Rabu, 01 Juli 2015

Lupa Matikan Kipas Angin, Rumah Dosen UMS Ludes Terbakar

Minggu, 18 November 2012 17:36 WIB | Farid Syafrodhi/JIBI/SOLOPOS |

Pemadam Kebakaran dari Pemkot Solo dan Bakorwil II memadamkan sisa api yang menghanguskan rumah milik M Farid Wajdi di kawasan Makamhaji, Kartasura, Sukoharjo, Minggu (18/11/2012). Lebih dari separo rumah tersebut hangus dilalap api. (JIBI/SOLOPOS/Sunaryo Haryo Bayu)
SUKOHARJO – Rumah milik dosen Unversitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Muhammad Farid Wadji, di Dukuh Kranggan RT 002/RW 018, Desa Makamhaji, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, ludes terbakar, Minggu (18/11/2012). Kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp700 juta.
Informasi yang dihimpun Solopos.com, kebakaran mulanya terjadi antara pukul 13.00 WIB-13.30 WIB. Penyebab kebakaran diduga karena pemilik rumah lupa mematikan kipas angin yang berada di ruang belakang. Saat kejadian, Farid sekeluarga tidak berada di rumah. Saat itu ia sekeluarga sedang mencari makan siang di luar. Ia menduga kipas angin yang masih tersambung dengan saluran listrik itu menjadi panas dan menyebabkan kebakaran.


Akibatnya, semua barang-barang yang berada di rumah itu ludes terbakar. Buku-buku materi kuliah, hasil penelitian, perabot rumah tangga, BPKB dua mobil, laptop, uang tunai, pakaian, perhiasan dan berbagai peralatan elektronik tak luput dari amukan si jago merah. Bahkan proposal disertasi milik istrinya yang masih tersimpan di laptop, juga ikut terbakar. Padahal Senin (19/11/2012) esok proposal disertasi tersebut akan digunakan oleh istri Farid, Woro Retnaningsih, untuk dipresentasikan.
Menurut Farid, kipas angin kecil penyebab kebakaran itu sebetulnya sudah lama tak digunakan. Karena itu, kipas angin tersebut diletakkan di ruang belakang. Namun siang itu, sambung Farid, ia yang sedang berada di ruang belakang menyalakan kipas angin namun lupa mematikan saat hendak keluar rumah.
“Kipas anginnya sudah usang dan saya letakkan di meja kayu ruang belakang. Mungkin karena kepanasan akhirnya bahan kipas anginnya meleleh dan membakar kayu lalu merembet ke tempat tidur yang tak juah dari meja kayu,” ujar Farid saat ditemui wartawan di rumahnya, Minggu sore.
Sebelum keluar rumah, sebetulnya Farid sempat mencium bau plastik terbakar. Namun ia tidak mengira kalau sumber bau plastik terbakar itu adalah dari kipas angin miliknya. Ia awalnya justru mengira bau plastik terbakar itu berasal dari plastik yang dibakar oleh tetangga dekat rumahnya. Ia tidak sempat menyelamatkan barang-barang di dalam rumah. Hanya dua unit mobil yang berada di luar rumah, yang selamat dari si jago merah.
Tak lama setelah kejadian, tim pemadam kebakaran (PMK) dari Solo dan sejumlah warga Kranggan mencoba memadamkan api. Hampir semua bagian rumah, seperti atap, jendela, pintu dan berbagai perabot lainnya, ludes terbakar. Setelah api berhasil dipadamkan, Farid dan Woro menengok isi rumah dan dibantu tetangganya memungut barang-barang yang sekiranya bisa diselamatkan.
Sementara itu, Woro mengatakan uang berjumlah sekitar Rp11 juta yang berada di dalam tas ruang depan serta flashdisk dan laptop berisi data-data desertasinya di Universitas Sebelas Maret (UNS), ikut terbakar. “Uang itu mau saya gunakan untuk membayar SPP kedua anak saya,” ujar Woro yang berpfofesi sebagai dosen di IAIN Surakarta ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thanks for your comment...I am looking forward your next visit..