Friday, October 23, 2026

Ilmu Insaniyah Versus Ilmu Ilahiyah


Ilmu insaniyah adalah pengetahuan yang dikembangkan melalui akal, pengalaman, penelitian, eksperimen, dan kreativitas manusia. Sementara itu, ilmu ilahiyah adalah pengetahuan yang berkaitan dengan Allah Swt., wahyu, ajaran agama, serta kehidupan akhirat. ilmu tidak hanya perlu diarahkan untuk memenuhi kebutuhan duniawi, tetapi juga untuk mencapai kebahagiaan dan keselamatan di akhirat.

Ilmu insaniyah memiliki peran penting dalam perkembangan peradaban manusia, seperti dalam bidang kedokteran, fisika, arsitektur, teknologi, dan perdagangan. Pemikiran John Dalton mengenai atom, karya kedokteran Ibnu Sina, serta prinsip arsitektur Vitruvius menjadi contoh kontribusi pengetahuan manusia. Namun, pengetahuan ilmiah dapat berkembang dan mengalami perubahan seiring ditemukannya bukti-bukti baru. Oleh karena itu, ilmu insaniyah membutuhkan penelitian yang berkelanjutan, keterbukaan terhadap koreksi, serta landasan moral agar kemajuan ilmu dapat memberikan manfaat bagi kehidupan.

 Para nabi diutus untuk menyampaikan wahyu dan membimbing manusia menuju keimanan serta penghambaan kepada Allah SWT. Ajaran para nabi tidak berorientasi pada pengumpulan kekayaan semata, melainkan pada pembentukan manusia yang taat, bertakwa, dan berakhlak mulia. Hadis tentang tujuan kenabian digunakan untuk mengingatkan bahwa kehidupan manusia tidak seharusnya hanya dihabiskan untuk mengejar harta dan kedudukan. Dengan demikian, ilmu agama memiliki fungsi penting dalam memberikan arah spiritual dan moral bagi kehidupan manusia.

Salah satu pesan utama yang penting adalah bahaya menguasai ilmu duniawi tanpa disertai pemahaman agama dan pembentukan akhlak. Pengetahuan, kekayaan, dan kecerdasan yang tidak diimbangi kerendahan hati dapat mendorong kesombongan, ketamakan, dan penyalahgunaan kemampuan. Kisah Qarun dalam Surah Al-Qasas ayat 76–81 menjadi contoh tentang seseorang yang membanggakan kekayaan dan menganggap keberhasilannya semata-mata sebagai hasil pengetahuannya sendiri. Kisah tersebut mengajarkan bahwa kekayaan dan kemampuan manusia bukanlah alasan untuk berlaku sombong, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.

Surah Al-Qasas ayat 77 memberikan pedoman penting dalam menjalani kehidupan, yaitu mencari kebahagiaan akhirat tanpa melupakan bagian manusia di dunia, berbuat baik kepada sesama, dan tidak melakukan kerusakan. Ayat ini menunjukkan bahwa orientasi akhirat tidak harus berarti meninggalkan kehidupan dunia. Sebaliknya, manusia perlu memanfaatkan ilmu, harta, jabatan, dan keterampilannya untuk menghasilkan kebaikan. Dengan demikian, keberhasilan duniawi seharusnya menjadi sarana untuk beribadah, membantu orang lain, dan mewujudkan kemaslahatan bersama.

Terdapat hadis “Antum a‘lamu bi umuri dunyakum”, yang berarti bahwa manusia lebih mengetahui urusan dunianya. Hadis tersebut, dalam konteks penyerbukan pohon kurma, menunjukkan pentingnya keahlian, pengalaman, dan penelitian manusia dalam urusan teknis duniawi. Sementara itu, Al-Qur'an mengingatkan agar manusia tidak hanya memahami aspek lahiriah kehidupan dunia, tetapi juga memperhatikan kehidupan akhirat. Pesan yang dapat diambil adalah perlunya menempatkan keahlian ilmiah dan petunjuk agama secara tepat sesuai dengan ranah dan fungsinya.

Pada akhirnya, tulisan ini mengajak manusia untuk mengintegrasikan pengetahuan duniawi dengan keimanan, ketakwaan, dan amal saleh. Ilmu dan keterampilan manusia tetap diperlukan untuk membangun peradaban, meningkatkan kesejahteraan, serta memecahkan berbagai persoalan kehidupan. Namun, semuanya perlu disertai kesadaran bahwa manusia memiliki tanggung jawab moral dan spiritual kepada Allah SWT. Sebagaimana ditegaskan dalam Surah Al-Anfal ayat 2–4, orang beriman memiliki ciri berupa ketakwaan, tawakal, pelaksanaan salat, dan kepedulian sosial melalui infak. Dengan demikian, ilmu yang ideal bukan sekadar ilmu yang menghasilkan kecerdasan dan keberhasilan duniawi, melainkan ilmu yang mengantarkan manusia kepada kebijaksanaan, kemanfaatan, akhlak mulia, dan kebahagiaan dunia serta akhirat.

 

No comments:

Post a Comment