Pemeriksaan Grammar, Citation Check, dan Originalitas Naskah dengan AI

ABSTRAK
Kemajuan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah menghadirkan berbagai inovasi dalam proses penulisan dan publikasi karya ilmiah. Penelitian ini membahas penerapan AI dalam tiga aspek penting pemeriksaan naskah, yaitu pemeriksaan tata bahasa (grammar check), pengecekan sitasi (citation check), dan pemeriksaan originalitas (plagiarism check). Pemeriksaan grammar menggunakan AI membantu penulis mengidentifikasi kesalahan bahasa, memperbaiki struktur kalimat, serta meningkatkan keterbacaan naskah. Citation check memverifikasi akurasi format dan konsistensi daftar pustaka sesuai gaya penulisan akademik yang diacu, sehingga mengurangi risiko kesalahan atribusi sumber. Sementara itu, pemeriksaan originalitas memastikan karya bebas dari plagiarisme dengan membandingkan teks terhadap basis data publikasi dan sumber daring. Integrasi ketiga proses ini melalui AI tidak hanya mempercepat dan mempermudah proses penyuntingan, tetapi juga meningkatkan kualitas, kredibilitas, dan etika akademik publikasi ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa pemanfaatan AI dalam pemeriksaan naskah memberikan dampak positif terhadap efisiensi kerja penulis, reviewer, dan editor, sekaligus mendukung standar publikasi internasional.

Kata kunci: kecerdasan buatan, grammar check, citation check, pemeriksaan originalitas, publikasi ilmiah

Risdianto, F. (2025). Pemeriksaan Grammar, Citation Check, dan Originalitas Naskah dengan AI. Zenodo. https://doi.org/10.5281/zenodo.16857435

Visualizing Sacred Identity: An Ethno-Linguistic and Semiotic Analysis of the Single Pillar Ornament of the Saka Tunggal Mosque in Banyumas

 

Visualizing Sacred Identity: An Ethno-Linguistic and Semiotic Analysis of the Single Pillar Ornament of the Saka Tunggal Mosque in Banyumas: https://journals.bilpubgroup.com/index.php/fls/article/view/10011
Alhamdulillah bisa membantu kawan menulis tentang masjid tertua di pulau jawa dan sudah ada sebelum munculnya Kerajaan Majapahit. Tulisan yang  terbit di jurnal terindeks Scopus Q2. Terima kasih penafsiran tulisan kaligrafi oleh Pak Farid, Pak Yahya dan Pak Najib Chaqoqo

  • Sigied Himawan Yudhanto  

    Undergraduate Applied Digital Media Design, Vocational School, Universitas Sebelas Maret, Jl Kol Sutarto No 150K, Jebres, Surakarta, Central Java 57126, Indonesia

  • Faizal Risdianto 

    English Education, Faculty of Education and Teacher Training, Universitas Islam Negeri Salatiga, Jl.Lingkar SalatigaKm. 2, Pulutan, Sidorejo, Salatiga, Central Java 50716, Indonesia

  • Jauhari 

    Undergraduate Applied Digital Media Design, Vocational School, Universitas Sebelas Maret, Jl Kol Sutarto No 150K, Jebres, Surakarta, Central Java 57126, Indonesia

  • I Gusti Ngurah Tri Marutama 

    Undergraduate Applied Digital Media Design, Vocational School, Universitas Sebelas Maret, Jl Kol Sutarto No 150K,Jebres, Surakarta, Central Java 57126, Indonesia

  • Aphief Tri Artanto 

    Visual Communication Design Study Program, Faculty of Architecture and Design, Universitas Pembangunan Nasional Veteran, Jl. Raya Rungkut Madya, Gunung Anyar, Surabaya, East Java 60294, Indonesia

DOI: 

https://doi.org/10.30564/fls.v7i8.10011
Received: 13 May 2025 | Revised: 13 June 2025 | Accepted: 27 June 2025 | Published Online: 11 August 2025

