Kamis, 20 Oktober 2011

yoris sebastian and creative junkies



Yoris Sebastian (lahir di Ujung Pandang5 Agustus 1972; umur 39 tahun[1]) adalah seorangpengusaha asal Indonesia yang dikenal bergerak dalam bidang industri kreatif.[1] Pada usia 26 tahun, Yoris terpilih menjadi GM (General Manager) Hard Rock Cafe Indonesia, menjadi GM termuda se-Asia dan termuda kedua di dunia.[2] Pada usia 34 tahun, selepas keluar dari Hard Rock, ia mendirikan sebuah perusahaan konsultan kreatif OMG (Oh My Goodness).[3]
Yoris terkenal dalam hal inovasi dan ide kreatif.[4] Pria yang suka minum air putih ini menunjukkan konsistensinya dalam membuat ide-ide kreatif yang tidak biasa yang dalam bahasa Inggris dikenal juga sebagai berpikir out of the box.[4] Menurutnya, ide kreatif akan segera berkembang bila dimulai dengan hal yang kecil (start small).[5]

Pada usia 19, selepas kuliah di SMA Pangudi Luhur, ia magang di Majalah Hai. Di sanalah Yoris mulai berkecimpung dalam dunia kreatif. Kemudian ia meneruskan kariernya di Hard Rock Café Jakarta sebagai General Manager pada usia 26 tahun.[4] Ia dinobatkan sebagai GM Hard Rock Café termuda di Asia dan termuda kedua di dunia.[2]

[]Karier

Yoris memperkenalkan program I like Monday di Hard Rock Café Jakarta pada 2003.[]Ketika semua tempat hiburan menitikberatkan pengadaan acara pada hari libur dan akhir minggu, Yoris mengadakan acara musik di hari Senin yang merupakan hari paling sepi kunjungan.[2] Yoris juga membuat program bertajuk Destination Nowhere yang berarti Tujuan Tidak Kemanapun, juga pada 2003.[] Sebuah acara jalan-jalan yang jadwalnya tidak disampaikan pada pesertanya.[2] Dalam pesawat saat berada diudara , acara ini membawa Band Cokelat yang juga melakukan peluncuran album di atas ketinggian 30.000 kaki.[] Hal ini kemudian diabadikan oleh MURI (Museum Rekor Indonesia).[2]



Yoris sekarang memimpin OMG (Oh My Goodness) Creative consulting yang berdiri pada 1 April 2007.[1] Usaha menjual ide-ide kreatif kepada klien.[1] OMG telah menjadi konsultan pengembangan bisnis konsep ruang rapat fPod di fX Jalan SudirmanJakarta; kreatif konseptor Rasuna Epicentrum yang mengusung konsep The Creative Capital of Jakarta; event consultant Black Innovation Award 2009 dan International Young Creative Entrepreneur Award British Council Indonesia; pemasaran dengan konsep word of mouth untuk XL dan kosmetik Caring Colours; konsultan pemasaran kreatif film remaja Queen Bee (2009) dan Ketika Cinta Bertasbih (2009); sampai konsep bisnis inovatif untuk Avia Tour.[1]

[]Penghargaan

Yoris yang dilahirkan di Ujung Pandang5 Agustus 1972 telah mendapat beragam penghargaan, di antaranya
  • British Council's International Young Creative Entrepreneur Award [6],
  • Asia Pacific Entrepreneur Award Winner 2008(Most Promising Entrepreneurs)[7],
  • Young Marketers Award Winner dari IMA and Markplus, dan Future CEO to Watch dari majalah SWA[1].

