Jumat, 08 Februari 2013

Jamaah Tabligh Durhaka dan Menelantarkan Keluarga


Jamaah Tabligh Durhaka dan Menelantarkan Keluarga


Assalamu “Alaikum Warahmatullah Wabarakatuh ….

Sebuah pertanyaan pada postingan Mantan JT ( Jamaah Tabligh )

Klu soal ibadah saya salut dgan saudara2 Jt,bleh di ksh jempol,jeri payah serta pengorbanannya patut di hargai..tp knpa yg di dakwahi adalah mayoritas sesama saudara muslim,knpa bukan org2 yahudi,nasrani yg di dakwahi biar masuk islam.trus saya berpendapat belum tentu yg ikut Jt adalah org yg beriman..krna tdak beriman seseorang apa bila ia durhaka kepada org tuanya,meninggalkan anak,istri tanpah memberi nafkah..krna byk yg masuk Jt, tdak mendapat restu dr org tuanya..byak jga anak dan istri Jt yg mengemis makan untuk menafkahi diri nya krna slu di tinggal suami berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun lamanya..klu sdah begini Di mna tanggung jawab seorang suami yg ikut JT.


Trmakasih…Mhon di tanggapi.

Sebenarnya saya ingin menjawab langsung pertanyaan saudara melalui komen pada postingan Mantan JT ( Jamaah Tabligh ), tapi berhubung takut terlalu panjang maka saya buat posting tersendiri dengan harapan ada teman-teman yang sekiranya memiliki pemahaman yang lebih bisa menambah apa yang sudah saya paparkan. 


Maaf mungkin jawaban saya tidak bisa memuaskan rasa ingin tahu saudara, karena saya bukan orang yang berkompeten untuk menjawab pertanyaan yang saudara ajukan dikarenakan keterbatasan ilmu dan amal yang saya miliki. Tapi saya akan berusaha menjawab sebisa saya berkenaan dengan pernyataan Saudara tentang Jamaah Tabligh yang menelantarkan anak istri .

Yang perlu digaris bawahi dan perlu dicermati sebagian besar orang-orang yang bergabung dalam JT tidak semuanya orang baik-baik yang tidak punya salah dan dosa karena sebesar-besarnya Ikan pasti ada durinya, dan sekecil-kecilnya ikan pasti ada dagingnya, sebesar-besarnya orang pasti ada salahnya, dan sekecil-kecilnya orang pasti ada baiknya karena manusia tempatnya salah dan dosa. Banyak diantara kami yang mantan preman, penjahat, pembunuh dan lainnya , salah satunya bisa dibaca pada postingan saya “ Apa di Surga Ada Orang yang Bertatto?”

Orang-orang yang bergabung dalam JT adalah kumpulan orang-orang yang berusaha hari demi hari bagaimana mencapai level para sahabat Nabi baik dalam amal maupun dalam usaha atas iman, Kami hari demi hari berusaha menjadi orang-orang yang mencintai Allah swt dan dicintai Allah swt.

Seringkali dalam hidup ini kita terperangkap oleh prasangka-prasangka yang bermula dari katanya si-anu , katanya si-ini , katanya si-itu untuk menilai suatu hal tanpa memberikan penilaian yang berimbang. Sampai saat ini saya tidak menemukan data statistik mengenai berapa banyak orang-orang yang sengsara akibat ditinggal khuruj. Dan sering kali orang yang memberikan gambaran buruk tentang orang-orang yang ditinggal khuruj terlalu hiperbola dalam mengambarkan kejadian yang sesungguhnya sehingga apa yang diceritakan adakalanya bertolak belakang dengan kejadian dilapangan.

Yang harus diketahui ada aturan baku yang berhubungan dengan tafakut dalam rangka orang-orang yang berkeinginan khuruj dalam jangka waktu lama ; 10 hari, 15 hari, 40 hari, 4 bulan dan 1 tahun , sampai saat ini belum ada yang khuruj selama bertahun-tahun tanpa terputus seperti yang saudara maksud kalau pun ada itu jelas bukan JT.

