https://docs.google.com/document/d/1M_BtHojNt2vFq6wIHfaB2HYxWL6HfuP_/edit?usp=sharing&ouid=114000742223423553730&rtpof=true&sd=true
Friday, May 22, 2026
IMAGERY KIA HAI?
IMAGERY
In poetry, imagery refers to the use of descriptive language that appeals to the reader’s senses in order to create vivid mental pictures and emotional experiences. Although the word image is often associated with visual pictures, imagery also includes sounds, smells, tastes, and physical sensations. Through imagery, poets are able to make readers not only understand an idea intellectually but also experience it emotionally and sensorially. Effective imagery allows readers to imagine scenes clearly, feel emotions deeply, and connect personally with the poem.
Imagery is one of the most important literary devices because it enriches the meaning of a poem and makes abstract emotions more concrete and memorable. By using imagery, poets can transform ordinary experiences into powerful artistic expressions that stimulate the imagination of the reader.
VISUAL IMAGERY
Visual imagery refers to descriptions that appeal to the sense of sight. This type of imagery creates vivid pictures in the reader’s mind, making scenes, objects, or characters appear realistic and alive. Visual imagery is commonly used to describe colors, shapes, movements, landscapes, and appearances in detail.
An example of visual imagery can be found in Elizabeth Bishop’s poem The Fish:
Here and there
His brown skin hung in strips
Like ancient wall-paper,
And its pattern of darker brown
Was like wall-paper:
Shapes like full-blown roses
Strained and lost through age.
He was speckled with barnacles,
Fine rosettes of lime,
And infested
With tiny white sea-lice,
And underneath two or three
Rags of green weed hung down. (9–21)
Thursday, May 21, 2026
Dr. Faizal Risdianto Berbagi Strategi AI dan Penguatan Jurnal Ilmiah di Universitas Bengkulu
Kepala Pusat Publikasi dan Rumah Jurnal UIN Salatiga, Dr. Faizal Risdianto, S.S., M.Hum., mendapat kehormatan menjadi narasumber dalam rangkaian kegiatan akademik yang diselenggarakan oleh Program Magister Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Bengkulu pada 23 April 2026. Kehadiran Dr. Faizal menjadi bagian dari upaya penguatan budaya riset, publikasi ilmiah, dan literasi digital di lingkungan perguruan tinggi. Kegiatan ini dihadiri oleh mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Bahasa Inggris serta pengelola jurnal ilmiah di lingkungan Universitas Bengkulu yang antusias mengikuti setiap sesi diskusi dan pelatihan.
Pada sesi pagi, Dr. Faizal mengisi workshop academic writing bertajuk “The Use of AI to Find Research Gap and Novelty. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bagaimana perkembangan Artificial Intelligence (AI) dapat dimanfaatkan secara strategis dalam dunia penelitian dan publikasi ilmiah. Peserta diberikan wawasan mengenai cara menemukan research gap, membangun novelty penelitian, hingga memanfaatkan teknologi AI untuk memperkuat analisis akademik dan mempercepat proses penulisan artikel ilmiah. Materi yang disampaikan tidak hanya menekankan aspek teoritis, tetapi juga memberikan contoh praktis penggunaan AI dalam penyusunan proposal penelitian dan artikel jurnal bereputasi.
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi sepanjang kegiatan berlangsung. Mahasiswa aktif berdiskusi mengenai tantangan penulisan akademik di era digital, termasuk bagaimana menjaga orisinalitas karya ilmiah di tengah perkembangan teknologi AI yang semakin pesat. Dr. Faizal juga menekankan pentingnya etika akademik dalam penggunaan AI agar teknologi tersebut menjadi alat bantu yang mendukung kualitas penelitian, bukan menggantikan kemampuan berpikir kritis peneliti. Suasana workshop berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan diskusi yang memperkaya wawasan peserta mengenai academic writing modern.
Wednesday, May 20, 2026
Troubleshoot Mendeley: jika mendeley tidak bisa connect dengan ms word
Troubleshooting Mendeley
Sering terjadi Mendeley sulit diinstal di ms Word karena versi Mendeley yang mutakhir, sementara ms Word-nya versi lama seperti Windows 2003 atau 2006. Solusinya bisa diupgrade ms Word-nya ke versi yang mutakhir atau bisa juga menurunkan versi aplikasi Mendeley nya., dan bisa jadi kendala instalasi Mendeley di ms Word itu terjadi karena Windows-nya bajakan. :D d^^b
Tutorial lengkap Trouble Shooting Mendeley: https://zenodo.org/record/3910341#.YecBBnpBzIU
- Penyebab Masalah: Ketidakcocokan antara versi Mendeley terbaru dengan versi Microsoft Word yang lama (seperti 2003 atau 2006), atau kendala pada sistem operasi.
- Solusi Versi: Cara menurunkan (downgrade) versi aplikasi Mendeley melalui situs penyedia versi lama agar kompatibel dengan perangkat Anda.
- Langkah Instalasi Plugin: Panduan menutup Microsoft Word dan menggunakan menu Tools > Install MS Word Plugin pada Mendeley Desktop.
- Troubleshooting Add-ins: Langkah manual jika plugin tetap tidak muncul, yaitu melalui menu File > Options > Add-ins di Microsoft Word, lalu mengaktifkan file
.dotmMendeley secara manual
Tuesday, May 19, 2026
Hati-hati dengan Kekerasan hati dan Jiwa yang kosong
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah, marilah terlebih dahulu kita menasihati diri kita sendiri sebelum menasihati orang lain. Karena sesungguhnya hati ini sangat mudah berubah. Hari ini kita merasa semangat beribadah, besok bisa saja hati menjadi lalai. Hari ini mata mudah menangis ketika mendengar ayat Allah, tetapi beberapa waktu kemudian hati bisa terasa keras dan sulit tersentuh. Oleh sebab itu Allah mengingatkan dalam QS. Al-Anfal ayat 24 agar kita memenuhi seruan Allah dan Rasul-Nya, karena seruan itu membawa kehidupan yang sebenarnya. Kehidupan yang dimaksud bukan hanya hidup secara jasad, tetapi hidupnya hati, hidupnya iman, hidupnya ketenangan. Banyak orang yang tubuhnya sehat, hartanya banyak, pekerjaannya bagus, tetapi hatinya kosong, gelisah, mudah marah, dan jauh dari Allah. Sebaliknya ada orang sederhana, tetapi hidupnya tenang karena hatinya hidup bersama Allah.
Jamaah yang dimuliakan Allah, Rasulullah ﷺ sendiri sering berdoa, “Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.” Padahal beliau adalah manusia terbaik. Ini menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang aman dari perubahan hati. Kadang kita melihat seseorang dahulu rajin ke masjid, sekarang mulai sibuk dengan urusan dunia. Ada yang dahulu semangat mengaji, tetapi kemudian tenggelam dalam media sosial, hiburan, atau urusan pekerjaan sampai lalai dari salat. Bahkan mungkin itu terjadi pada diri kita sendiri. Ketika azan berkumandang, hati terasa berat melangkah ke masjid. Ketika Al-Qur’an ada di depan mata, tangan lebih cepat membuka telepon genggam daripada membuka mushaf. Inilah tanda bahwa hati perlu dijaga dan dihidupkan kembali.




