Selasa, 07 April 2009

Belajar Islam Mulai Diminati Negara Barat

Semakin meningkatnya siswi yang mempelajari pelajaran akademi sekaligus memperdalam pengetahuan mereka tentang Islam, sekolah Islam Al Arqam juga semakin bersinar di Sacramento, ibu kota negara bagian California.

“Mereka (Al Arqam) mengajari apa yang perlu kami ketahui tentang Islam,” kata salah satu siswi di Al Arqam yang berusia 14 tahun, Ramseesha Sattar pada Jumat 13 Maret lalu.
Di dalam sekolah, para siswi diajarkan tentang keutamaan menggunakan Jilbab, menggunakan pakaian sopan namun tetap berkelas, serta memelankan suara ketika terdapat pria di sekitar mereka.
“Saya sangat menyukai berada di sini, dan peraturan-peratutan tersebut tidaklah berat bagiku.”
Berdiri sejak 11 tahun lalu, Al Arqam secara resmi telah mendapat akreditasi dari Asosiasi Sekolah dan Kampus Barat (WASC) sebagai satu-satunya sekolah Islam di wilayah California.
Al Arqam juga telah mendapat persetujuan dari ke-Sarjana-an Internasional sebagai sekolah pertama yang mendapat izin untuk membuka kelas privat (kelas yang biasanya hanya berisi 2-8 siswa) di California.
Sejauh ini sekolah tersebut telah menampung sekitar 300 pelajar, dengan 50 lainnya telah masuk dalam daftar tunggu untuk tingkat pendidikan yang lebih rendah.
Terlebih, karyawan sekolah tesrebut mengutarakan bahwa kebanyakan orang tua dari pelajar Muslim memilih sekolah tersebut daripada sekolah umum agar anak mereka mendapat pengetahuan yang cukup tentang Islam.
“Masyarakat Muslim di sini sangat menghargai pentingnya pendidikan,” kata Wakil Kepala Sekolah Dalia Wardany, yang juga memiliki tiga anak yang bersekolah di Al Arqam.
“Mereka mencari lingkungan yang dapat mengajarkan anak-anak mereka mengenai nilai-nilai Islam.”
Meski berasal dari latar belakang, suku, dan budaya berbeda, para pelajar berbagi satu agama, keyakinan, serta seragam yang menyatukan mereka.
Ketika jam menunjukkan pukul 13.15, para pelajar berhenti dari kegiatan belajar mereka dan bersiap melaksanakan sholat Dzuhur berjamaah.
“Tidak ada sekolah yang memberikan pendidikan semacam ini,” kata seorang wali murid, Gihad Silmi.
Sekolah tersebut juga telah dinilai berhasil membuka mata rakyat Amerika tentang pandangan mereka terhadap gaya hidup Islam dan Muslim.
“Sekolah tersebut sungguh telah membuka mataku,” kata Angelique Bradley, seorang wali murid SMP St. Francis yang pernah sekali waktu mengunjungi Al Arqam guna mempelajari tentang Islam.
“Saya tidak menyangka sekolah seperti ini dapat berdiri di sini.”
“Saya sangat terkesan dengan sikap para pelajar di sini, terutama sikap sopan mereka ketika menghadapi pengajar,” kagumnya.
Namun, kekaguman tersebut nampaknya belum dirasakan warga Amerika lainnya.
Ossama Kamel, seorang pelajar berusia 15 tahun, seringkali berolah raga bersama beberapa teman non-Muslimnya yang menyindirnya tentang ukuran kelasnya.
“Mereka mengejek, “Di kelasmu hanya ada empat siswa?,” kata Kamel sambil tertawa.
Namun dia mengerti bahwa sedikitnya jumlah pelajar bertujuan agar segala bentuk pelajaran dapat diterima dengan lebih baik.
“Mereka pikir kami dilatih untuk menjadi teroris,” keluh Kamel.
Menurut jajak pendapat yang dilakukan Pusat Penelitian Gereja, sebagian besar penduduk Amerika tidak mengetahui banyak tentang Islam, dan hal tersebut membuat mereka tidak mengakui adanya hubungan antara Islam dan Nasrani.
“Kami belajar bagaimana cara menjadi Muslim yang baik – Muslim Amerika yang baik,” tutup Kamel.

sumberipun:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thanks for your comment...I am looking forward your next visit..