dan nganter dua  orang teman dari Ethiopia yang sudah kedua kali ke situ karena mau komplain Hape baru yang dibeli disitu. Beli hape Samsung Galaxy seharga 2 ribu rupee tapi baterenya tidak tahan lama dan ear phone-nya doesn't work alias ngga  berfungsi.

Wah-wah repot juga ya. katanya itu Samsung tapi produk china. (apa mungkin pabrik hape Samsung sudah pindah semua dari Korea ke China ya?:D). tentang hal ini ada teman dari Tajikistan bilang Konon kabarnya (Kabar burung???) ada teman dia yang pernah ke China kalo beli hape bisa satu tas. kenapa bisa satu tas karena murah banget. Satu hape harganya satu sampai dua dollar. itu yang hape sederhana. yang agak bagus hape berwarna dan keren 5- 8 dollar. (Andai bener ceritanya  yukk kita ke china bawalah duit yang banyak dan bisa beli hape satu karung neh :D).

Btw, saat ke Palika Bazaar jam 9 pagi ternyata belum buka main gate-nya. Nah, ini dia ada seorang gentlemen yang jebule ngapusi. dia bilang Palika masih tutup dan buka jam 10 bagi. dia sarankan ini ada auto rickshaw alias bemo yang akan ngantar kami ber-4 ke Indian bazaar. Wewwww  opo kuiii Indian bazaar?

kata si gentlemen ini di sana semua barang ada dan murah-murah sama seperti di Palika Bazzar. Nah kita ngikut aja karena dia juga bilang tempatnya dekat cuman mbayar 20 rupee ber-4 diantar dan balik lagi ke Palika Bazzaar. wahhhh,  baik sekali yaaa  mbayare 20 rupee=4 ribu perak PP.

Tapi kemudian wal hasil apa yang terjadi sodara-sodari? Ternyata kita diantar ke toko kecil di tempat yang kumuh,  mengerikan dan 2 orang teman dari Ethiopia marah-marah. mereka bilang ke driver-nya, Stop-stop. take make back to Palika Bazaar. we don't want to go this place. we have visited this place before. waah teman saya marah-marah.

Kenapa marah-marah? kerana itu ternyata pengalaman ke-2 mereka diajak ke tempat yang sama. Si india bohong. Tempat itu hanya menjual barang-barang tradisional india seperti saree atau patung-patung dan harganya sangat mahal dan x-tremely irrational. Ternyata udah ada kerjasama antara si broker yang terkesan gentlemen dan meyakinkan itu, Auto-rickshaw driver dan toko yang jadi referensi itu. Dapet persenan lah siapa yang bisa nganter foreigner dan beli-beli di situ.

Satu catatan penting: di Palika Bazzar meski barang murah juga harus extra hati-hati. saya hampir aja beli handbag/travel bag tapi ga jadi. karena harganya x-tremely irrational.

Kasusnya begini. Si penjual bilang harga handbag itu 1.500 rupee=  IDR 300.000,- .Saya tawar 300 rupee= Rp.60 ribu karena ada teman bilang tawarlah bukan setengah atau sepertiga dari harga tapi 1/4 nya. Ehhh, si penjual bilang ini travel-bag bagus. Bahan dari kulit dan pake atraksi dibakar pake korek api dan kebal api rupanya. saya ngeyel SIRF TIN SAU RUPEE= pokoknya 300 rupee dan saya pergi. eh saya dibuntuti, BHAIY JAAN, LAST OFFER 800 RUPEE. Saya bilang NEHI HAI/ora iso, massss.  terus dibilang ONE SECOND 700 RUPEE. saya bilang NEHI HAI. terus dibilang ya udah LAST OFFER 400 RUPEE. dan saya tetap ngeloyor pergi.

Waah muke gileee. Apa-apaan ini. dari 1.500 rupee=  IDR 300 ribu bisa meluncur  terjun bebas free style- harga jadi 400 rupee= Rp. 80 ribu??. Memangnya harga asli berapa? di toko yang lain ada toko tulisannya NO BARGAINING/FIXED PRICE harganya pas 350 ribu rupee. itupun ketika saya tanya sama Muslim brother di Ghaziabad. dia bilang EVENTHOUGH HE SAID NO BARGAINING/FIXED PRICE YOU SHOULD BE ABLE TO BARGAIN. jadi meski dia bilang NO BARGAINING ya kamu tetap harus bisa nawar dan mungkin saja harganya cuman 200 RUPEE. waah repot neh kalo ga pandai milih dan nawar.

Ada lagi teman saya orang indonesia yang beli hape Samsung Galaxy si penjual bilang ini harganya 4.200 rupee= Rp. 840 ribu  kemudian ditawar 2.500 rupee ya. dia bilang LAST OFFER= 3.000 rupee. Teman saya bilang NO. ehhhh dikasihkan tuh hape ya. OK, 2.500 RUPEE, DEAL.

Btw, ini dia sebagian dari video rekaman saat kami diantar on the way ke toko tradisional india itu: klik aja video youtube yang saya unggah berjudul CHEATED IN INDIA

LAST NOTE: Kata seorang dosen senior yang kuliah di JNU/Jawaharlal Nehru University, Delhi: Tertipu  itu bagian dari SUNNAH atau RUKUN jika tinggal di India. kalo belum pernah merasakan ditipu itu belum lengkap pengalamannnya tinggal di India, the Incredible India.  :D

Posting Komentar untuk "Pernah kena tipu itu SUNNAH atau bagian dari RUKUN jika Anda tinggal di India"