Kamis, 01 Desember 2011

Making dakwah on the journey from calcutta to New Delhi

Written by : Pak Faizal Solo
Assalamualaikum wr.wb
berikut ini adalah satu cerita unik dalam perjalanan naik kereta api dari calcutta ke new delhi. saat itu saya dan beberapa teman berjumpa orang India asli yang muslim tapi alirannya Brelwi. apa seh "Brelwi"? "Brelwi" itu aliran yang meninggikan Nabi Muhammad SAW secara berlebihan. mereka menganggap Nabi Muhammad itu bukan manusia seperti kita tapi sudah merupakan "Nur" tersendiri. mereka juga senang berlama-lama di kuburan dengan berdoa memohon sesuatu. 
Nah, yang saya jumpai ini seorang supir yang senang ziarah kubur makam wali-wali yang bertebaran di lembah hindustan. dia rencana mau ke makam syaikh nizamuddin aulia dan ke makam ajmeer syarif. 
yang aneh dari orang ini ketika waktu sholat tiba dan kami ajak sholat dia menolak dengan halus.
begini rekaman percakapan yang berisi ajakan buat dia.

me: ap hadrat namaaz karo. tashrif namaaz (tuan yang mulia sholatlah, mari sholat)
the brelwi: I'm a driver.
me: it's ok that you're driver but you're moslem.I suggest you  to perform sholat right now.
the brelwi: I'm a driver and I just perform sholat at jum'ah.
me: ap hadrat, namaaz dzoruri hai . (tuan yang mulia, sholat itu penting/wajib).
the brelwi: :)


wah repot juga  mendakwahi orang India yang seperti ini. ngeyele puoool. kalo mau mengerjakan baik akan dia kerjakan tapi kalo sudah wegah ya sudah. saya hanya bisa mendoakan agar dia mendapat hidayah bisa sholat 5 waktu bukan hanya sholat seminggu sehari di hari jum'ah. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thanks for your comment...I am looking forward your next visit..