Pemeriksaan tata bahasa, sitasi, dan originalitas naskah dengan AI

 Berikut ini penjelasan tentang bagaimana AI dapat digunakan untuk pemeriksaan tata bahasa, sitasi, dan originalitas naskah dengan AI:


1. Pemeriksaan Tata Bahasa (Grammar Check)

AI dapat secara otomatis memeriksa dan memperbaiki kesalahan tata bahasa, ejaan, dan struktur kalimat. Beberapa fitur yang bisa dilakukan:

  • Identifikasi kesalahan grammar: subjek–predikat tidak cocok, tense tidak tepat, preposisi salah.

  • Saran perbaikan gaya bahasa: misalnya kalimat terlalu pasif, terlalu panjang, atau tidak jelas.

  • Penyusunan ulang kalimat: agar lebih efektif dan akademik.

📌 Tools yang umum digunakan:

  • ChatGPT (seperti ini, bisa bantu langsung)

  • Grammarly

  • Microsoft Editor

  • Quillbot (juga bisa untuk parafrase)


2. Pemeriksaan Sitasi (Citation Check)

AI juga bisa memeriksa dan menyarankan perbaikan sitasi dalam naskah ilmiah:

  • Memeriksa format sitasi (APA, MLA, Chicago, dll.)

  • Mendeteksi kutipan tanpa sumber ("citation needed")

  • Membantu menghasilkan kutipan otomatis dari DOI, judul artikel, atau link

📌 Tools yang berguna:

  • Zotero + ZoteroBib

  • Mendeley Cite

  • EndNote

  • ChatGPT (dengan akses data bibliografi bisa bantu mengoreksi sitasi)

Perbedaan Mendasar antara Fast track review dan fast predatory publication




Fast track review dan fast predatory publication adalah dua model publikasi ilmiah yang tampak serupa karena sama-sama menawarkan kecepatan, namun berbeda secara fundamental. Fast track review tetap menjalankan proses peer review yang ketat dan profesional, meskipun dengan waktu yang lebih singkat. Tujuannya adalah untuk mempercepat diseminasi temuan ilmiah yang penting tanpa mengorbankan integritas akademik. Sementara itu, fast predatory publication kerap melewatkan proses review yang memadai atau hanya melaksanakannya secara formalitas demi mendapatkan biaya dari penulis.

Dari segi transparansi dan etika, fast track review biasanya dikelola oleh jurnal bereputasi yang jelas struktur editorialnya, kriteria seleksi naskah, dan biayanya. Sebaliknya, penerbit predator cenderung tidak transparan, menyajikan informasi palsu atau menyesatkan, serta terindikasi melakukan praktik curang, seperti mencantumkan nama ilmuwan tanpa izin. Tujuan utama fast track review adalah mendukung kemajuan ilmu pengetahuan, sedangkan fast predatory publication lebih berorientasi pada keuntungan finansial penerbit dengan mengabaikan kualitas ilmiah.

Meskipun keduanya mengenakan biaya, fast track review menggunakan biaya tersebut untuk mempercepat proses tanpa mengurangi kualitas, sedangkan predatory publication mengenakan biaya tanpa memberikan layanan yang sepadan. Oleh karena itu, penting bagi peneliti untuk memahami perbedaan keduanya agar tidak terjebak pada penerbit predator yang merusak reputasi akademik. Fast track adalah jalur sah dan berkualitas untuk publikasi cepat, sedangkan fast predatory publication adalah praktik eksploitatif yang membahayakan integritas ilmu pengetahuan.

Key aspects of Foucault’s theory of power



Michel Foucault’s theory of power fundamentally redefines how control operates within society and political debates. Instead of viewing power as something held and exercised by a sovereign or a specific group through episodic acts of domination, Foucault argues that power is diffuse, omnipresent, and embedded within everyday social relations and discourses12.

Key aspects of Foucault’s theory of power:

Power is everywhere and comes from everywhere: Power is not concentrated in one place or person but is distributed throughout society. It is not simply wielded from the top down but is present in all relationships and interactions, operating at the micro level before manifesting in larger social or political structures12.

