Tuesday, July 14, 2026

🌿 AKIBAT DULU BARU ASBAB

 🌿 AKIBAT DULU BARU ASBAB

Jalan Orang Bertaqwa vs Jalan Orang Biasa

1. Jalan Asbāb (Sebab)

Jalan asbāb adalah jalan umum yang ditempuh semua orang, baik Muslim maupun non-Muslim. Contohnya:

Jika ingin mendapatkan uang → harus bekerja.

Jika ingin sehat → harus berobat.

Jika ingin kaya → harus hidup hemat.

Jika ingin berkuasa → harus mencari pengaruh.

Inilah jalan yang dipahami oleh kebanyakan orang, termasuk sebagian umat Islam. Pola pikir ini membuat kita sering beranggapan:


“Kalau tidak kerja, mana mungkin dapat uang?”

“Kalau tidak minum obat, bagaimana bisa sembuh?”

“Kalau tidak punya harta dan kekuasaan, bagaimana umat Islam bisa memimpin?”

“Kalau tidak punya biaya, bagaimana bisa berangkat umroh, haji, atau khuruj?”

Padahal sering kita dengar kalimat penuh keyakinan: “Allah se hota hai, makhluq kuch bhi nahin hota” (Semua terjadi karena Allah, makhluk tidak punya kuasa apa pun). Kita lemah, miskin, tetapi Allah Maha Kuat, Maha Kaya, dan Maha Kuasa.

Allah SWT bisa saja memberi rezeki tanpa sebab:

Allah menurunkan awan, manna, dan salwa kepada Bani Israil di Lembah Tih selama 40 tahun (QS. Al-Baqarah: 57).

Maryam AS mendapatkan buah-buahan segar langsung di mihrab (QS. Āli ‘Imrān: 37).

Kaum Hawariyyun meminta hidangan dari langit, lalu Allah kabulkan (QS. Al-Mā’idah: 112–115).

2. Jalan Akibat (Keyakinan Orang Bertaqwa)

Nabi Muhammad ﷺ dan para sahabat mengajarkan keyakinan yang lurus: semua akibat datang dari Allah, bukan semata-mata dari sebab.

Contoh:

Ketika hujan turun pertama kali, Nabi ﷺ meneguk air hujan dan bersabda:

“Air ini baru saja Allah ciptakan.” (HR. Muslim, no. 898)

Banyak kisah sahabat yang ditolong Allah karena keyakinan murni:

Sahabat Anas RA berdoa dua rakaat, lalu Allah turunkan hujan khusus untuk sawahnya.

Sahabat Miqdād bin al-Aswad sedang buang hajat, tiba-tiba seekor tikus keluar dari lubang, bolak-balik tujuh kali membawa dinar emas. Nabi ﷺ bersabda:

“Itu adalah rezeki khusus dari Allah.” (HR. Ahmad, al-Ṭabarānī – dinilai hasan oleh sebagian ulama)

Ada ibu yang masuk Islam lalu anaknya meninggal. Ia khawatir menjadi fitnah. Maka Allah hidupkan kembali bayinya dengan izin-Nya.

3. Dalil Al-Qur’an dan Hadits

QS. Yūnus: 10

“Doa mereka di dalamnya ialah: ‘Mahasuci Engkau, ya Allah.’ Salam penghormatan mereka ialah: ‘Salām.’ Dan penutup doa mereka ialah: ‘Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.’”

QS. Al-A‘rāf: 128

“…Sungguh, bumi ini milik Allah; diwariskan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan (al-‘āqibah) yang baik hanyalah bagi orang-orang yang bertakwa.”

QS. Ibrahim: 7

“Jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambah (nikmat) kepadamu; tetapi jika kamu kufur, sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”

Hadits:

“Dzikir terbaik adalah ‘Lā ilāha illallāh’. Doa terbaik adalah ‘Alhamdulillāh’.” (HR. Tirmidzi, no. 3383 – shahih)

4. Makna Alhamdulillah: Akibat, Bukan Sekadar Sebab

Sering kali kita mengucapkan Alhamdulillah hanya setelah mendapat nikmat. Padahal, seharusnya sejak awal kita menyadari nikmat yang sudah ada.