Abstract

This study examines the construction of sacred identity through ethnolinguistic and semiotic analysis of ornamental elements on the pillars of the 736-year-old Saka Tunggal Mosque in Cikakak, Banyumas. Using qualitative descriptive narrative methods, this study combines participatory observation, semi-structured interviews, linguistic text analysis, and visual semiotics to interpret the symbolic elements embedded in the decorative motifs found on the pillars of the Saka Tunggal Mosque. The results of the study indicate that mosque ornaments are not merely decorative elements, but rather visual representations of theological and cosmological concepts that reflect ethnic identity and past cultural myths spanning various eras. The results of the study indicate the relationship and influence of the Hindu-Buddhist kingdom on the ornaments of the pillars of the Saka Tunggal Mosque so that the creation of local and religious-cultural cohesion is reflected in the form of symbolic structures that reflect the integration of local cultural linguistic expressions and religious narratives semiotically and contribute to symbolic forms so that cultural and historical heritage preservation arises in the sacred identity of the mosque. The results of this study contribute to cross-disciplinary studies in cultural science, religious architecture, and visual semiotics, while emphasizing the importance of maintaining cultural and linguistic diversity in the heritage of historical cultural buildings.

Keywords: 

Architectural Symbolism; Cultural Heritage; Ethnolinguistics; Semiotics; Saka Tunggal Mosque; Sacred Identity


14 Poin konsep dasar linguistik

 

14 poin bahan ajar berikut jelas mencakup konsep dasar linguistik, baik secara teoritis maupun aplikatif:

  1. The Definition and History of Language → pengantar linguistik dasar.

  2. Language and Parole; Competence and Performance → teori Saussure & Chomsky.

  3. Pure and Applied Linguistics → membedakan pendekatan dasar dan terapan.

  4. Phonetics and Phonology → sistem bunyi, bagian inti linguistik.

  5. Morphology and Syntax → struktur kata dan kalimat, fondasi gramatika.

  6. Semantics and Pragmatics → makna dan konteks, inti dari pemaknaan bahasa.

  7. Sociolinguistics and Dialectology → variasi bahasa dalam masyarakat.

  8. Historical and Comparative Linguistics → perkembangan dan hubungan antarbahasa.

  9. Language and Brain → aspek neurolinguistik dasar.

  10. Language Acquisition → proses pemerolehan bahasa alami.

  11. Linguistics and Language Teaching → aplikasi linguistik dalam pendidikan.

  12. Corpus Linguistics → teknologi dalam linguistik terapan.

  13. Classroom Discourse Analysis → analisis interaksi bahasa dalam kelas.

  14. Functional and Traditional Grammar → perbandingan pendekatan gramatikal.

📌 Semua topik ini membentuk kerangka pengetahuan dasar linguistik secara menyeluruh, dari teori sampai aplikasi, dari aspek fonetik hingga sosial dan pedagogis.

apa itu Level B2 CEFR?

Apa Itu CEFR?
Sebelum masuk ke Level B2, penting untuk memahami apa itu CEFR.


CEFR (Common European Framework of Reference for Languages) adalah sebuah standar internasional yang digunakan untuk mendeskripsikan kemampuan berbahasa. Standar ini membagi kemampuan berbahasa menjadi enam level, dari A1 (pemula) hingga C2 (mahir). CEFR sangat penting karena menyediakan acuan yang sama bagi semua orang di seluruh dunia untuk mengukur kemampuan mereka dalam suatu bahasa, baik itu bahasa Inggris, Spanyol, Prancis, Jerman, dan lainnya.

Level B2: Independent User (Pengguna Mandiri)

Level B2 adalah tingkat keempat dalam skala CEFR. Secara umum, level ini dikenal sebagai "Independent User" atau Pengguna Mandiri.

Pada level ini, seseorang sudah tidak lagi dianggap sebagai pemula. Mereka memiliki kemampuan untuk menggunakan bahasa secara efektif dan relatif lancar dalam berbagai situasi.