Judul "Sisu" mencerminkan sebuah konsep khas Finlandia yang menggambarkan tekad kuat, ketangguhan, dan keberanian dalam menghadapi kesulitan. Nilai ini menjadi inti dari cerita dalam film tersebut.
Saturday, February 28, 2026
Perumpamaan seorang mukmin bagaikan lebah: terdapat 6 sifat yang baik dan mulia
Dari Abdullah bin Amru radhiallahu ‘anhu ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ إِنَّ مَثَلَ الْمُؤْمِنِ لَكَمَثَلِ النَّحْلَةِ أَكَلَتْ طَيِّبًا وَوَضَعَتْ طَيِّبًا وَوَقَعَتْ فَلَمْ تَكْسِر ولم تُفْسِد
“Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sesungguhnya perumpamaan mukmin itu bagaikan lebah yang selalu memakan yang baik dan mengeluarkan yang baik. Ia hinggap (di ranting), namun tidak membuatnya patah dan rusak.” (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Ahmad Syakir)
Hadits tersebut menjelaskan bahwa lebah menjadi perumpamaan bagi seorang mukmin.
1) Hinggap di tempat yang bersih dan menyerap hanya yang bersih.
Lebah hanya hinggap di tempat yang bersih dan mengambil yang bersih, berbeda dengan lalat yang mendatangi tempat kotor. Demikian pula seorang mukmin diperintahkan untuk memilih yang halal dan baik dalam hidupnya serta menjauhi segala bentuk keburukan. Dalam menjalankan amanah, ia tidak melakukan korupsi, penipuan, atau penyalahgunaan wewenang karena semua itu termasuk perbuatan yang kotor dan tercela.
Selain itu, lebah menghasilkan madu yang bermanfaat bagi manusia. Ini menjadi simbol bahwa seorang mukmin harus produktif dalam kebaikan. Segala yang keluar dari dirinya, baik perkataan, perbuatan, maupun hartanya, hendaknya membawa manfaat bagi orang lain. Kebaikan yang dimaksud bukan hanya ibadah ritual, tetapi juga kebajikan sosial yang dirasakan oleh sesama manusia dan makhluk lainnya.
Lebah juga tidak pernah merusak tempat yang ia hinggapi. Begitu pula seorang mukmin tidak membuat kerusakan, baik secara material maupun moral. Ia justru berusaha memperbaiki keadaan, memperbaiki akidah, akhlak, dan ibadah, serta melawan kezaliman dengan cara yang benar. Ia menjadi bagian dari solusi, bukan sumber masalah.
Karakter lain lebah adalah pekerja keras dan tidak pernah bermalas-malasan. Sejak awal kehidupannya, lebah sudah aktif bekerja untuk kepentingan koloninya. Hal ini mengajarkan bahwa seorang mukmin harus bersungguh-sungguh dalam setiap urusan, termasuk dalam menegakkan keadilan, meskipun hal itu sering kali menuntut pengorbanan dan tidak selalu menguntungkan diri sendiri.
Terakhir, lebah hidup secara berkelompok, bekerja sama, dan taat pada satu pimpinan. Mereka saling membantu ketika menemukan sumber makanan atau menghadapi bahaya. Demikian pula orang beriman dianjurkan untuk bersatu, bekerja secara kolektif, dan tidak mencari permusuhan.
6) Tidak pernah melukai kecuali kalau diganggu
Namun, jika diganggu atau diserang, ia siap membela diri dengan keberanian dan keteguhan.
a summary of this content:Seorang Mukmin Itu Seperti Lebah – KALAM FK-KMK UGM
DO‘A JIBRIL ALAIHISSALLAM KEPADA TIGA GOLONGAN MANUSIA
Al-Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Malik bin al-Huwairits Radhiyallahu anhu, beliau berkata.
“Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam naik ke atas mimbar, ketika beliau naik ke atas
tangga, beliau berkata ‘Aamiin,’ lalu beliau naik lagi ke atas tangga (tingkat
kedua) dan berkata, ‘Aamiin’ lalu beliau naik lagi ke atas tangga (tingkat
ketiga) dan berkata, ‘Aamiin’ lalu beliau berkata, ‘Jibril datang kepadaku dan
berkata, ‘Wahai Muhammad, siapa saja yang mendapati bulan Ramadhan dan dia
tidak diampuni, maka Allah akan melaknatnya.’ Lalu aku (Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam) berkata: ‘Aamiin.’”