Contoh: ketika sakit gigi, kita tetap bisa mengucapkan Alhamdulillah karena: mata, telinga, jantung, paru-paru, ginjal masih sehat. Sakit gigi hanyalah sedikit ujian di tengah banyaknya nikmat.

Karena itu, Alhamdulillah adalah bentuk syukur atas akibat, bukan sekadar menunggu sebab. Allah berfirman:

“Wal-‘āqibatu lil-muttaqīn” (Dan kesudahan yang baik hanyalah bagi orang-orang yang bertakwa) – QS. Al-A‘rāf: 128.

5. Fokus pada Allah, Bukan pada Asbāb

Jika hanya fokus pada sebab, hidup terasa berat.

Tukang bata: untuk bekal 10 juta, ia harus membuat 10 ribu bata.

Tukang jahit: untuk bekal 10 juta, ia harus menjahit 100 celana panjang.

Itu melelahkan jika hanya menghitung sebab. Tetapi bila yakin pada Allah, hati menjadi ringan. Asbāb hanyalah jalan kecil, sedangkan Allah adalah Rabbul-Asbāb (Penguasa segala sebab).

6. Penutup

Mari kita perbanyak Alhamdulillah, bersihkan keyakinan hanya kepada Allah, dan yakin bahwa akibat yang baik pasti Allah berikan bagi orang yang bertakwa.

Semoga Allah SWT meneguhkan iman kita, memberi rezeki dari arah yang tak disangka-sangka (QS. At-Ṭalāq: 2–3), dan mengangkat kita menuju derajat iman yang diridhai-Nya. Āmīn.

Monday, July 6, 2026

Saturday, July 4, 2026

Friday, July 3, 2026

Creswell’s Data Analysis Spiral

 Creswell’s Data Analysis Spiral can be described in five iterative steps as follows:

  1. Managing and organizing the data: Arrange the raw lesson plans and interview transcripts into a clear system so they are easy to locate, compare, and analyze. This usually includes transcription, file labeling, and sorting by source or participant.[komunikasilingkungan]

  2. Reading and memoing: Read the data repeatedly to get an overall sense of meaning, then write reflective memos about initial impressions, questions, or emerging ideas. These memos help bridge the raw data and later coding.[komunikasilingkungan]

  3. Describing, classifying, and interpreting codes: Move from open codes to broader conceptual categories by grouping similar codes, describing patterns, and interpreting how they relate to one another. At this stage, the analysis becomes more abstract and thematic.[komunikasilingkungan]

  4. Developing and assessing interpretations: Form deeper interpretations about what the participants know, believe, or understand, and check whether those interpretations are consistent with the full dataset. This step connects categories to the larger meaning of the study.[komunikasilingkungan]

  5. Representing and visualizing the findings: Present the finalized analysis in contextual narratives supported by quotes, tables, diagrams, or other visuals so the findings are clear and meaningful to readers.[komunikasilingkungan]

In short, the spiral is iterative, meaning the researcher can move back and forth between steps until the interpretation feels well grounded in the data.[komunikasilingkungan]

Dinamika Relasional Kelas EFL


 Pembelajaran Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (English as a Foreign Language atau EFL) pada hakikatnya merupakan proses yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan kompetensi linguistik, tetapi juga melibatkan dinamika sosial dan psikologis yang kompleks. Ruang kelas menjadi arena interaksi tempat guru dan siswa secara terus-menerus membangun, menafsirkan, dan menegosiasikan makna melalui komunikasi. Dalam perspektif pemerolehan bahasa kedua, keberhasilan belajar tidak dapat dipisahkan dari kualitas hubungan interpersonal yang berkembang selama proses pembelajaran. Saville-Troike dan Barto (2017) menegaskan bahwa bahasa dipelajari melalui interaksi sosial sehingga setiap percakapan di kelas bukan sekadar media penyampaian informasi, melainkan juga sarana pembentukan identitas sosial, rasa percaya diri, dan keanggotaan dalam komunitas belajar. Oleh karena itu, kualitas hubungan antara guru dan siswa menjadi salah satu faktor penentu efektivitas pembelajaran bahasa.

