Wednesday, March 25, 2026

Dalam diri manusia terdapat sifat-sifat kebaikan yang merupakan pantulan dari Asmaul Husna

 https://drive.google.com/file/d/16AhAMJYBlVnaSz5gdnPdO__6O6X_gjZv/view rekaman targhib Ustadz Joko


Ustadz Dr. Joko Ali Wasono  menjelaskan bahwa dalam diri manusia terdapat sifat-sifat kebaikan yang merupakan pantulan dari Asmaul Husna, meskipun hanya sebagai “percikan” kecil dari sifat Allah. Manusia pada hakikatnya berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya, sehingga seluruh kehidupan adalah bukti keberadaan dan kekuasaan Allah. Allah juga tidak jauh, melainkan sangat dekat dengan manusia, bahkan selalu bersama di mana pun manusia berada. Namun, kedekatan ini sering tidak disadari karena kurangnya kesadaran spiritual dalam diri manusia.

Manusia diciptakan dengan fitrah yang suci, bersih, dan cenderung kepada kebaikan. Akan tetapi, dalam kehidupan terdapat dua potensi yang ditanamkan dalam jiwa, yaitu jalan kebaikan (taqwa) dan keburukan (fujur). Kehidupan menjadi arena pilihan antara mengikuti hawa nafsu atau mengikuti petunjuk Allah. Ibadah seperti puasa di bulan Ramadan berfungsi untuk melatih manusia agar mampu mengendalikan hawa nafsu dan lebih memilih jalan takwa, sehingga mencapai tujuan hidup yang benar.

Namun, fitrah manusia sering tertutupi oleh berbagai “belenggu” seperti ego, keinginan duniawi, emosi, dan pengaruh lingkungan. Hal-hal ini dapat menghalangi cahaya fitrah sehingga manusia menjauh dari kebenaran. Oleh karena itu, diperlukan proses penyucian jiwa (tazkiyatun nafs) untuk membersihkan diri dari keterikatan selain kepada Allah. Konsep tauhid mengajarkan agar manusia melepaskan segala ketergantungan dan hanya bergantung sepenuhnya kepada Allah.

​Koreksi Fakta Historis & Naked Truth kelicikan Zionis Israel

 Fenomena ini dikenal sebagai Hebraisasi (Givrut), yaitu kebijakan sistematis untuk mengganti "Nama-Nama Keluarga" DIASPORA (Eropa, Arab, dll.) menjadi nama Ibrani modern.

​Koreksi Fakta Historis:

🔹​David Ben-Gurion (Nama Asli : David Grün): BENAR. Ia adalah pelopor utama gerakan ini. Ia bahkan mewajibkan para diplomat dan perwira militer Israel untuk menggebraisasi nama mereka agar terlihat sebagai "Yahudi Baru" yang tangguh, bukan Yahudi Eropa yang (menurut pandangan zionis saat itu) "lemah."

🔹​Keluarga Netanyahu (Nama Asli : Mileikowsky): BENAR. Nathan Mileikowsky (kakek Benjamin) adalah rabi asal Lithuania yang mulai menggunakan nama "Netanyahu" sebagai nama pena sebelum keluarganya meresmikannya.

🔹​Shimon Peres (Nama Asli : Szymon Perski): BENAR. Lahir di Wiszniew, Polandia (sekarang Belarus).

🔹​Golda Meir (Nama Asli : Golda Mabovitch): BENAR. Ia mengganti nama "Meyerson" menjadi "Meir" atas desakan Ben-Gurion agar ia memiliki nama Ibrani saat mewakili negara di kancah internasional.

Kesimpulan:

"Bagaimana mungkin kalian mengaku sebagai pemilik asli rumah yang sudah dihuni orang lain selama 400 tahun, jika nama belakang (Nama Keluarga) kalian saja harus diganti agar tidak terdengar seperti tetangga di Warsawa? 

Ini bukan kepulangan, ini adalah Rebranding Korporat yang menggunakan agama sebagai departemen pemasarannya.  https://x.com/WeKa_Ronin/status/2036400903482134670?s=20

😎

Saturday, March 21, 2026

Free AI Image Generator, Editor & Design Online – VisualGPT

 

Free AI Image Generator, Editor & Design Online – VisualGPT

Happy Eid al-Fitr 1447 H.

 



Peace be upon you, and the mercy of Allah and His blessings.

With sincere heart, we would like to extend:

“Happy Eid al-Fitr 1447 H.”

We humbly ask for your forgiveness, both physically and spiritually.

May Allah accept (good deeds) from us and from you. O Most Generous, accept (them).

May we be among those who return (to purity) and attain victory.

Wishing you well every year. Ameen.

And peace be upon you, and the mercy of Allah and His blessings.


Faizal Risdianto and Family 🙏

Wednesday, March 18, 2026

CAIR Urges Congress to Condemn Anti-Muslim Rhetoric as Islamophobia Spikes

 


WASHINGTON, D.C. — The Council on American-Islamic Relations (CAIR), the nation's largest Muslim civil rights and advocacy organization, has issued a stark warning to U.S. lawmakers, sending letters to every congressional office to address a sharp rise in anti-Muslim rhetoric from elected officials, primarily within the Republican party.

In letters dispatched last Friday, CAIR thanked Democratic members who have spoken out against bigotry while issuing a urgent call to Republican leaders to denounce the hateful comments coming from their own ranks.

"We are grateful to the many Democratic members of Congress who have spoken out against anti-Muslim bigotry and defended the First Amendment rights of American Muslims," said Robert S. McCaw, Director of CAIR's Government Affairs Department. "Republican leaders must now show the same commitment by forcefully condemning anti-Muslim bigotry, even when it comes from members of their own party."

The organization’s action comes in response to a series of incendiary remarks made by Republican lawmakers in recent weeks:

  • Rep. Andy Ogles (R-TN) stated that "Muslims are not fit to be in American society" and that "pluralism is a lie."

  • Rep. Randy Fine (R-FL) called for the destruction of "mainstream Muslims."

  • Sen. Tommy Tuberville (R-AL) amplified anti-Muslim sentiment by sharing a post that depicted a Muslim mayor as an internal "enemy," juxtaposed with an image of the 9/11 attacks.

Rather than condemning these statements, House Speaker Mike Johnson (R-LA) has echoed similar themes, warning of the "application of Sharia law" in the U.S. and framing conflicts in the Middle East as a religious war against a "false religion."

CAIR specifically highlighted the "Sharia-Free America Caucus," a group of over 50 House Republicans, which the organization has designated as an anti-Muslim hate group for promoting conspiracy theories that paint Islam as incompatible with American society.