Minggu, 05 Juni 2016

Idealisme seorang Jurnalis Muslim

Written by: Ahmad Nur Khalim
nurkhalimahmad@gmail.com

Mahasiswa KPI-FakDa IAIN Salatiga

Tidak ada pekerjaan yang mudah. Semua mengandung resiko dan konsekuensi. Termasuk dalam dunia jurnalistik, memotret peristiwa aktual untuk kemudian merangkainya menjadi sebuah berita penting.

Satu hal yang istimewa dari seorang jurnalis adalah “kemutlakan” baginya untuk memahami banyak disiplin ilmu bahkan melahap semuanya sekaligus. Baik dari bidang politik, ekonomi, sains, teknologi, budaya, pendidikan, hukum perundang-undangan dsb. Hal ini sangat penting mengingat ukuran kualitas berita yang disajikan. Dinilai publik, dikritisi, baik-buruknya suatu berita merupakan bagian dari resiko dan konsekuensi bagi wartawan.

Di Negeri Muslim terbesar ini, tentu sangat dibutuhkan banyak wartawan yang handal dalam arti mampu mengaitkan sebuah peristiwa dengan syariat Islam. Dengan kata lain, ia menjadikan keimanan (ideologi)nya sebagai tolok ukur pemberitaan. Dan sikap seperti ini sama sekali tidak menghilangkan objektifitas berita.

Jurnalis Muslim sudah semestinya menyadari, dan manyampaikan hal ini sebagai bentuk kontribusi nyata atas ketaatan pada Allah dan RasulNya dalam mengemban amanah. Dan yang pasti, semua akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak. Karenanya, berhati-hatilah para jurnalis!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thanks for your comment...I am looking forward your next visit..