Fenomena tersebut dapat dipahami melalui Teori Rapport Management yang dikemukakan oleh Spencer-Oatey (2008). Teori ini menjelaskan bahwa keberhasilan komunikasi sangat dipengaruhi oleh kemampuan partisipan dalam mengelola hubungan interpersonal melalui tiga komponen utama, yaitu face sensitivities (sensitivitas terhadap citra diri), sociality rights and obligations (hak dan kewajiban sosial), serta interactional goals (tujuan interaksi). Dalam konteks kelas EFL, guru tidak hanya bertanggung jawab menyampaikan materi, tetapi juga menjaga keseimbangan hubungan sosial dengan menghormati harga diri siswa, memenuhi harapan mereka untuk diperlakukan secara adil, dan menciptakan suasana yang mendukung tercapainya tujuan pembelajaran. Ketika ketiga aspek tersebut dikelola secara efektif, interaksi kelas menjadi lebih harmonis sehingga siswa merasa nyaman untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan berbicara maupun diskusi.

Selain itu, dinamika hubungan guru dan siswa juga dapat dijelaskan melalui konsep Relational Work yang dikembangkan oleh Locher dan Watts (2005, 2008). Berbeda dengan teori kesopanan tradisional yang cenderung memandang kesantunan sebagai seperangkat strategi tetap, teori Relational Work menekankan bahwa setiap tindakan komunikasi merupakan proses negosiasi hubungan yang terus berlangsung. Kesantunan, ketidaksantunan, maupun perilaku yang dianggap netral ditentukan oleh penilaian partisipan berdasarkan norma sosial yang berlaku dalam komunitas tertentu. Dalam kelas EFL, misalnya, cara guru memberikan koreksi terhadap kesalahan siswa dapat dipersepsikan sebagai bentuk dukungan apabila disampaikan secara empatik, tetapi dapat pula dianggap mengancam apabila dilakukan secara keras atau mempermalukan siswa di depan teman-temannya. Dengan demikian, keberhasilan komunikasi pedagogis bergantung pada kemampuan guru menyesuaikan strategi tutur dengan ekspektasi relasional yang berkembang di dalam kelas.

Daftar link video Pelajaran Dasar Islam & Kisah Islami berbahasa Arab untuk anak-anak

  

Assalamu Alaikum warahmatuLLAH

Berikut ini adalah daftar link URL Youtube video berbahasa Arab yang sangat bermanfaat untuk pembelajaran ilmu-lmu dasar ke-Islam-an sekaligus belajar Bahasa Arab.

Seorang lelaki ahli surga

Link URL: https://www.youtube.com/watch?v=3qlfMqTf120

Kisah Ilmuwan Muslim : Ibnu Sina (Bagian Pertama)

LINK URL: https://www.youtube.com/watch?v=ePBc8bznyPc

قصة سيدنا موسى عليه السلام للأطفال | قناة عالم حسان - Hassan's World

Link URL: https://www.youtube.com/watch?v=zci8etgyad8

صص الإنسان في القرآن | الحلقة 1 | أصحاب الأخدود - ج 1 | Human Stories from Qur'an

Link URL: https://www.youtube.com/watch?v=fyHqHof8-xU

قصة سيدنا نوح للاطفال كاملة | قصص الانبياء للاطفال | كرتون إسلامي للأطفال | قصص قبل النوم

Link URL: https://www.youtube.com/watch?v=PBnqOqjmSEU

صص الحيوان في القرآن | الحلقة 18 | نملة سليمان - ج 1 | Animal Stories from Qur'an

Link URL: https://www.youtube.com/watch?v=ikuY5Gqd4IU

1. Learn with Zakaria (تعلم مع زكريا) ⭐⭐⭐⭐⭐

Sangat direkomendasikan untuk pembelajaran bahasa Arab anak.

Belajar membaca kata-kata Arab (teks muncul di layar)

2. Kisah Nabi Sulaiman (قصة سيدنا سليمان للأطفال)

🔗 https://www.youtube.com/results?search_query=قصة+سيدنا+سليمان+للأطفال+بالعربية

3. Kisah-kisah Al-Qur'an untuk anak-anak

🔗 https://www.youtube.com/results?search_query=قصص+القرآن+للأطفال+بالعربية

 

4. Kisah para nabi untuk anak-anak

🔗 https://www.youtube.com/results?search_query=قصص+الأنبياء+للأطفال

 

5. Learn with Zakaria – Playlist Islami

🔗 https://www.youtube.com/@LearnWithZakaria

 

Kanal ini berisi ratusan video edukasi bahasa Arab, doa, kisah nabi, dan hafalan Al-Qur'an untuk anak-anak.

