https://drive.google.com/file/d/16AhAMJYBlVnaSz5gdnPdO__6O6X_gjZv/view rekaman targhib Ustadz Joko
Ustadz Dr. Joko Ali Wasono menjelaskan bahwa dalam diri manusia terdapat sifat-sifat kebaikan yang merupakan pantulan dari Asmaul Husna, meskipun hanya sebagai “percikan” kecil dari sifat Allah. Manusia pada hakikatnya berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya, sehingga seluruh kehidupan adalah bukti keberadaan dan kekuasaan Allah. Allah juga tidak jauh, melainkan sangat dekat dengan manusia, bahkan selalu bersama di mana pun manusia berada. Namun, kedekatan ini sering tidak disadari karena kurangnya kesadaran spiritual dalam diri manusia.
Manusia diciptakan dengan fitrah yang suci, bersih, dan cenderung kepada kebaikan. Akan tetapi, dalam kehidupan terdapat dua potensi yang ditanamkan dalam jiwa, yaitu jalan kebaikan (taqwa) dan keburukan (fujur). Kehidupan menjadi arena pilihan antara mengikuti hawa nafsu atau mengikuti petunjuk Allah. Ibadah seperti puasa di bulan Ramadan berfungsi untuk melatih manusia agar mampu mengendalikan hawa nafsu dan lebih memilih jalan takwa, sehingga mencapai tujuan hidup yang benar.
Namun, fitrah manusia sering tertutupi oleh berbagai “belenggu” seperti ego, keinginan duniawi, emosi, dan pengaruh lingkungan. Hal-hal ini dapat menghalangi cahaya fitrah sehingga manusia menjauh dari kebenaran. Oleh karena itu, diperlukan proses penyucian jiwa (tazkiyatun nafs) untuk membersihkan diri dari keterikatan selain kepada Allah. Konsep tauhid mengajarkan agar manusia melepaskan segala ketergantungan dan hanya bergantung sepenuhnya kepada Allah.
Selain itu, manusia perlu menyadari posisinya sebagai hamba Allah, bukan pemilik segala sesuatu. Segala yang dimiliki hanyalah titipan yang harus dikelola dengan amanah. Sikap sebagai hamba tercermin dalam ketaatan kepada petunjuk Allah serta pengamalan sifat-sifat mulia seperti jujur, amanah, kasih sayang, dan tanggung jawab. Sebaliknya, perilaku mungkar muncul ketika manusia menyimpang dari fitrah tersebut.
Pada akhirnya, setiap peristiwa dalam hidup merupakan bentuk pendidikan dari Allah agar manusia bertumbuh secara spiritual. Sikap terbaik adalah menerima segala keadaan dengan iman, bersabar, dan bersungguh-sungguh dalam menjalani proses kehidupan. Dengan cara pandang iman, setiap kejadian akan membawa kebaikan, baik berupa ujian maupun kenikmatan. Oleh karena itu, manusia dituntut untuk terus memperbaiki diri, menjaga kesadaran, dan menjadikan setiap waktu sebagai amal kebaikan.

No comments:
Post a Comment