Sebuah laporan riset di jurnal publisher Elsevier--Social Sciences & Humanity Open menyebutkan bahwa penggunaan ChatGPT untuk menulis atau brainstorming dalam enam bulan terakhir dapat berdampak pada kemampuan kreativitas seseorang. Dalam sebuah eksperimen terkontrol yang melibatkan 61 orang peserta dengan total 3.302 ide kreatif yang dianalisis selama 30 hari, para peneliti membagi peserta menjadi dua kelompok: satu kelompok menggunakan ChatGPT untuk tugas kreatif, sementara kelompok lain bekerja tanpa bantuan AI. Selama lima hari pertama, kelompok yang menggunakan ChatGPT menunjukkan hasil lebih baik dalam hampir semua aspek, seperti menghasilkan lebih banyak ide, skor kreativitas yang lebih tinggi, dan kualitas output yang dinilai lebih baik.
Namun, pada hari ke-7 ketika ChatGPT tidak lagi digunakan, peningkatan kreativitas tersebut langsung hilang dan kembali ke tingkat awal. Peneliti juga menemukan fenomena “homogenisasi”, yaitu ide-ide dari pengguna ChatGPT menjadi semakin mirip satu sama lain, baik dari segi isi, struktur, maupun cara penyampaian. Meskipun peningkatan kreativitas menghilang ketika AI dihentikan, pola keseragaman ide tersebut tetap bertahan hingga 30 hari kemudian, yang menunjukkan bahwa rentang kreativitas peserta menjadi lebih sempit.
Uji coba lain dengan 120 mahasiswa selama 45 hari juga menemukan hasil serupa: kelompok yang menggunakan ChatGPT memperoleh nilai 57,5%, sedangkan kelompok yang belajar secara tradisional memperoleh 68,5%. Peneliti menyimpulkan bahwa penggunaan AI dapat mengurangi usaha kognitif, sehingga proses pembentukan pemahaman dan bahan mentah untuk kreativitas menjadi lebih lemah.

No comments:
Post a Comment