Selasa, 21 Februari 2017

Less is more, kurang adalah lebih


Less is more, kurang adalah lebih


lesss is more
“LESS IS MORE” sebuah ungkapan yang simple tapi sangat mengesankan walaupun pertama kali membacanya agak bingung karena “illogical” secara harfiah. Jika hanya “LETTERLECK” saja mungkin begini yang berkecamuk dalam jiwa (Lebay mode on:) “Gimana seh LESS IS MORE; KURANG ADALAH LEBIH??? :(. KURANG ya KURANG kalo LEBIH ya LEBIH.


Wah koq jadi begini.
coba tanya sama mbah Google. hmmmm begini jawabnya:
Less is more
Maksudnya:
bahwa kesederhanaan (simplicity) dan kejelasan (clarity)akan mengarahkan kepada desain yang baik.
Asal usul

ini adalah peribahasa abad ke-19 di Benua Eropa. pertama kali didapati dalam cetakan buku Andrea del Sarto, tahun 1855, di dalamnya terdapat puisi yang disusun oleh penyair Inggris terkenal bernama: Robert Browning:
Who strive – you don’t know how the others strive
To paint a little thing like that you smeared
Carelessly passing with your robes afloat,-
Yet do much less, so much less, Someone says,
(I know his name, no matter) – so much less!
Well, less is more, Lucrezia.

frasa keren ini sering dihubungkan dengan seorang arsitek dan desainer furniture bernama Ludwig Mies Van Der Rohe (1886-1969) , salah seorang peletak dasar arsitektur moderen dan pendukung kesederhanaan gaya (simplicity of style).
www.phrases.org.uk/
wah wah keren juga ya background kalimat simpel LESS IS MORE.Kalo sudah begini jadi ingat adik kelas saia yang sebut saja bernama mas Samidi al-ngestinoh.waktu itu dia seorang mahasiswa yang sangat kere. berasal dari keluarga miskin dari tegal dan datang ke solo dengan minta idzin pada ortu untuk bekerja. nah, sampai di solo rencana dia berubah. begitu dia melihat UNS ( apa itu UNS=unipersitas negeri sihir? unipersitas Ngeri syekaleeee? wow bukan yang masak ga tau sihhhhhh :).
back to de story:
begitu mas samidi melihat UNS dia pengen kuliah dan sudah tentu yang malah jadi repot karena harusnya cari duit dengan kerja tapi malah mengeluarkan duit untuk biaya kuliah. lalu apa solusi persoalan ini? untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari mas Samidi ini bekerja dengan jadi buruh mengangkut galon-galon Aqua yang berat ituh. waktu itu sekali angkat dari mobil ke kos-kosan mahasiswa/mahasiswi dia dibayar seratus rupiah. jadi kalo pengen dapet duit dua ribu rupiah ya harus mengangkat 20 galoh Aqua yang lumayan berat itu.


dan itu seringkali dia mendatangi kos yang ada teman-teman sekelasnya disitu.bukan hanya kost cowok tapi seringnya koq cewek tapi dia udah mengusir jauh-jauh rasa malu demi bertahan hidup dan bisa kuliah sampai selesai.
btw, yang sangat mengesankan pada dia adalah dia adalah lulusan pertama alias tercepat di angkatannya. padahal dari segi harta dia paling miskin diantara teman-temannya.jangankan punya komputer dan sepeda motor, pake baju saja gantinya seminggu sekali. waah kasihan banget melihatnya tapi ya itu LESS IS MORE. seharusnya yang lulus duluan yang punya mobil,motor,komputer dan punya duit banyak tapi naytanya yang serba kekurangan malah punya banyak kelebihan.
wew, SINCE TOO MUCH IS NOT ENOUGH, therefore, LESS IS MORE

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thanks for your comment...I am looking forward your next visit..