Tuesday, March 10, 2026

Toilet Umum Dibangun di Bekas Lokasi Masjid yang Dihancurkan di Xinjiang

 


Xinjiang, Tiongkok – Mimin sedih banget tahu berita ini. Sebuah toilet umum dilaporkan dibangun di lokasi bekas Masjid Tokul yang telah dihancurkan di Desa Suntagh, Kota Atush, wilayah Xinjiang Uyghur Autonomous Region (XUAR), Tiongkok barat laut. Informasi ini diungkapkan oleh seorang pejabat lokal kepada Radio Free Asia (RFA) pada Agustus 2020.

Pembangunan toilet tersebut terjadi setelah pemerintah setempat menghancurkan dua dari tiga masjid di desa tersebut sebagai bagian dari kebijakan yang dikenal sebagai “Mosque Rectification” atau penertiban masjid. Program ini dimulai pada akhir 2016 dalam rangkaian kebijakan keras pemerintah Tiongkok terhadap praktik keagamaan di wilayah Xinjiang.

Seorang kepala komite lingkungan Uyghur di Desa Suntagh yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa Masjid Tokul diratakan pada tahun 2018 dan kemudian digantikan dengan bangunan toilet umum yang dibangun oleh petugas dari etnis Han. Menurutnya, toilet tersebut sebenarnya belum dibuka dan keberadaannya dianggap tidak terlalu diperlukan karena warga setempat sudah memiliki toilet di rumah masing-masing.

Pejabat tersebut juga menyebutkan bahwa Desa Suntagh terletak sekitar tiga kilometer dari pusat Kota Atush dan hampir tidak pernah dikunjungi wisatawan. Ia menduga toilet tersebut dibangun untuk menutupi bekas reruntuhan masjid serta melayani kebutuhan rombongan pejabat atau tim inspeksi yang datang ke daerah tersebut.

Selain itu, seorang warga setempat menyatakan bahwa Masjid Azna—salah satu masjid lain yang dihancurkan sekitar tahun 2019—digantikan oleh sebuah toko kelontong yang menjual alkohol dan rokok, dua barang yang tidak dianjurkan dalam ajaran Islam. Sementara itu, Masjid Teres yang masih tersisa di desa tersebut disebut sebagai masjid terkecil dan dalam kondisi paling buruk.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa sekitar 70 persen masjid di Xinjiang telah dihancurkan atau diubah fungsinya sejak kebijakan “Mosque Rectification” diterapkan. Selain masjid, sejumlah makam Muslim dan situs keagamaan lain juga dilaporkan diratakan dan diganti dengan taman, tempat parkir, atau bangunan lain.

Laporan dari Uyghur Human Rights Project menyebutkan bahwa antara 10.000 hingga 15.000 masjid, makam suci, dan situs keagamaan di Xinjiang dihancurkan selama periode 2016–2019. Sejumlah peneliti menilai tindakan tersebut sebagai upaya untuk melemahkan identitas dan semangat religius masyarakat Uyghur Muslim.

Sejarawan Uyghur, Qahar Barat, menyatakan bahwa penghancuran tempat-tempat suci tersebut merupakan bentuk upaya “mematahkan semangat” umat Muslim di wilayah tersebut dan menyerukan negara-negara serta organisasi dunia Islam untuk menanggapi situasi tersebut.


Ringkasan Singkat

Sebuah toilet umum dibangun di bekas lokasi Masjid Tokul yang dihancurkan di Desa Suntagh, Xinjiang. Pembangunan ini merupakan bagian dari kebijakan “Mosque Rectification” yang sejak 2016 menyebabkan banyak masjid dan situs keagamaan Muslim dihancurkan atau dialihfungsikan. Laporan berbagai organisasi menyebut ribuan masjid di wilayah tersebut telah diratakan, yang oleh sejumlah pengamat dianggap sebagai upaya melemahkan identitas keagamaan masyarakat Uyghur.

SOURCES:

China: Human Rights Watch accuses Beijing of closing and destroying mosques

China builds toilet on Uyghur mosque site - UCA News

How China is tearing down Islam

Report: China Tries to Strengthen Control Over Islam By Shuttering Mosques  

Chinese authorities demolish mosque in Xinjiang, build public toilet - World News

Public Toilet Erected on Former Site of Razed Xinjiang Village Mosque - World Uyghur Congress

Public Toilet Erected on Former Site of Razed Xinjiang Village Mosque – Radio Free Asia

Mosques demolished, texts censored: How China is repressing Muslims in Xinjiang - Times of India

No comments:

Post a Comment