Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Isu plagiarism di Luar Negeri vs negeri+62

Di negara maju persoalan plagiarism adalah issue yang sangat krusial. Di Indonesia pun sebenarnya pernah ada beberapa kasus terungkap adanya mahasiswa yang melakukan penjiplakan skripsi ataupun thesis. Konon mahasiswa tersebut mendapatkan sanksi yang berat. Tapi, pemahaman tentang penjiplakan di Indonesia sepertinya agak berbeda dengan maknanya plagiarism yang dianut akademisi negara maju. 

Yang terjadi di Indonesia selama tidak 100% sama persis belum dikatakan sebagai menjiplak. Sehingga, copy paste dianggap sebagai hal yang lumrah. Ditambah lagi teknologi informasi yang berkembang cepat membuat menyusun paper bukan lagi masalah. Dengan adanya artikel bertebaran di mana-mana di internet, bukan hanya satu atau dua makalah bahkan buku pun bisa dibuat dalam waktu singkat dengan modal copy paste.


What is Plagiarism?
1. Oxfor dictionary “copy another person’s work, ideas, etc and pretend that they are your own”
2. Merriam Webster ,“ to steal and pass off (the ideas or words of another) as one's own : use (another's production) without crediting the source”
Kalau definisi oxford menyatakan bahwa plagiarize adalah mengkopi hasil kerja, ide atau hal lain milik orang lain dan menganggapnya sebagai hasil karya sendiri maka definisi Webster terlihat lebih tegas. Webster secara lugas menyatakan plagiarism sebagai tindak pencurian karena sesungguhnya tindakan melakukan plagiat sama dengan mengambil ide atau hasil karya orang lain tanpa izin sang empunya. 

Turn in: >> turn it in:
1. menyerahkan ( tugas)
2. membelokkan (ke arah yang baik?) 

Turnitin adalah layanan deteksi plagiarisme berbasis Internet komersial Amerika yang merupakan anak perusahaan dari Advance. Didirikan pada tahun 1997, universitas dan sekolah menengah biasanya membeli lisensi untuk menggunakan perangkat lunak sebagai situs web layanan (SaaS), yang memeriksa dokumen yang dikirimkan terhadap basis datanya dan konten situs web lain dengan tujuan untuk mengidentifikasi plagiarisme. Hasil dapat mengidentifikasi kesamaan dengan sumber yang ada, dan juga dapat digunakan dalam penilaian formatif untuk membantu siswa belajar menghindari plagiarisme dan memperbaiki tulisan mereka.

Tulisan (Wijaya, 2018) menjelaskan pencegahan plagiarism dengan software atau piranti lunak anti plagiarism dan reference management tools sebagai terobosan inovasi pendidikan dalam publikasi karya ilmiah. Dalam bentuk lain adalah merangkum catatan penting dari pembacaan literatur pustaka dalam kalimat sendiri (teknik parafrase dan metode review literatur).
Istiana & Purwoko (2016) memberi solusi terkait plagiarisme yaitu :

1) pertama, melakukan pengutipan dengan  
a) menggunakan dua tanda kutip, jika mengambil langsung satu kalimat, dengan menyebutkan sumbernya; (di jurnal tidak recommended) 
b) menuliskan daftar pustaka, atas karya yang dirujuk, dengan baik dan benar. Yang dimaksud adalah sesuai panduan yang ditetapkan masing-masing institusi dalam penulisan daftar Pustaka dan sebaiknya menggunakan referencing manager seperti Mendeley, Zotero atau EndNote.

Kedua, melakukan paraphrase yaitu  dengan tetap menyebutkan sumbernya. Parafrase adalah mengungkapkan ide/gagasan orang lain dengan menggunakan kata-kata sendiri, tanpa merubah maksud atau makna ide/gagasan dengan tetap menyebutkan sumbernya. (Istiana, Purwoko, 2016). Khusus penulisan jurnal ilmiah disarankan cara paraphase ini lebih baik karena lebih concise/bernas/tidak wordy-tidak  berpanjang-Panjang dalam uraian gagasan.

5 upaya untuk menghindari plagiarism (Ahyanoor, 2018) 

1. mewajibkan kebaruan ide (novelty) dari review pustaka yang dijadikan basis teori tulisan, 
2. mempelajari cara kutipan langsung dan parafrase, (Istiana & Purwoko, 2016) 
3. menghindari sumber pustaka dari blog, wikipedia, website komersial (com, net, biz,dan sebagainya), 
4.mempelajari dan menggunakan model sitasi/(APA, ASA, IEEE, Chicago) manajemen referensi dalam tulisan (Mendeley, Zotero, Endnote), dan,  
5.menumbuhkan rasa respek/menghormati & menghargai karya orang lain.



Tulisan-tulisan yang berwarna  di hasil Turnitin scan menunjukkan kalimat-kalimat hasil copy paste. Dengan program ini hasil men-copy satu kalimat pun bisa dideteksi. Hasil kerja program ini akan menjadi dasar awal bagi dosen untuk memberikan nilai. Pengalaman Ibu Nur Ana Sejati, Victoria University, Melbourne: Biasanya dosen akan mentoleransi selama tingkat plagiarism-nya dibawah 3%. Di atas itu, apalagi sampai di atas 10% mahasiswa harus siap-siap di berikan diskon nilai (Sejati,2014). Bagimana dengan di Indonesia?

Daftar Pustaka:
Ahyanoor, M. (2018). Materi 4 Plagiarisme. Retrieved September 4, 2020, from Universitas Muhammadiyah Malang website: http://eprints.umm.ac.id/36767/5/Materi-4-Plagiarisme.pdf
Istiana, Purwoko, P. &. (2016). Panduan Anti Plagiasi. Retrieved April 10, 2019, from UGM website: http://lib.ugm.ac.id/ind/?page_id=327
Sariffuddin, S. (2020, May 09). Menyikapi similarity index tinggi di turnitin. Retrieved September 4, 2020, from https://kelassarif.com/2020/05/09/menyikapi-similarity-index-tinggi-di-turnitin/
Kompasiana.com. (2014, February 17). Deteksi Plagiat dengan Turnitin. KOMPASIANA. https://www.kompasiana.com/anasejati/54f85c56a33311ae608b5308/deteksi-plagiat-dengan-Turnitin/
Wijaya, H. (2018). Pencegahan Plagiarisme dengan Anti-Plagiarism Software dan Reference Management Tools Sebagai Terobosan Inovasi Pendidikan dalam Publikasi Karya Ilmiah. (July).









Posting Komentar untuk "Isu plagiarism di Luar Negeri vs negeri+62"