What is Peace Linguistics?

 what is peace linguistics?

Peace linguistics is an interdisciplinary field of study that focuses on the role of language in creating and maintaining peace. Here are the key aspects of peace linguistics:

1. *Interdisciplinary Approach*: Peace linguistics combines insights from linguistics, education, psychology, sociology, and philosophy to promote peaceful communication and reduce conflicts[1][2].

2. *Humanizing Nature of Language Use*: It emphasizes the importance of "humanizing" language use, ensuring that language serves to elevate characters, conduct, and communication rather than dehumanize individuals or groups[2][3].

3. *Key Concepts*:

   - *Communicative Peace*: This refers to the effort to eliminate conflicts through constructive communication[2].

   - *Communicative Dignity*: This involves elevating the character, conduct, and communication in interactions, fostering respectful dialogue[2].

4. *Principles and Practices*:

   - *LIF-PLUS Approach*: Stands for the "life-improving force of peaceful language use," aiming to improve communicative life by educating language users to employ languages positively for the betterment of humankind[2].

   - *Guidelines for Teachers*: Educators applying peace linguistics prioritize teaching students to use languages constructively, focusing on communicative peace and dignity, and nurturing each student’s peace of mind[2].

5. *Applications in Education*:

   - Peace linguistics seeks to prepare educators and learners alike to handle conflicts constructively and maintain harmonious relations through enhanced empathy, compassion, and understanding[1][2].

Overall, peace linguistics aims to transform language learning environments into spaces where communication promotes peace, dignity, and mutual respect, thereby contributing to sustainable peace globally[1][3].

SFL-Appraisal and ideology in Editorial and Online news texts

 1. Attitudinal Analysis of Kompas Online & Republika Concerning The Relocation of Indonesia's Capital City News

https://jurnal.uns.ac.id/ijsascs/article/view/70142

2. Realization of Appraisal and Ideology in Ferdy Sambo Case in Editorial Text of "Kasus Sambo Isih Dawa" and "Ganjaran Murwat Tumrap Kejujuran" in Panjebar Semangat Magazine

https://www.indonesian-efl-journal.org/index.php/ijefll/article/view/762 

3. Appraisal and Ideology Realization in Indonesia State Capital Relocation News Texts

https://www.researchgate.net/publication/379907412_Appraisal_and_Ideology_Realization_in_Indonesia_State_Capital_Relocation_News_Texts 

List Nama Lengkap Dosen & Tenaga Kependidikan UIN Salatiga berikut Gelar, NIP, Pangkat & Golongan

NO NAMA DOSEN Pangkat Gol Jabatan Fungsional Keterangan

1 Prof. Dr. Budihardjo, M.Ag. Pembina Utama IV/e Guru Besar/Pensiun

2 Prof. Dr. Mansur, M.Ag. Pembina Utama IV/e Guru Besar Dosen PNS

3 Prof. Dr. Zakiyuddin, M.Ag. NIP.197205212005011003   Pembina Utama IV/e Guru Besar Dosen PNS

4 Prof. Dr. Muh. Saerozi, M.Ag. Pembina Utama IV/e Guru Besar Dosen PNS

5 Prof. Dr. Winarno, S.Si., M.Pd. Pembina Utama Madya IV/d Guru Besar Dosen PNS

6 Prof. Dr. Imam Sutomo, M.Ag. Pembina Utama Madya IV/d Guru Besar Dosen PNS

7 Prof. Dr. Sa`adi, M. Ag. Pembina Utama Madya IV/d Guru Besar Dosen PNS

8 Prof. Dr. Phil Widiyanto., M.Ag., M.A./Pembina Utama Madya/IV/d/Guru Besar Dosen PNS

9 Prof. Dr. Agus Waluyo, M.Ag. Pembina Utama Madya IV/d Guru Besar Dosen PNS

10 Prof. Dr. Anton Bawono, S.E., M.Si./Pembina Utama Madya/IV/d Guru Besar Dosen PNS

Perspektif Ilmiah dan Etika Penggunaan Sci-Hub dalam Mencari Full-Text Artikel Jurnal

 


Perspektif Ilmiah dan Etika Penggunaan Sci-Hub dalam Mencari Full-Text Artikel Jurnal

Sci-Hub adalah sebuah platform daring yang menyediakan akses gratis ke artikel-artikel jurnal ilmiah yang sering kali terkunci di balik paywall (dinding pembayaran). Didirikan oleh Alexandra Elbakyan pada 2011, Sci-Hub dengan cepat menjadi alat yang sangat populer bagi para peneliti, mahasiswa, dan ilmuwan yang tidak memiliki akses ke jurnal berbayar. Namun, penggunaan Sci-Hub menimbulkan berbagai perdebatan baik dari sisi etika, hukum, maupun manfaat ilmiah. Mari kita bahas lebih lanjut secara ilmiah dengan mempertimbangkan perspektif Open Knowledge for All (pengetahuan terbuka untuk semua) serta sisi positif dan negatif dari penggunaannya.