Beberapa hal mengenai tafakut yang saya ketahui diantaranya:
Tafakut Amal; tidak setiap orang diperbolahkan keluar dalam jangka waktu yang lama ( saat ini paling lama 1 tahun ) di Indonesia hanya ustadz yang diperbolehkan dan tidak hanya itu dirinya juga harus memiliki kemampuan membaca kitab. Begitupun tidak setiap orang diperbolehkan keluar 4 bulan negeri jauh sebelum dirinya terlebih dahulu keluar 4 bulan India , Pakistan, Bangladesh.
Tafakut Mal/harta; meliputi kesiapan keuangan baik yang akan dibawa untuk khuruj maupun yang akan ditinggalkan untuk keluarga kalau dikirainya mal-nya tidak mencukupi markaz tidak akan memberangkatkan orang tersebut atau kalaupun diberangkatkan akan disesuaikan dengan jumlah uang yang dibawa.
Tafakut Keluarga, bagaimana kesiapan keluarga untuk ditinggal apakah mereka sudah mengerti tentang usaha dakwah ini atau belum.agar tidak menimbulkan fitnah
Tafakut Pekerjaan , menyangkut masalah ijin cuti , berapa hari ijin yang kantor berikan maka selama itu seseorang boleh khuruj.
Tafakut Kesehatan, apakah memiliki penyakit yang parah, bukan berarti orang sakit tidak boleh khuruj melainkan ada baiknya orang tersebut sembuh terlebih dahulu baru dirinya khuruj atau setidaknya ada surat rekomendasi dari dokter tentang penyakitnya sehingga kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan ketika khuruj bisa cepat ditanggulangi


Sering kali terjadi beberapa orang saat ditafakut tidak jujur tentang keadaan dirinya dikarenakan semangat yang menggebu (ngejosh) untuk bisa khuruj sehingga bisa saja terjadi seperti yang saudara ceritakan tetapi dari pihak kami sendiri selalu mengontrol keluarga yang ditinggal khuruj karena hal tersebut sudah menjadi agenda rutin pada setiap musyawarah baik yang dilakukan di muallah ( masjid tempat orang tersebut beraktifitas setiap harinya ) maupun halaqoh dan biasanya selalu ada kunjungan keluarga setiap minggunya yang dilakukan oleh beberapa orang teman berserta istri mereka untuk bertanya perihal kendala-kendala apa saja yang dialami saat ditinggal khuruj, jadi sangat tidak benar anggapan kalau program khuruj menelantarkan keluarga bahkan sampai menciptakan orang-orang yang durhaka terhadap orang tuanya, kalau memang benar seperti yang saudara tulis pastinya Allah swt tidak akan tinggal diam terhadap usaha dakwah ini dan pastinya usaha dakwah ini sudah Allah swt hancurkan. Nyatanya usaha dakwah ini berkembang dilebih dari 200 negara di dunia , bahkan pertemuan tahunan JT di Bangladesh jumlah orang yang hadir melebihi orang yang berkumpul pada saat jamaah haji berlangsung ( untuk hal ini bisa anda cari dengan bantuan google). Kalaulah Allah swt tak meridhai usaha ini pastinya usaha ini tidak akan bertahan sampai detik ini..

Satu hal yang harus kita pahami bahwa agama tidak hanya sekedar untuk kita amalkan , tapi ada pekerjaan yang lebih penting dari pada itu , yaitu bagaimana agar agama tetap ada didiri kita , keluarga kita , lingkungan kita , dan seluruh alam. Itu berarti harus ada usaha untuk kearah itu, sebagaimana halnya dengan uang. Kita semua tahu uang itu sesuatu hal yang penting, tapi bagaimana usaha agar uang itu tetap ada jauh lebih penting dari uang itu sendiri. Karena uang lama kelamaan akan habis sebagaimana beras di lumbung, tapi mana kala ada usaha atas uang sebagaimana petani mengusahakan atas beras ( bertani ) maka uang/beras itu akan tetap ada. Tapi mana kala usaha untuk kearah itu tidak pernah dibuat maka lama kelamaan uang/beras pun akan habis. Sebagaimana amal agama yang ada di diri kita.

Agama yang ada di diri kita hari ini hanyalah agama turunan, dahulu buyut kita masih Sholat, puasa, baca alqur’an dan mengerjakan amalan sunah lainnya trus menurunpada kakek kita yang hanya sholat , puasa dan baca alqur’an trus menurun lagi pada ayah kita yang hanya puasa dan sholat dan sekarang menurun lagi pada kita yang hanya sholat sekali-kali dan puasa pun hanya di bulan ramadhan. Dan turun keanak kita yang sholatnya sekali seminggu dan tidak puasa,lantas bagaimana nanti dengan cucu kita??? Jangan-jangan dia sudah tidak mengerti apa itu sholat dan puasa.

Maaf kalau jawaban saya terlalu panjang dan terkesan menggurui dan tidak sesuai dengan apa yang saudara harapkan, sekali lagi saya minta maaf ini dikarenakan kurang sungguh-sungguhnya saya terhadap usaha dakwah ini, semoga Allah swt selalu membimbing kita dan memberikan hidayahNya.

Ya Allah periharalah pikir dan risau kami sebagaimana Engkau perihara hal tersebut untuk para kekasih-Mu. amien…amien..amien…

Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma wabihamdika AsyaduAllahilaha illa Anta Astagfiruka wa’atubu Ilaik


Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

sumber : http://harapandiri.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thanks for your comment...I am looking forward your next visit..