[]Pemikiran

[]Ide Kreatif

Yoris telah menunjukkan bahwa ide adalah hal yang perlu apresiasi. Menurutnya, ide kreatif tidak datang begitu saja.[8] Akan tetapi harus dilatih dan dikembangkan.[] Sepuluh tahun lalu mungkin publik tidak akan membayangkan bahwa ide akan dihargai, tetapi ditangan Yoris, ide bisa menjadi hal yang diperhitungkan.[8] Ia membuktikan bahwa dunia kreatif mampu membawa sesorang popularitas dan kecukupan materi.[] Creatif is a habit not genetic.[8] Begitu Yoris mendefinisikan kreatifitas.[] Bagi Yoris, orang yang ber-IQ rendah belum tentu tidak memiliki ide kreatif.[] Sebaliknya, orang yang ber-IQ tinggi juga belum tentu memiliki banyak ide kreatif.[] Semuanya berproses.[]kreatifitas membutuhkan latihan yang konsisten.[8]
Berpikir out of the box, bagi Yoris, memang diperlukan.[] cara berpikir ini mengajak si individu untuk berpikir dari yang biasa.[]Ketika ide itu berbeda, maka itulah berpikir out of the box.[9] Berpikir seperti ini bukan berarti harus benar-benar berbeda dan baru.Ide-ide yang sudah ada bisa dikembangkan dan dimodifikasi.] Akan tetapi, dalam ekseskusi ide, Yoris menegaskan bahwa penting untuk berpikir inside the box.[9] Menurutnya, eksekusi model ini memberikan gambaran akan batasan-batasan yang harus dimengerti.[9]Artinya, suatu ide yang akan dieksekusi jangan sampai keluar dari karakteristik dasarnya.[9]
Yoris menyontohkan acara yang pernah ia lakukan yakni peluncuran album Band Padi di atap Mall Sarinah.[] Acara tersebut cukup meriah. Banyak wartawan meliput. Keramaian itu hingga menyebabkan kemacetan.[4] Akan tetapi, beberapa waktu setelahnya, penjualan album itu tidak memuaskan.[] Ternyata publik menilai album itu memang tidak terlalu bagus.[] Ide peluncuran album Padi itu memang out of the box, tetapi ide itu tidak sejalan dengan karakter kualitas albumnya.[4]
Sementara, menurut Yoris, ide bisa berasal dari mana saja.[] Bisa dari internetmajalahkorantvradio atau apapun.]Baginya, kunci memunculkan sebuah ide kretaif yang inovatif adalah membiasakan diri berpikir kreatif.[4] Ia selalu berpijak pada sebuah visi:Passion for knowledge, passion for innovation, and passion for achievement.[4]
Ketika ditanya mengenai idola, Yoris menyebutkan beberapa tokoh dunia yang memang terlihat sepak terjangnya dalam dunia inovasi.[] Ia sebutkan Walt DisneySteve JobsMadonna, dan Donald Trump sebagai idolanya.[4] Ia menganggap bahwa mereka adalah inovator yang sukses berkat ide kreatif mereka.] Walt Disney berhasil mempioniri pembuatan wahana hiburan Disneyland danWalt Disney World Theme Park.[4] Steve Jobs sendiri adalah inovator, pendiri, dan penemu Apple Computer. Sementara, Donald Trumpadalah Bos Properti di AS dan Madonna adalah penyanyi terkanal juga berasal dari Negeri Paman Sam itu.[4]

[]Mee-too-isme

Yoris merasa optimis bahwa dunia inovasi di Indonesia tidak akan kalah dengan luar negeri.[] Menurutnya penghargaan kreativitas seharusnya menjadi prioritas.[ Selain itu, ia menentang sekali paham “me-too-ism”.[10] Paham ini merupakan rekaan Yoris untuk megibaratkan kebiasaan mencontek.[] Maksudnya, kebiasaan membuat tiruan ide dari orang atau tempat lain harus diubah.[4] Ide-ide yang ada harus dikembangkan, bukan hanya dicontoh mentah-mentah.[] Ia menyontohkan keberhasilan facebook dan twitter yang ternyata ditanggapi dengan tidak kreatif.[4] Beberapa individu membuat facebook versi Indonesia.[4]
Yoris sayangkan hal itu karena seharusnya yang diambil adalah pelajaran serta semangat untuk membuat ide baru ang orisinil.[Yoris selalu menegaskan bahwa kunci sukses dalam menerjuni dunia inovasi adalah mengerjakan sesuatu sesuai passion.] Artinya, perlu adalanya pengenalan diri atas apa yang disukai dan itulah yang ditekuni.[10] Yoris menyebut hal itu sebagai "happynomic".[] Ia menambahkan, mengerjakan sesuatu yang disukai saja tidak cukup.[] Apa yang dikerjakan harus memberikan nilai ekonomi.]Baginya, uang memang bukan tujuan utama, tetapi jangan sampai apa yang dikerjaan rugi.[10] Bagi Yoris, yang peting adalah do it if you like it.[] Jadi, apa yang disukai, itu yang dieksekusi dan dikembangkan.[10]
Meski putus kuliah, ia tidak pernah mengajak orang lain untuk mengikuti dirinya.[11] Ia sampaikan bahwa bisa saja berhenti kuliah, kalau memang sudah ada yang bisa menjamin masa depannya.[] Tetapi baginya, sebagai prioritas hidup adalah belajar dan belajar.[]Karena dari sanalah ide-ide kreatif muncul.[11]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thanks for your comment...I am looking forward your next visit..