LIST SINTA 2 FAST TRACK BIDANG LINGUISTICS & ELT

 


Berikut adalah **informasi daftar jurnal terindeks SINTA 2** di bidang **linguistik** dan **English Language Teaching (ELT)** yang menawarkan **jalur fast track** (publikasi cepat) beserta estimasi **biaya publikasi (APC)** yang berlaku saat ini:

**1. Daftar Jurnal SINTA 2 Bidang Linguistik & ELT**

Beberapa jurnal SINTA 2 yang relevan di bidang linguistik dan ELT antara lain:

- **IJEE (Indonesian Journal of English Education)** – UIN Syarif Hidayatullah

- **Register Journal** – UIN Salatiga: https://ejournal.uinsalatiga.ac.id/index.php/register

- **Englisia: Journal of Language, Education, and Humanities** – UIN Ar-Raniry

- **ELT Echo: The Journal of English Language Teaching in Foreign Language Context** – IAIN Syekh Nurjati Cirebon

- **Ranah: Jurnal Kajian Bahasa**

- **Jurnal Pendidikan Indonesia**

Untuk daftar lebih lengkap, Anda dapat menggunakan fitur pencarian di portal resmi SINTA (https://sinta.kemdikbud.go.id/) dengan kata kunci "Linguistik" atau "English Language Teaching" dan filter pada peringkat SINTA 2[1][2].

**2. Fast Track & Jadwal Terbit**

- **Jalur Fast Track**: Beberapa jurnal SINTA 2 menawarkan jalur fast track dengan waktu proses **1–2 bulan** hingga terbit, jauh lebih cepat dibanding reguler (3–6 bulan atau lebih)[3][2].

Cara Aman Menggunakan ChatGPT dan Deepseek

 




Dear Netizens kalo pake chatgpt.com dan deepseek.com jangan di ON kan ya fasilitas Improve the model for everyone  CHATGPT >>SETTING>> DATA CONTROLS >> IMPROVE THE MODEL FOR EVERYONE.
biarkan OFF seperti screenshot di di atas. soalnya kalo di ON kan data penelitian kita akan jadi milik AI dan di-generate untuk orang lain dan kita nggak punya copyright lagi atas tulisan kita karena telah di-sodaqoh-kan untuk umum datanya. akan merugikan ketika sedang proses penulisan tapi data kita bocor ke publik kecuali sudah ACC terbit open access di jurnal atau proceeding.

Association of Systemic Functional Linguistics of Indonesia (ASFLI.ORG)

Association of Systemic Functional Linguistics of Indonesia

Getting Started
About this site
What is SFL?
Getting Involved
Associations
Conferences and Summer Schools
Discussion Lists
Learning About SFL
Courses in SFL
Online Papers/Theses
Hardcopy Paper Archive
Recent Books
Bibliographies
Topics in Systemics
Software for SFL
History of SFL
Publishing SFL
Friendly Journals
Friendly Book Publishers
Other SFL Information
Systemics and Education
Photo Gallery
Other SFL-Related Sites

A Qur’anic Discourse Analysis: Exploring Values in Nouman Ali Khan’s Amazed by the Qur’an

Idha Nurhamidah, Riyadi Santosa, Djatmika Djatmika, Henry Yustanto

Abstract

This research addresses the critical need to understand the linguistic and rhetorical dimensions of religious lectures (Khutbahs) delivered by Nouman Ali Khan, exploring the Qur'anic themes. As a linguist, the uniqueness of his lecturing and interpreting always unzips the Qur'an linguistically based_ unravelling the intricacies of language and discourse. The qualitative method involves text analysis of 20 Khutbahs, examining linguistic features, textual organisation, and rhetorical strategies employed by the speaker. The study explores the rhetoric of Qur'anic discourse across various life aspects, emphasising linguistic registers and the integration of Arabic and English. The primary data comprises transcripts of 20 Khutbahs from the "Amazed by the Qur'an" channel, covering diverse topics such as ethical considerations, historical narratives, and linguistic intricacies present in the Qur'an. The khutbahs serve as a rich source of linguistic and moral insights. The findings reveal the diverse applications of linguistic registers, showcasing the Qur'an's value in addressing social, business, and personal dimensions of life. The integration of Arabic and English caters to a broad audience. The study emphasises the significance of linguistic competence and rhetorical dimensions in conveying Qur'anic messages, encompassing Halliday's Systemic Functional Linguistic (SFL) tenor, mode, field, and rhetorical strategies. This research contributes to understanding the 'no linguistical mistake' and timeless relevance of the Qur'an in guiding human conduct across various life domains. Besides, this study contributes to scholars and educators interested in linguistic dimensions of religious discourse, as well as for preachers to build effective communication of their religious teachings in contemporary settings.



Keywords: khutbah analysis; qur’anic discourse; linguistic registers; rhetorical strategies; SFL


Full Text:PDF