Minggu, 07 Juni 2009

Penggunaan Bahasa Indonesia di Media Internet

aya historically mengenal dunia maya sejak tahun 1998. Waktu itu saya sedang pusing-pusingnya nyari referensi untuk mbikin skripsi saya yang kebanyakan berbahasa Inggris. Saat tahu pertama kali internet dalam benak saya adalah sebuah keheranan dan kekaguman karena begitu banyaknya informasi yang disimpan dalam ribuan bahkan sekarang jutaan halaman web. Disamping itu ada banyak milis dan webforum komunitas semacam plasa.com, centraone.org, ajangkita.com dan juga forum yang agamis seperti myquran.org dan kotasantri.com. seneng rasanya bisa kenalanan dengan banyak orang from all walks of life sekaligus sharing ideas. Satu hal yang menarik di forum-forum itu adalah penggunaan bahasa Indonesia yang sekenanya alias semau gue. lebih tepatnya mungkin dikatakan bahasa gaul. bahasa gaul ini menurut Qaris Tajudin dalam artikel berjudul "Secara Gue Gaul Gitu Loh" yang dimuat di majalah TEMPO dimulai tahun 1970-an ketika Teguh Esha menulis novel berjudul "Ali Topan Anak Jalanan" (1972) .saat itu Teguh memperkenalkan istilah "Asoy" yang sama dengan "Asyik" dan "Ajojing" sebagai ganti "berdisko". kemudian ada sekuelnya berjudul "Ali Topan :Detektif Partikelir" (1973) yang memperkenalkan bahasa di kalangan preman yang disebut bahasa Prokem. pola bahasa atau register ini ialah dengan menghilangkan silabel belakang dan menyisipkan kata "ok" ditengah kata. misalnya "Preman" menjadi "Prokem", "duit" menjadi "doku", "bapak" menjadi "bokep". kemudian juga membolak-balik kata misalnya "pusing" menjadi "suping".
satu dasa warsa berikutnya, tahun 1980-an bahasa gaul ini dikembangkan oleh radio Prambors dengan munculnya sandiwara radio "Catatan Si Boy" yang memunculkan banyak model kreatifitas baru.
Berikutnya lagi adalah era 1990-an. era dimana bahasa gaul banyak dapat lema/entry dari bahasa atau register kaum banci. misalnya kata "emang" yang menjadi "ember", "sudah" menjadi "sutra", "aku" menjadi "akika". jika anda ingin tahu lebih banyak tentang lema ini coba baca atau beli kamus bahasa gaul yang disusun oleh Debby sahertian si bintang Lenong rumpi.
terus era 2000 sampai sekarang ini sudah lebih banyak lagi dan lebih kreatif. misalnya kata "tajir" yang identik dengan orang yang kaya padahal arti aslinya dalam bahasa arab yang berarti "pedagang" (pedagang identik dengan orang kaya padahal ada juga pedagang yang bangkrut...:) ^-^). "jutek" (judes), "jomblo" (lajang), "garing" atau "jayus" (lelucon yang kurang lucu), "culun" (bodoh?) dan seterusnya masih banyak lagi....
dari semua bentuk bahasa gaul dalam pandangan saya ini adalah wujud kreatifitas dalam bahasa jadi ga apa-apa kalo dikembangkan terus dan jadi kajian bahasa yang sangat menarik. cuman ada satu hati-hati kalo jumpa sama Polisi EYD. takutnya kena semprit dan kenal pasal pelanggaran undang-undang bahasa.....
NB: tulisan ini selain ekspresi curahan hati tapi juga ngikutin lomba penulisan blog yang berhadiah:
Juara I : Rp4.000.000,-

Juara II : Rp3.000.000,-

Juara III : Rp2.500.000,-

Juara Harapan I : Rp2.000.000,-

Juara Harapan II : Rp1.500.000,-

Juara Harapan III : Rp1.000.000,-
waktu diselenggarakan lomba mulai tanggal 27 Februari s.d. Oktober 2009.
for more info silakan klik: lomba penulisan blog bahasa dan sastra 2009



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thanks for your comment...I am looking forward your next visit..