Konsep Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) sebagai center of excellence and enlightenment (pusat keunggulan dan pencerahan) menegaskan bahwa PTKI tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan formal, tetapi juga sebagai pusat pengembangan ilmu, pemikiran, dan solusi bagi persoalan masyarakat. Menurut Arskal Salim, PTKI harus melampaui peran tradisionalnya sebagai tempat produksi pengetahuan akademik. Ia harus menjadi ruang lahirnya gagasan yang mampu menginspirasi umat serta memberikan jawaban nyata terhadap berbagai persoalan sosial, keagamaan, dan kemanusiaan.
Tuesday, March 3, 2026
Sunday, March 1, 2026
Dunki (2023): Perjalanan Penuh Haru di Jalur Tikus Demi Mimpi ke Inggris
Dunki (2023) adalah sebuah drama-komedi mengharukan yang disutradarai oleh Rajkumar Hirani. Film ini berkisah tentang empat sahabat dari sebuah desa di Punjab yang bermimpi pindah ke Inggris demi kehidupan yang lebih baik. Karena tidak memiliki visa, mereka menempuh jalur "Dunki"—sebuah perjalanan darat yang berbahaya, tidak legal, dan penuh risiko untuk mencapai Inggris, yang dipimpin oleh Hardayal "Hardy" Singh (Shah Rukh Khan).
Mengupas Fenomena "Dunki"
Istilah "Dunki" dalam film ini merujuk pada sebuah rute imigrasi ilegal yang populer dengan sebutan "jalur tikus" atau "backdoor entry". Metode ini melibatkan perjalanan panjang dan berliku melintasi beberapa negara dengan dokumen palsu atau tanpa dokumen, seringkali dengan bersembunyi di kapal kargo atau kendaraan. Rajkumar Hirani dengan cerdas mengangkat isu sosial yang realistis ini, yaitu keputusasaan masyarakat India, khususnya dari wilayah Punjab, untuk mencapai negara asing (dikenal dengan fenomena 'Canada-Punjab') meskipun harus mempertaruhkan nyawa. Film ini tidak hanya menyoroti aspet petualangan, tetapi juga sisi kelam dari perdagangan manusia dan impian yang kandas di tengah jalan.
Perjuangan Emosional dan Ikatan Persahabatan
Di balik tema imigrasi yang berat, "Dunki" tetaplah sebuah film khas Rajkumar Hirani yang mengedepankan drama komedi dan pesan moral yang kuat. Perjalanan para tokoh utama, terutama Hardy (Shah Rukh Khan) yang berperan sebagai pemandu sekaligus pelindung, dipenuhi dengan tawa dan haru. Mereka harus menghadapi berbagai rintangan, mulai dari sindikat penjahat, penjaga perbatasan, hingga konflik batin karena meninggalkan keluarga. Film ini mengeksplorasi bagaimana persahabatan dan rasa kemanusiaan tetap terjaga di tengah situasi yang paling sulit sekalipun, menunjukkan bahwa mimpi untuk hidup layak adalah hak semua orang, namun jalan untuk meraihnya tidak selalu indah.
Kritik Sosial yang Dibungkus Drama Keluarga
Lebih dari sekadar film perjalanan, "Dunki" adalah sebuah kritik sosial yang tajam terhadap sistem imigrasi global yang kaku dan ketidaksetaraan kesempatan. Hirani menyoroti ironi di mana orang-orang rela mengorbankan segalanya demi secuil harapan di negeri orang, sementara di tanah air mereka sendiri seringkali terabaikan. Shah Rukh Khan, dalam perannya sebagai Hardy, berhasil menampilkan sisi heroik yang berbeda—bukan pahlawan super, melainkan manusia biasa yang berjuang untuk kebahagiaan orang-orang yang dicintainya. Dengan sentuhan komedi khas Hirani dan akting emosional para pemainnya, "Dunki" menjadi sebuah tontonan yang menghibur sekaligus membuka mata tentang arti rumah, pengorbanan, dan harga sebuah mimpi.
Saturday, February 28, 2026
Kenapa film ini judulnya SISU?
Judul "Sisu" mencerminkan sebuah konsep khas Finlandia yang menggambarkan tekad kuat, ketangguhan, dan keberanian dalam menghadapi kesulitan. Nilai ini menjadi inti dari cerita dalam film tersebut.
Makna “Sisu”
“Sisu” adalah istilah dalam bahasa Finlandia yang tidak memiliki terjemahan langsung dalam bahasa Inggris maupun bahasa lain. Kata ini menggambarkan tingkat kemauan, ketekunan, dan daya juang yang sangat kuat, terutama saat menghadapi situasi sulit. Konsep ini sangat melekat dalam budaya Finlandia dan berkaitan dengan kemampuan untuk terus bertahan, melampaui rintangan, serta tetap teguh meskipun menghadapi peluang yang tampak mustahil.
