Sejarah munculnya World wide Web dan Sci-Hub yang Kontroversial
Pada awal kemunculannya, pernyataan bahwa World Wide Web was intended for free information sharing merujuk pada visi dasar Tim Berners-Lee ketika mengembangkan World Wide Web (WWW) di CERN pada tahun 1989–1991. Berners-Lee merancang web sebagai ruang informasi global yang memungkinkan siapa pun untuk membuat, menghubungkan, dan mengakses pengetahuan tanpa hambatan teknis maupun finansial. Prinsip fundamental ini lahir dari kebutuhan komunitas ilmiah yang ingin bertukar data penelitian secara cepat, mudah, dan terbuka.
Sistem yang dikembangkan Berners-Lee—meliputi HTML, HTTP, dan URL—didesain sebagai standar terbuka yang bisa digunakan tanpa lisensi. Dengan pendekatan ini, WWW menjadi platform yang inklusif, mudah diadopsi, dan bebas biaya. Tujuannya adalah memastikan informasi dapat mengalir secara bebas sehingga kolaborasi ilmiah dan pengembangan pengetahuan tidak terhambat oleh batasan akses atau monopoli teknologi.
Semangat keterbukaan tersebut menegaskan bahwa web pada awalnya bukanlah proyek komersial. Justru, ia dimaksudkan sebagai sarana demokratisasi informasi global, tempat siapa pun dapat membaca, menulis, dan berbagi data. Karena itu, banyak pihak memandang WWW sebagai tonggak penting dalam gerakan akses pengetahuan yang terbuka (open knowledge) dan akses publik terhadap ilmu pengetahuan (open access). Nilai-nilai ini kemudian menginspirasi berbagai inisiatif yang menentang praktik komersialisasi berlebihan dalam publikasi ilmiah.

