Sabtu, 31 Januari 2015

Kemampuan Bahasa Inggris di RI pada Tingkat Menengah

JAKARTA - Saat ini Indonesia berada pada peringkat 28 dari 63 negara dalam tingkat kemampuan berbahasa Inggris.
 
Hal tersebut berdasarkan hasil penelitian terbaru English Proviciency Index (EPI) yang dilakukan Education First (EF). Mereka menyusun peringkat negara berdasarkan kemampuan berbahasa Inggris orang dewasa di 63 negara.
 
Senior Vice President for Academic Affairs EF, Dr Christopher Mc Cormick, mengatakan bahwa penyusunan peringkat negara didasarkan pada hasil tes berbahasa Inggris yang dilakukan terhadap 750 ribu orang dewasa pada 2013 dan membandingkan dengan hasil penelitian EPI pada tujuh tahun ke belakang sejak 2007. Dibandingkan 63 negara lain, Indonesia berada pada kategori kemampuan menengah dengan skor 52,74, sementara kemampuan sangat tinggi didominasi oleh negara-negara di Eropa seperti Denmark, Belanda, dan Swedia yang mencapai skor 69,30.
 
"Di Indonesia, kemampuan bahasa Inggris orang dewasa mengalami peningkatan dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir, yaitu sebesar 7,96 poin, yang merupakan peningkatan terbesar di sektor regional," ujar Cormick, dalam acara diskusi panel dengan tema 'Peranan Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Meningkatkan Daya Kompetisi Ekonomi Masyarakat Indonesia', di Grand Hyatt Hotel, Jakarta Pusat, kemarin malam.
 
Di tingkat Asia, lanjut dia, Indonesia berada pada peringkat enam dari 14 negara, dengan pria dan perempuan memiliki kemampuan berbahasa Inggris yang cukup tinggi. Ibu kota dan kota-kota pariwisata memiliki kemampuan terbaik dalam berbahasa Inggris. Seperti, DKI Jakarta, Bali, Yogyakarta, Sumatera Barat, Jawa Barat, dan lain-lain.
 
"Bahasa Inggris merupakan kompetensi inti yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan dunia global, mulai tantangan bisnis, ekonomi, hingga pendidikan dan kualitas hidup," ucapnya.
 
Kepala Riset Linguistik di Cambridge University, Inggris, itu menambahkan, setiap negara memiliki pendekatan pengajaran bahasa Inggris yang berbeda dengan kendala, tekanan dan solusinya masing-masing.
 
Oleh karena itu, EPI berkomitmen untuk meneliti dan mengkaji peranan pendidikan bahasa dan membantu memberikan informasi yang bermanfaat bagi perkembangan pendidikan bahasa di seluruh dunia.
 
"Ada korelasi antara kefasihan bahasa Inggris dengan beberapa ukuran sosial dan ekonomi termasuk pendapatan, kemudahan melakukan bisnis hingga kualitas hidup. Oleh karena itu, selain bahasa utama yaitu bahasa Indonesia, perlu diperkenalkan bahasa kedua seperti bahasa Inggris yang telah menjadi keterampilan dasar yang dibutuhkan oleh seluruh masyarakat atau tenaga kerja di dunia," ungkapnya. (fsl)
(rhs)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thanks for your comment...I am looking forward your next visit..