6. Youcef Kids

🔗 https://www.youtube.com/results?search_query=Youcef+Kids+قصص+الأنبياء

 

 

Thursday, July 2, 2026

Blog Dr. Faizal Risdianto: Politeness and Impoliteness Strategies in Lecturer...

Blog Dr. Faizal Risdianto: Politeness and Impoliteness Strategies in Lecturer...: Faizal Risdianto, Universitas Islam Negeri Salatiga Machfudz Machfudz, Universitas Islam Negeri Salatiga Eka Margianti Sagimin, Universitas ...

PegiatJurnal.com: Link SIAKAD atau LINK AKADEMIK DOSEN UIN Salatiga

PegiatJurnal.com: Link SIAKAD atau LINK AKADEMIK DOSEN UIN Salatiga: Link SIAKAD atau LINK AKADEMIK DOSEN UIN Salatiga https://siakad.uinsalatiga.ac.id/dosen/ at January 04, 2024 Email This BlogThis! Share ...

Blog Dr. Faizal Risdianto: List Nama Lengkap Dosen & Tenaga Kependidikan UIN ...

Blog Dr. Faizal Risdianto: List Nama Lengkap Dosen & Tenaga Kependidikan UIN ...: NO NAMA DOSEN Pangkat Gol Jabatan Fungsional Keterangan 1 Prof. Dr. Budihardjo, M.Ag. Pembina Utama IV/e Guru Besar/Pensiu...

Blog Dr. Faizal Risdianto: Politeness and Impoliteness Strategies in Lecturer...

Blog Dr. Faizal Risdianto: Politeness and Impoliteness Strategies in Lecturer...: Faizal Risdianto, Universitas Islam Negeri Salatiga Machfudz Machfudz, Universitas Islam Negeri Salatiga Eka Margianti Sagimin, Universitas ...

Wednesday, July 1, 2026

Stabilized interlanguage patterns and fossilization risks in Indonesian EFL academic writing: A qualitative error analysis





Stabilized interlanguage patterns and fossilization risks in Indonesian EFL academic writing: A qualitative error analysis | Pedagogy : Journal of English Language Teaching

Keywords: academic writing, error analysis, EFL learners, fossilization risks, stabilized interlanguage

Abstract


Stabilized interlanguage remains a persistent concern in second language acquisition, particularly in the academic writing of English as a Foreign Language (EFL) learners who have received years of formal instruction. Although interlanguage stabilization has been widely discussed in SLA scholarship, less attention has been given to how it appears in the academic writing of advanced Indonesian EFL learners. This study addresses this gap by examining recurrent lexico-syntactic, grammatical, and discourse-level errors that may indicate stabilized interlanguage patterns and fossilization risks. Using a qualitative descriptive design, the study involved seven undergraduate EFL learners from an Indonesian university who were selected purposively based on their experience in academic essay writing. Data were collected through controlled argumentative writing tasks and analyzed using error analysis supported by thematic coding. The findings show recurring problems in article use, prepositional choice, cohesion devices, nominalization, verb form, collocation, and academic register. These patterns suggest that some learners were able to communicate their intended meanings, yet still relied on non-target-like forms that had become familiar in their writing. The study also indicates that such patterns may be shaped by first-language transfer, limited noticing, insufficient corrective feedback, and repeated use of communicatively acceptable expressions. The findings highlight the need for discourse-level feedback, genre-based instruction, and targeted pedagogical support that helps learners notice, revise, and move beyond stabilized patterns. This study contributes to SLA and EFL writing research by situating fossilization risks within Indonesian higher education academic writing in university contexts.

Pak Fay New Blog: https://litapdimas.kemenag.go.id/index.php/

Pak Fay New Blog: https://litapdimas.kemenag.go.id/index.php/:   Litapdimas | Kementerian Agama RI https://litapdimas.kemenag.go.id/index.php/

Blog Dr. Faizal Risdianto: Politeness and Impoliteness Strategies in Lecturer...

Blog Dr. Faizal Risdianto: Politeness and Impoliteness Strategies in Lecturer...: Faizal Risdianto, Universitas Islam Negeri Salatiga Machfudz Machfudz, Universitas Islam Negeri Salatiga Eka Margianti Sagimin, Universitas ...