Rabu, 22 April 2009

Koq bisa ya Soal Bahasa Inggris Bikin Stres?

asanya aneh banget membaca artikel dari KR.co.id dan Kompas.com yang berjudul :MASIH DIANGGAP MOMOK DALAM UNAS ; Matematika dan Bahasa Inggris Diberi Porsi Lebih apalagi mbaca yang ini : Ujian Nasional: Soal Bahasa Inggris Bikin Stres.
Berikut ini kutipan yang menarik bisa dibaca:
Rabu, 22 April 2009 | 11:02 WIB

Memasuki 10 menit terakhir, Arumi Rosvaningsih (18) gelisah. Air mukanya pucat. Masih ada 10 soal lagi terjawab dari total 50 soal ujian nasional Bahasa Inggris pada hari kedua UN di SMA Negeri 3, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Selasa (21/4).

Ketika bel sekolah berbunyi, tanda ujian berakhir, tubuh Arumi lemas dan dia pingsan. Teman-teman sekelasnya langsung membawanya ke ruang kepala sekolah untuk dirawat.

Tidak lama kemudian, siswa kelas III IPA 3 itu siuman, tetapi jari-jari tangannya masih pucat. "Tubuh saya menggigil. Dingin sekali," katanya.

Arumi mengaku, dia menggigil bukan karena belum sarapan pagi, tetapi karena dia merasa tertekan menghadapi soal-soal UN Bahasa Inggris yang begitu sulit. Bahkan jawaban untuk 10 soal yang tersisa di 10 menit terakhir, adalah hasil tebakan. "Saya sudah tidak baca lagi soalnya. Langsung saja saya isi jawaban sekenanya," katanya.

Menurut Arumi, soal UN Bahasa Inggris tahun ini lebih sulit ketimbang tahun 2008. "Hanya sebagian kecil soal-soal UN beberapa tahun lalu yang keluar pada UN sekarang," kata Arumi.

Beberapa rekan Arumi mengaku kewalahan menyelesaikan mata ujian tersebut. "Pusing! Pusing! Soalnya susah semua," ujar Hendra Purwanegara, peserta ujian lainnya.

Selain soal yang sulit, para siswa SMAN 3 itu mengeluhkan sikap guru pengawas yang berjalan-jalan di dalam kelas, membuat siswa bertambah panik menghadapi UN.

Beberapa siswa lainnya mengaku, guru pengawas sempat mengeluarkan sumpahan kepada murid yang panik mengerjakan soal, "Jujur! Kawus!" Artinya, kurang lebih, "Rasain kamu!"


dari kejadian diatas rasanya perlu dipikirkan ulang kekurangan-kekurangan yang selama ini terjadi dalam sistem pendidikan nasional kita. ada apa gerangan yang terjadi? kenapa siswa bisa jadi stres gara-gara merasa was-was dan takut dalam mengerjakan soal ujian nasional?.
pasti ada "something wrong on the system".
Kalo sudah begini saya jadi inget pengalaman saya belajar sejak dari SD sampe SMU .
(tahu ngga kalo saya belum pernah sekolah TK padahal ini sedang ditawari ambil S3 di UNS Solo....:D).
Betul-betul tidak menyenangkan belajar di sekolah-sekolah kita. rasanya sangat monoton dan membosankan. padahal ayah dan ibu saya adalah guru SMP Negeri di Jepara.masa-masa itu adalah masa-masa pemberontakan terhadap sistem belajar dan mengajar yang sangatt tidak membuat tertarik. makanya Fay kecil Fay Kecil sangat terkenal nakalnya. jarang mau ngerjakan PR dan sering dihukum oleh Bu guru dan Pak Guru.
namun semua itu berakhir ketika saya mulai kelas 2 SMU. itulah masa turning point yang sangat berkesan.
pada satu malam saya berpikir panjang tentang apa yang saya kehendaki dalam hidup. apa maksud hidup saya. mau jadi apa saya kelak. apa ya hidup itu ya terus main-main begini. kemudian "Hidayah" telah datang sehingga saya sangat rajin belajar hampir tak kenal lelah.
belajarnya sebelum berangkat sekolah, saat jam istirahat baca2 buku, setelah pulang sekolah masih sempat baca2, dan belajar di malam hari sebelum tidur. begitu terus berjalan sehingga bisa alhamdulillah dapat rangking satu, masuk ke English Department di Solo, jadi dosen dan sudah selesai S2 dan ngajar di kampus negeri sekarang ini.
Andaikan ngga ada turning point dalam hidup maka saya ga tau jadi apa saya sekarang. dan apa yang saya rasakan sejak kelas 2 SMU setahu saya belajar bahasa Inggris adalah sesuatu yang sangat menyenangkan. demikian juga belajar matematika.
kenapa bisa menyenangkan? karena saya selalu membayangkan hal-hal yang kata mbah dipo, penulis blog pitutur.net,bisa manpangati misalnya dengan bahasa inggris kita bisa tahu apa yang dipikirkan dan dirasakan oleh foreign people secara direct experience. jadi ga perlu penterjemah. coba bayangkan kalo omong2 sama orang asing sambil bawa kamus atau bawa buku. ya ketok elek banget noo..
trus English is the 1st international language jadi English can be used as a means or windows of the world. coba liat buku2 di perpus umum (bukan di UIN ato STAIN lo ya..) isinya mostly written in English. kalo setiap kalo kamu jumpa buku berbahasa inggris lha kapan majune. kapan pintere???
trus kalo pinter bahasa inggris bisa cari duit lebih banyak. seperti TKI dan TKW dari Filipina yang kerja di Middle East gajinya lebih banyak dari TKI/TKW kita karena pint er bahasa inggris.
trus tujuan yang paling mulia adalah tujuan dakwah. dengan tahu bahasa inggris kita bisa giving dakwah to foreign people yang saya tahu banyak yang atheist. ga kenal sama Allah SWT. saya dengar data statistik dunia penduduknya sudah 7,5 milyar. yang Islam 1,5 milyar, yang 6 milyar belum beriman. makanya kesempatan besar kalo kita bisa bahasa inggris bisa spreading kalimah La ilaha illalloh all over the world....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thanks for your comment...I am looking forward your next visit..