Senin, 10 Oktober 2016

Gambaran Umum Pendidikan Dasar di Jepang


1. Konsep belajar menghormati alam dan menghormati sesama benar-benar diaplikasikan dari sejak usia TK. Anak-anak diajak dekat dengan alam dengan mengamati, memanfaatkan dengan bijak dan menjaga serta memeliharanya.
2. Dengan sesama anak-anak diajarkan supaya pandai berempati dengan orang-orang disekitarnya dengan mengunjungi anak TK bagi siswa yang sudah SD dan SMP atau sebaliknya anak-anak TK berkunjung ke SD ketika ada event tertentu. juga mengujungi panti jompo, rumah sakit dll.
3. Orang tua diajak berperan aktif mengikuti perkembangan anak-anaknya di sekolah. Hampir setiap bulan diadakan Open School dimana orangtua dapat datang ke sekolah melihat langsung anak-anaknya belajar di sekolah dan terkadang diadakan kegiatan bersama ortu dan anak. kegiatannya pun yang bisa membangun bonding anak dan orangtuanya. istilah di Jepang"Undokai" semcam lomba-lomba olahraga atau permainan-permainan sederhana yang bisa dimainkan antara anak dan orangtua. jadi ada orangtua vs anak.
4. Anak-anak SD tidak ada ujian. evaluasi belajar tetap dilakukan tetapi tidak menggunakan penilaian kuantitatif. Jika ada PR misalnya pelajaran Matematika jika ada PR soalnya sulit bisa minta PR yang mudah sama sensei/gurunya.



5. Anak-anak dibiasakan membawa peralatan kebersihannya sendiri, seperti sapu tangan, sikat gigi, gelas, masker dan tisu. sepatu pun dibedakan antara sepatu luar ruangan dan sepatu dalam ruangan.
6. kebersihan kelas dan sekolah merupakan tanggungjawab anak-anak, jadi setiap hari setelah belajar mereka harus menyapu, mengepel kelasnya dan membuang sampah dari kelas ke tempat sampah.


7. Bahkan, cara menyeberang jalan dan bersepeda yang benar juga diajarin di sekolah. Adab makan cara Jepang juga diajarkan karena setiap hari anak-anak makan siang di sekolah.

8. Siswa yang di SD ada yang piket menyiapkan makanan untuk teman-temannya sekaligus membersihkan kelas setelah makan. jadi sudah biasa bagi mereka angkat-angkat panci dan piring serta nampan. juga membuang sampah susu dan sisa makanan ke tempat sampah.

kelihatan sangat aplikatif dibandingkan tempat kita di Indonesia.
9. Di Jepang adanya sekolah negeri saja, tidak ada sekolah swasta. jadi lebih mudah mungkin mengaturnya juga tidak seperti di tempat kita yang banyak sekali model sekolah dan kurang terstruktur dengan baik. maksudnya dalam hal koordinasi dengan pemerintah. di Jepang jika mau daftar sekolah ke City office. yang di City office inilah yang akan memutuskan anak-anak bisa sekolah dimana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thanks for your comment...I am looking forward your next visit..