Berikut adalah breakdown lengkap untuk setiap wilayah Attitude dalam teori Appraisal (Martin & White), beserta jenis-jenis ekspresi emosi dan penilaian sosial yang termasuk di dalamnya.omu.repo.nii.ac+4
1. Affect (Perasaan/Emosi)
Affect berkaitan dengan ekspresi perasaan dan emosi pribadi terhadap seseorang, sesuatu, atau suatu keadaan. Ini adalah wilayah yang paling “psikologis” karena merekam bagaimana pembicara/penulis merasa.omu.repo.nii.ac+2
Jenis-jenis utama Affect biasanya dikelompokkan menjadi empat domain emosi:tari.huflit.edu
a. Un/happiness (Kebahagiaan / Ketidakbahagiaan)
Emosi terkait sukacita atau kesedihan.
Contoh: happy, sad, delighted, miserable, ecstatic, depressed, cheerful, gloomy.
b. Dis/satisfaction (Kepuasan / Ketidakpuasan)
Emosi terkait terpenuhinya harapan atau frustrasi.
Contoh: satisfied, dissatisfied, content, disappointed, fulfilled, frustrated, pleased, annoyed.
c. In/security (Keamanan / Ketidakamanan)
Emosi terkait rasa aman, percaya, atau cemas, takut.
Contoh: secure, insecure, confident, anxious, assured, worried, calm, fearful, suspicious.
d. Dis/inclination (Keinginan / Ketidakinginan)
Emosi terkait hasrat, minat, atau keengganan.
Contoh: eager, reluctant, keen, unwilling, interested, bored, longing, disgusted.
Catatan: Dalam beberapa versi, domain ini juga bisa mencakup surprise (terkejut) atau trust (percaya), tergantung kerangka yang dipakai.
2. Judgement (Penilaian Moral/Sosial)
Judgement menilai perilaku, karakter, atau niat manusia berdasarkan norma sosial, etika, atau moral. Fokusnya bukan pada “benda”, melainkan pada “orang sebagai pelaku”.omu.repo.nii.ac+3
Judgement biasanya dibagi menjadi dua dimensi besar: Social Esteem (harga diri sosial) dan Social Sanction (sanksi sosial), masing-masing punya subjenis.grammatics+1
A. Social Esteem (Harga Diri Sosial)
Menilai sejauh mana seseorang dihormati atau dikagumi dalam konteks sosial biasa (bukan soal benar/salah secara moral ketat).
1. Normality (Kewajaran / Kenormalan)
Seberapa “normal” atau “lazim” seseorang menurut standar sosial.
Positif: normal, conventional, typical, ordinary (dalam arti netral/positif)
Negatif: odd, strange, eccentric, weird, unconventional.
2. Capacity (Kapasitas / Kemampuan)
Seberapa cakap, kompeten, atau mampu seseorang.
Positif: capable, clever, skilled, talented, competent, brilliant
Negatif: incompetent, clumsy, unskilled, foolish, inept.
3. Tenacity (Keteguhan / Ketekunan)
Seberapa kuat, tekun, atau berani seseorang dalam menghadapi tantangan.
Positif: brave, determined, persistent, courageous, steadfast
Negatif: cowardly, weak, fickle, irresolute, spineless.
B. Social Sanction (Sanksi Sosial / Moral)
Menilai perilaku dari sudut etika/moral: apakah seseorang “baik” atau “jahat”, “benar” atau “salah”.
1. Veracity (Kejujuran / Kebenaran)
Seberapa jujur atau dapat dipercaya seseorang.
Positif: honest, truthful, sincere, trustworthy
Negatif: dishonest, lying, deceitful, hypocritical, untrustworthy.
2. Propriety (Kepantasan / Moralitas)
Seberapa sesuai perilaku seseorang dengan norma moral dan etika.
Positif: fair, just, ethical, moral, kind, generous
Negatif: unfair, cruel, selfish, immoral, corrupt, mean.
Inti Judgement: menilai manusia sebagai agen (pelaku) berdasarkan norma sosial dan moral.grammatics+1
3. Appreciation (Penilaian Estetika/Nilai)
Appreciation menilai benda, artefak, proses, peristiwa, atau keadaan (termasuk manusia bila dilihat sebagai “objek”, bukan sebagai pelaku). Fokusnya pada nilai estetika, kegunaan, dampak, atau signifikansi sosial.omu.repo.nii.ac+4
Appreciation biasanya dibagi menjadi tiga jenis utama:grammatics+1
a. Reaction (Reaksi / Dampak)
Menilai sejauh mana sesuatu menarik perhatian atau memengaruhi perasaan/emosi kita.
Quality / Impact: seberapa kuat dampaknya.
Positif: fascinating, captivating, striking, impressive, moving
Negatif: boring, dull, uninteresting, tedious, flat.
Attention: apakah sesuatu berhasil menarik perhatian.
Positif: engaging, appealing, attractive
Negatif: unappealing, off-putting, repellent.
b. Composition (Komposisi / Struktur)
Menilai keseimbangan, kompleksitas, atau keteraturan bentuk/struktur sesuatu.
Balance: seberapa seimbang atau harmonis.
Positif: balanced, harmonious, well-structured, coherent
Negatif: unbalanced, chaotic, disjointed, messy.
Complexity: seberapa rumit atau sederhana (bisa positif atau negatif tergantung konteks).
Positif: complex, intricate, sophisticated
Negatif: overcomplicated, convoluted, simplistic, crude.
c. Valuation (Valuasi / Nilai Sosial)
Menilai signifikansi, manfaat, atau worth sesuatu dalam konteks sosial/budaya.
Positif: valuable, significant, important, useful, profound, innovative, groundbreaking
Negatif: trivial, insignificant, useless, shallow, superficial, worthless, harmful.
Inti Appreciation: menilai benda, karya, peristiwa, atau keadaan (termasuk teks, seni, kebijakan, produk, fenomena alam) berdasarkan estetika dan nilai sosial, bukan moralitas perilaku manusia.grammatics+2
No comments:
Post a Comment