Perspektif Ilmiah: Open Knowledge for All

Open Knowledge for All adalah sebuah gagasan yang mendukung akses terbuka (open access) terhadap pengetahuan ilmiah dan informasi. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa hasil riset ilmiah yang didanai dengan dana publik dapat diakses oleh siapa saja, tanpa hambatan biaya.

Dalam konteks ini, Sci-Hub bisa dilihat sebagai langkah "revolusioner" yang mendobrak sistem akses terbatas yang seringkali hanya menguntungkan penerbit komersial dan lembaga dengan anggaran besar. Pendukung Sci-Hub berargumen bahwa:

  1. Akses Global: Banyak negara berkembang yang tidak memiliki sumber daya finansial untuk membeli akses ke jurnal ilmiah, sementara peneliti di negara maju seringkali dihadapkan dengan biaya langganan yang sangat tinggi. Sci-Hub memungkinkan mereka untuk tetap mengakses informasi yang esensial bagi kemajuan ilmu pengetahuan.
  2. Distribusi Pengetahuan yang Adil: Pengetahuan adalah alat untuk kemajuan manusia. Jika pengetahuan ilmiah terbatas oleh biaya dan model akses yang tidak adil, maka hanya sekelompok orang yang mampu mengaksesnya, yang bertentangan dengan ide dasar pengetahuan terbuka yang seharusnya bisa diakses oleh semua.
  3. Meningkatkan Inovasi: Dengan memungkinkan peneliti di seluruh dunia untuk mengakses jurnal yang mahal, Sci-Hub dapat mempercepat proses penelitian dan inovasi, karena ide-ide ilmiah dan hasil riset dapat segera digunakan dan dikembangkan lebih lanjut.

Kapus Jurnal UIN Salatiga melakukan Bedah tata kelola 35 jurnal Universitas Muria Kudus

 


LPPM Universitas Muria Kudus di Kulon Progo, Yogyakarta di Hotel Morazen pada hari Jumat-Sabtu 13-14 Desember 2024 mengadakan acara Bootcamp Peningkatan Kualitas Pengelola Manajemen dan Substansi Naskah Menuju Jurnal Ilmiah Bereputasi. Acara ini dibuka oleh sambutan  Rektor Universitas Muria Kudus, Prof. Dr. Ir. Darsono, M.Si. Beliau sangat mendorong kemajuan jurnal=jurnal di lingkungan Universitas Muria Kudus. 

Direct Link URL menuju web LITAPDIMAS KEMENAG ialah litapdimas.kemenag.go.id

 https://litapdimas.kemenag.go.id/

Yth, Bapak dan ibu dosen yang bingung cari direct link ke web litapdimas kemenag berikut ini info valid Direct Link URL menuju web LITAPDIMAS KEMENAG  ialah litapdimas.kemenag.go.id


The Adoption of Appraisal Theory in the Analysis of News Reports on Terrorism

immediate constituent analysis in English syntax


Immediate Constituent Analysis (ICA) is a linguistic method for breaking down sentences into their smallest meaningful parts, known as constituents. This analysis involves recursively dividing a sentence into immediate constituents until reaching irreducible units, typically words or morphemes. For example, the sentence "The boy is walking" can be divided into "the boy" and "is walking," which can be further analyzed into "the" + "boy" and "is" + "walking." ICA helps clarify grammatical structures and reduce ambiguity in language[1][2][4].

Citations:

Role and Function of SFL Appraisal in Argumentative Writing

 Systemic Functional Linguistics (SFL) plays a significant role in enhancing the contextualization of students' argumentative writing. This approach emphasizes the relationship between language, context, and meaning, making it particularly beneficial for developing students' writing skills.

 Role and Function of SFL Appraisal in Argumentative Writing

**1. Understanding Contextualization:**

SFL helps students understand how language functions in different contexts, which is crucial for effective argumentative writing. By analyzing texts through the lens of SFL, students learn to identify the linguistic choices that convey meaning and influence the audience's perception[1][4]. This understanding allows them to adapt their writing to meet specific communicative purposes and audience expectations.

**2. Genre-Based Pedagogy:**