Perumpamaan seorang mukmin bagaikan lebah: terdapat 6 sifat yang baik dan mulia
Dari Abdullah bin Amru radhiallahu ‘anhu ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ إِنَّ مَثَلَ الْمُؤْمِنِ لَكَمَثَلِ النَّحْلَةِ أَكَلَتْ طَيِّبًا وَوَضَعَتْ طَيِّبًا وَوَقَعَتْ فَلَمْ تَكْسِر ولم تُفْسِد
“Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sesungguhnya perumpamaan mukmin itu bagaikan lebah yang selalu memakan yang baik dan mengeluarkan yang baik. Ia hinggap (di ranting), namun tidak membuatnya patah dan rusak.” (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Ahmad Syakir)
Hadits tersebut menjelaskan bahwa lebah menjadi perumpamaan bagi seorang mukmin.
1) Hinggap di tempat yang bersih dan menyerap hanya yang bersih.
Lebah hanya hinggap di tempat yang bersih dan mengambil yang bersih, berbeda dengan lalat yang mendatangi tempat kotor. Demikian pula seorang mukmin diperintahkan untuk memilih yang halal dan baik dalam hidupnya serta menjauhi segala bentuk keburukan. Dalam menjalankan amanah, ia tidak melakukan korupsi, penipuan, atau penyalahgunaan wewenang karena semua itu termasuk perbuatan yang kotor dan tercela.
Selain itu, lebah menghasilkan madu yang bermanfaat bagi manusia. Ini menjadi simbol bahwa seorang mukmin harus produktif dalam kebaikan. Segala yang keluar dari dirinya, baik perkataan, perbuatan, maupun hartanya, hendaknya membawa manfaat bagi orang lain. Kebaikan yang dimaksud bukan hanya ibadah ritual, tetapi juga kebajikan sosial yang dirasakan oleh sesama manusia dan makhluk lainnya.
Lebah juga tidak pernah merusak tempat yang ia hinggapi. Begitu pula seorang mukmin tidak membuat kerusakan, baik secara material maupun moral. Ia justru berusaha memperbaiki keadaan, memperbaiki akidah, akhlak, dan ibadah, serta melawan kezaliman dengan cara yang benar. Ia menjadi bagian dari solusi, bukan sumber masalah.
Karakter lain lebah adalah pekerja keras dan tidak pernah bermalas-malasan. Sejak awal kehidupannya, lebah sudah aktif bekerja untuk kepentingan koloninya. Hal ini mengajarkan bahwa seorang mukmin harus bersungguh-sungguh dalam setiap urusan, termasuk dalam menegakkan keadilan, meskipun hal itu sering kali menuntut pengorbanan dan tidak selalu menguntungkan diri sendiri.
Terakhir, lebah hidup secara berkelompok, bekerja sama, dan taat pada satu pimpinan. Mereka saling membantu ketika menemukan sumber makanan atau menghadapi bahaya. Demikian pula orang beriman dianjurkan untuk bersatu, bekerja secara kolektif, dan tidak mencari permusuhan.
6) Tidak pernah melukai kecuali kalau diganggu
Namun, jika diganggu atau diserang, ia siap membela diri dengan keberanian dan keteguhan.
a summary of this content:Seorang Mukmin Itu Seperti Lebah – KALAM FK-KMK UGM
DO‘A JIBRIL ALAIHISSALLAM KEPADA TIGA GOLONGAN MANUSIA
Al-Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Malik bin al-Huwairits Radhiyallahu anhu, beliau berkata.
“Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam naik ke atas mimbar, ketika beliau naik ke atas
tangga, beliau berkata ‘Aamiin,’ lalu beliau naik lagi ke atas tangga (tingkat
kedua) dan berkata, ‘Aamiin’ lalu beliau naik lagi ke atas tangga (tingkat
ketiga) dan berkata, ‘Aamiin’ lalu beliau berkata, ‘Jibril datang kepadaku dan
berkata, ‘Wahai Muhammad, siapa saja yang mendapati bulan Ramadhan dan dia
tidak diampuni, maka Allah akan melaknatnya.’ Lalu aku (Rasulullah Shallallahu
‘alaihi wa sallam) berkata: ‘Aamiin.’”
Jibril berkata lagi, ‘Dan siapa
saja yang mendapati kedua orang tuanya masih hidup atau salah satunya, lalu dia
masuk ke dalam Neraka, maka Allah akan menjauhkannya dari rahmat-Nya.’ Aku
katakan, ‘Aamiin.’
Jibril berkata lagi, ‘Siapa saja
yang ketika namamu disebutkan, lalu ia tidak bershalawat kepadamu, maka Allah
akan melaknatnya, katakanlah aamiin, lalu aku katakan, ‘Aamiin.’[1]
Referensi :
https://almanhaj.or.id/3302-doa-jibril-alaihissallam-kepada-tiga-golongan-manusia.html
Subscribe to:
Comments (Atom)
.jpg)

