Thursday, September 10, 2026

Blog Dr. Faizal Risdianto: Boso Jowo kuwi luwih simpel tinimbang Boso Enggres

Blog Dr. Faizal Risdianto: Boso Jowo kuwi luwih simpel tinimbang Boso Enggres:  Boso Jowo kuwi luwih simpel tinimbang Boso Enggres. Iki buktine: 1. Walking slowly on the edge (side) of the road: MLIPIR 2. Falling backwa...

1. Walking slowly on the edge (side) of the road: MLIPIR

2. Falling backward and then hitting own head: NGGEBLAK

3. Falling/tripping forward (and may hit own face): KEJLUNGUP

4. Smearing one's body with hot ointment or liquid and then massaging it: MBLONYOHI

5. Got hit by a truck that is moving backward: KUNDURAN TRUK

6. Hot pyroclastic cloud rolling down a volcano: WEDHUS GEMBEL

7. A small, sharp thing embedded inside one's skin: KESUSUBEN

8. Things getting out from a container accidentally because of gravity: MBROJOL

9. Get hit by thing collapsing on top of one's head/body: KEMBRUKAN

10. Drinking straight from the bottle without using a glass, where the whole bottle tip gets into the mouth: NGOKOP

11. Difficult to open eyes because something is shining very bright: BLERENG

12. Hanging on tightly to something to be inert: GONDELAN

13. Being overly active carelessly with eyes opened wide: PECICILAN

14. Releasing "wind" from the body through a coin drawn across the back skin's surface: KEROKAN

15. Finding by accident something good or functional/valuable/useful without looking for it: NDILALAH

16. Expression or gesture due to a sudden appearance (of something): MAK JEGAGIK

17. Very surprise of an unexpected experience: NJENGGIRAT

18. Water comes out from the mouth uncontrollably: NGENCES

19. Doing something nonchalantly with your finger: UTEK-UTEK



SOURCE: https://www.kaskus.co.id/thread/51d86e681dd7199c63000002/ternyata-bahasa-jawa-lebih-canggih-dari-bahasa-inggris

UNDERSTANDING PRAGMATICS

 

https://drive.google.com/file/d/1N9K2E2DapfLBvCPZfivwc-NEeLWYYAND/view

Is it the same conception multimedia in ELT teaching vs multimodal in ELT learning?

 No, they are not the same conception, although they overlap in practice. In ELT, multimedia usually refers to the technological/media mix used to deliver instruction, while multimodal refers to the semiotic modes through which meaning is made and learned.[academic.oup][e-journal.undikma.ac][ihworld][thebioscan]

Core difference in conception

  • Multimedia in ELT (teaching-focused, tool-oriented)

    • Defined as the integration of multiple media forms—text, audio, images, animation, video, interactive digital tools—to support teaching and learning.[thebioscan][scribd][kuey]
    • Emphasis is on what technologies/media are used in the classroom (e.g., videos, slides, audio recordings, apps).[scribd]
    • Often framed as a teaching aid or instructional resource to make lessons more engaging and to provide varied input.[thebioscan][scribd]
  • Multimodal in ELT (learning-focused, meaning-oriented)

So:

Where they overlap

In practice, multimedia resources are often multimodal texts: a video, for example, combines linguistic (speech, captions), visual (images, layout), aural (music, sound effects), and sometimes gestural (body language) modes. That’s why in classroom talk the terms can feel similar:[proceeding.unnes.ac][ritassida.weebly]

Implications for ELT


Commedy terms: Laughing at our self

 Dalam dunia komedi, “mentertawakan diri sendiri” berarti menjadikan diri, pengalaman, kesalahan, kekurangan, kebodohan, atau kegagalan pribadi sebagai bahan humor, bukan selalu menertawakan orang lain.


Contoh sederhana

Misalnya seorang komedian berkata:

“Saya ini sebenarnya orang yang sangat disiplin. Setiap pagi saya bangun jam 5... untuk mematikan alarm, lalu tidur lagi.”

Di sini komedian menertawakan dirinya sendiri karena mengakui kebiasaan malas dengan cara yang lucu.

Contoh lain:

“Saya sudah belajar bahasa Inggris selama 20 tahun. Sampai sekarang kalau orang bilang How are you?, saya masih menjawab, ‘Yes.’”

Ia menggunakan kekurangannya sendiri sebagai sumber humor.


Mengapa teknik ini efektif?

Ada beberapa fungsi penting:

  1. Membuat komedian terlihat rendah hati
    Ia tidak selalu memosisikan dirinya sebagai orang yang lebih pintar daripada penonton.

  2. Menciptakan kedekatan dengan penonton
    Penonton sering berpikir, “Wah, saya juga pernah begitu.”

  3. Mengurangi risiko menyinggung orang lain
    Daripada menjadikan orang lain sebagai sasaran lelucon, komedian menjadikan dirinya sendiri sebagai “target”.

  4. Mengubah pengalaman negatif menjadi sesuatu yang menghibur
    Kegagalan, rasa malu, kesalahan, atau pengalaman canggung dapat diolah menjadi humor.

  5. Membangun persona komedian
    Misalnya seseorang membangun karakter sebagai “orang yang kikuk”, “pelupa”, “terlalu serius”, atau “tidak pandai dalam urusan cinta”.

Tetapi “mentertawakan diri sendiri” bukan berarti merendahkan diri terus-menerus

Ini perbedaan yang penting. Self-deprecating humor yang sehat biasanya memiliki pesan:

“Saya tahu kekurangan saya, dan saya bisa melihat sisi lucu dari kekurangan itu.”

Bukan:

“Saya memang tidak berharga dan pantas dihina.”

Jadi, dalam komedi, mentertawakan diri sendiri adalah kemampuan melihat absurditas atau kelucuan dalam diri dan pengalaman pribadi, kemudian mengubahnya menjadi humor.

Dalam konteks teori humor dan pragmatik, teknik ini juga menarik karena dapat berfungsi sebagai strategi menurunkan jarak sosial, membangun rapport, menunjukkan humility, dan mengelola face. Ini bahkan bisa dikaitkan dengan konsep face menurut Goffman/Brown & Levinson dan Rapport Management Spencer-Oatey.

Wednesday, September 9, 2026

100 Bahasa Gaul Gen Alpha

 100 Bahasa Gaul Gen Alpha

Flex - Pamer kekayaan atau skill yang bikin orang melirik.
Lit - Super seru, bikin suasana meledak.
Bet - Bentuk persetujuan kayak "oke gas!".
Vibe Check - Ngecek mood atau aura seseorang.
FOMO - Takut ketinggalan momen asik yang lagi rame.
Sus - Kelihatan mencurigakan dan bikin ragu.
Clout - Popularitas atau pengaruh gede di medsos.
No Cap - Beneran serius, gak bohong.
Simp - Orang yang terlalu ngefans sama seseorang sampai bucin.
Drip - Outfit keren dan stylish abis.
Bussin' - Makanan yang enaknya keterlaluan.
Slay - Ngadepin sesuatu dengan hasil maksimal.
Ohio - Code buat hal yang cupu atau aneh.
Glow Up - Upgrade penampilan jadi makin kece.
Red flag - Tanda bahaya soal sifat buruk seseorang.
Tea - Info juicy atau gosip panas.
Lowkey - Diam-diam aja, gak mau ribut.
Highkey - Kebalikannya, jelas banget dan terbuka.
Green flag - Pertanda hubungan yang sehat dan bikin happy.