Jibril berkata lagi, ‘Dan siapa
saja yang mendapati kedua orang tuanya masih hidup atau salah satunya, lalu dia
masuk ke dalam Neraka, maka Allah akan menjauhkannya dari rahmat-Nya.’ Aku
katakan, ‘Aamiin.’
Jibril berkata lagi, ‘Siapa saja
yang ketika namamu disebutkan, lalu ia tidak bershalawat kepadamu, maka Allah
akan melaknatnya, katakanlah aamiin, lalu aku katakan, ‘Aamiin.’[1]
Referensi :
https://almanhaj.or.id/3302-doa-jibril-alaihissallam-kepada-tiga-golongan-manusia.html
Friday, February 27, 2026
15 important ways of achieving happiness
1. Determine Your Goal
Happiness begins when we know what we want in life. Determining your goal gives direction and meaning to your actions. Without a clear goal, life can feel confusing and empty. When you set a specific goal, you have something to focus on, work toward, and feel motivated about every day.
2. Create Ideal, Create Yourself
This means shaping yourself into the person you truly want to become. Instead of waiting for the perfect situation, you build your own ideal future through self-improvement. By developing good habits, positive character, and strong values, you create a better version of yourself that leads to lasting happiness.
3. Dare to Dream
Dreaming gives hope and inspiration. When you dare to dream, you allow yourself to imagine a better future without fear. Big dreams encourage creativity, courage, and ambition. Even if not all dreams come true, they push you to grow and achieve more than you thought possible.
4. Accept Challenge
Life is full of difficulties, and happiness does not mean avoiding problems. Accepting challenges helps you become stronger and wiser. Every obstacle is an opportunity to learn something new. When you face challenges bravely, you gain confidence and personal growth.
5. Be Tough, Be Persistent
Success and happiness require mental strength and persistence. Sometimes you will fail, but being tough means you do not give up easily. Persistence helps you continue working toward your goals even when the journey is hard. Strong determination often leads to meaningful achievements.
Thursday, February 26, 2026
Ketidakamanan Ganggu Ramadan di Kwara, Nigeria, Keluarga-Keluarga Hindari Shalat Malam di Masjid karena Serangan Teror
by
Ololade Olatimehin, Atanda Omobolaji in this English news: https://www.legit.ng/nigeria/1698755-fear-terror-attacks-forces-kwara-residents-suspend-night-congregational-prayers-ramadan/
Ketidakamanan yang semakin parah di Nigeria bagian utara telah memaksa umat Muslim di sejumlah komunitas di daerah Edu dan Kaiama, Negara Bagian Kwara, untuk menjalankan ibadah shalat malam Ramadan di rumah masing-masing. Warga di daerah seperti Gbugbu, Yikpata, Kali, Baburasa, dan Gada Oli kini menghentikan shalat Tarawih, Maghrib, dan Isya berjamaah di masjid karena ancaman serangan teroris yang kembali terjadi.
Keputusan berat ini diambil setelah serangkaian insiden teror yang mengguncang wilayah tersebut, termasuk penculikan warga saat Ramadan di Gbugbu yang membuat kehadiran masjid menurun drastis. Yang paling traumatis adalah pembantaian 176 warga di desa tetangga, Woro, yang membuat ketakutan semakin mendalam. Warga Baburasa menyatakan bahwa peristiwa Woro telah mengubah segalanya dan membuat mereka tidak lagi merasa aman berkumpul di keramaian, terutama setelah matahari terbenam.
Situasi memilukan ini memaksa perubahan total dalam rutinitas ibadah. Warga menggambarkan suasana malam yang sunyi dan mencekam, di mana shalat Maghrib dan Isya dilakukan tergesa-gesa di dalam rumah. Para tetua desa di Gada Oli bahkan telah menginstruksikan warganuys untuk tetap di dalam rumah setelah petang, dan orang tua melarang keras anak-anak mereka keluar rumah karena tidak ada yang tahu di mana serangan berikutnya akan terjadi.
Subscribe to:
Comments (Atom)




